Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

Mesjid Kanas Alalak (1), Dibangun oleh Buyut Datuk Kelampayan

- Apahabar.com Minggu, 26 Mei 2019 - 08:53 WIB

Mesjid Kanas Alalak (1), Dibangun oleh Buyut Datuk Kelampayan

Foto Masjid Jami Tuhfaturroghibin atau yang dikenal dengan sebutan Masjid Kanas di Desa Alalak, Banjarmasin pada tahun 1972 M digantung di dinding masjid sebagai kenang-kenangan. Foto-apahabar.com/AHC07

apahabar.com, BANJARMASIN – Mesjid Jami Tuhfaturroghibin atau yang dikenal dengan Masjid Kanas dibangun pada tanggal 14 Maret 1938 Miladiyah atau tepatnya 11 Muharram 1357 dalam penanggalan Hijriyah.

Pembangunan Masjid Kanas digagas oleh seorang ulama sufi di Alalak bernama Tuan Guru H. Marwan bin H.M. Amin yang merupakan keturunan ke-4 dari Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary (Datuk Kelampayan).

Baca Juga: Segelas Teh, Cukupkah untuk Bersahur?

Masjid ini awalnya dibangun di Desa Tatah Masjid, Alalak, Barito Kuala (bukan di lokasi sekarang), tepatnya di pertigaan arus sungai Marabahan, Kapuas dan Muara Kuin. Bangunan kemudian mengalami beberapa kali perpindahan lokasi. Pada awalnya berlokasi di pinggir sungai hingga di pindah di lokasi sekarang.

Masjid ini kemudian dipindah dari Desa Tatah Masjid ke Alalak Tengah. Hal itu didasari kesadaran masyarakat akan terus bertambahnya jemaah seiring waktu, sementara akses menuju kampung tersebut sulit.

Di Desa Alalak Tengah, masjid tersebut kemudian dibangun di tanah wakaf yang semula diperuntukkan sebagai kuburan muslimin (alkah).

H Asmuni, seorang tokoh masyarakat di kampung Alalak yang kini menjadi kaum (marbot) masjid tersebut membenarkan cerita perpindahan masjid tersebut.

“Dulu posisi Masjid bukan di sini, dikarenakan di lokasi awal pembangunan infrastruktur seperti jalan dan lain-lain agak lambat pembangunannya makanya dipindah ke sini,” jelas H Asmuni kepada apahabar.com.

Lantas, semua kalangan masyarakat laki-laki dan wanita secara gotong royong membangun mesjid ini. Mereka melakukan tanpa pamrih, karena keinginan yang besar untuk memiliki sebuah Masjid besar kala itu. Pembangunan masjid tak lepas dari komando Tuan Guru H Marwan.

Sampai sekarang Masjid Kanas telah beberapa kali mengalami pemugaran, namun disayangkan bangunan Masjid telah kehilangan pondasi awalnya.

“Dahulu bangunan ulin kaya (seperti) di Masjid Sultan Suriansyah, tapi sekarang pondasinya sudah batu beton,” ungkapnya.

Baca Juga: Sembilan Tahun di Turki, Firdaus Kangen Takbiran dan Bingka Banjar

Reporter: ahc07
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Jemaah Jangan Lengah, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan
Prihatin Tingginya Angka Perceraian, LDNU Banjar Gelar Kajian Resep Bahagia Rumah Tangga

Habar

Prihatin Tingginya Angka Perceraian, LDNU Banjar Gelar Kajian Resep Bahagia Rumah Tangga
apahabar.com

Habar

Tampung 300 Orang, Aula Wisma Sultan Sulaiman Martapura Gratis untuk Jemaah Haul ke 15 Guru Sekumpul
apahabar.com

Habar

Tak Dibolehkan Salat Jumat Secara Bergelombang, Sekjen MUI Berikan Solusi
Jelang Haul Sekumpul ke 15; Dapur Mulai Sibuk

Habar

Jelang Haul Sekumpul ke 15; Dapur Mulai Sibuk
apahabar.com

Habar

Di Jakarta, Mau Nikah Harus Cek Kesehatan
apahabar.com

Habar

Lagi, Relawan Haul Guru Sekumpul Bangun 10 Toilet
apahabar.com

Habar

Imam Masjid Nigeria Diculik Bandit Bersenjata
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com