Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Pasca 22 Mei, Rupiah Diprediksi Melemah

- Apahabar.com Kamis, 23 Mei 2019 - 11:19 WIB

Pasca 22 Mei, Rupiah Diprediksi Melemah

Ilustrasi. Foto-getty images

apahabar.com, JAKARTA – Pasca unjuk rasa memprotes hasil rekapitulasi nasional Komisi Pemilihan Umum (KPU), nilai tukar rupiah diprediksi masih lanjut melemah.

“Kemungkinan rupiah berlanjut melemah dengan kondisi saat ini, ditambah adanya faktor musiman meningkatnya permintaan dolar AS,” ujar Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Kamis, (23/5) dikutip apahabar.com dari Antara.

Baca Juga: Minyak Goreng ‘Alif’ Siap Dipasarkan

Lana mengatakan rupiah masih akan terbawa sentimen kerusuhan di beberapa tempat di Jakarta.

Dari eksternal, Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2019. Dari sebelumnya 3,3 persen menjadi 3,2 persen dengan pertimbangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang kembali memanas.

Sebelumnya Dana Moneter Internasional (IMF) pada April lalu juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi globalnya sebesar 3,3 persen dari proyeksi Januari 3,5 persen. Sedangkan Bank Dunia pada awal tahun memproyeksi ekonomi global tumbuh 2,9 persen di 2019.

Baca Juga:  HSG Ditutup Melemah Pasca Aksi Demonstrasi Ricuh

Kendati demikian semua lembaga internasional tersebut masih optimis dengan ekonomi pada 2020 yang diperkirakan membaik dibandingkan 2019, padahal pada 2020 ada potensi ekonomi Amerika Serikat melambat.

OECD berharap Amerika Serikat dan China bisa segera menyelesaikan konflik dagang, yang bisa membantu perbaikan ekonomi dunia ke depan.

“Kemungkinan rupiah melemah menuju kisaran antara Rp14.350 hingga Rp14.550 per dolar AS, meski tetap dalam penjagaan Bank Indonesia,” kata Lana.

Baca Juga: Ramadan, Distribusi Ikan di Delapan PPI Kaltim 80 Ton/Hari

Rupiah sendiri Kamis pagi menguat 17 poin atau 0,12 persen menjadi Rp14.508 per dolar AS, dibandingkan hari sebelumnya Rp14.525 per dolar AS.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Jelang Musprov, Ekonom Tantang Kadin Kalsel Gaet Investor Asing ke Banua!
apahabar.com

Ekbis

Terpapar Kasus Baru Covid-19, Rupiah Kembali Melemah
apahabar.com

Ekbis

Warga Keluhkan Gas Elpiji 3 Kg Langka di Banjarmasin, Dewan Siap Turun Tangan
apahabar.com

Ekbis

Lion Air Batal Layani Penerbangan Bagi Penumpang, Apa Alasannya?
apahabar.com

Ekbis

Kiai Ma’ruf Amin Targetkan Indonesia Produsen Halal Terbesar di Dunia pada 2024
apahabar.com

Ekbis

Pandemi Belum Usai, Perusahaan Cina Mau Nambang di Kotabaru
Dukung Pertumbuhan Investasi Daerah, PLN Suplai Listrik 30 Juta VA

Ekbis

Dukung Pertumbuhan Investasi Daerah, PLN Suplai Listrik 30 Juta VA
apahabar.com

Ekbis

Kekeringan di NTB tak Pengaruhi Serapan Pupuk Bersubsidi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com