apahabar.com
Ilustrasi penumpang kapal laut. Foto-hornas.co

apahabar.com, BANJAMASIN – Memasuki pekan ketiga bulan suci Ramadan, jumlah penumpang mudik lebaran 2019 melonjak hingga 500 orang hingga 700 penumpang  per hari.

“Sampai dengan sekarang jumlah penumpang dari Banjarmasin saja sudah mencapai 700 penumpang. Namun, apabila diprediksi sampai hari puncak arus mudik bisa mencapai 1 500 penumpang,” ucap CEO PT Pelindo III Banjarmasin Boy Robyanto di sela kegiatan buka puasa bersama awak media, Rabu (22/5).

Dibandingkan dengan awal Ramadan hanya mencapai 200 orang penumpang.

Pihaknya mengakui telah menyediakan beberapa sarana dan prasarana penunjang arus mudik lebaran 2019 kali ini. Seperti halnya toilet dan terminal yang lebih representatif.

Baca Juga: KPU HST dan PPK Haruyan Terbukti Melanggar Administrasi

“Kalau terminal suda bisa menampung jumlah penumpang sebegitu banyak,” katanya.

Kendati demikian, ia mengimbau kepada seluruh pemudik agar senantiasa menjaga kesehatan. Kemudian, dihindari untuk menunggu kapal terlalu lama di pelabuhan. Minimal, sebut dia, empat jam sebelum keberangkatan.

“Jangan sampai menunggu dua hari sebelum keberangkatan,” cetusnya.

Bahkan, sebelumnya pihaknya telah membuat posko gabungan mudik lebaran 2019. Posko tersebut merupakan kumpulan dari beberapa instansi seperti halnya TNI AL, TNI AD, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Basarnas Banjarmasin dan lainnya.

Bukan hanya itu, mengantisipasi penumpukkan penumpang kapal laut di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Banjarmasin juga telah  menegaskan telah menyediakan tiga buah kapal untuk keadaan darurat (emergency) yang mengangkut penumpang secara gratis.

“Kita akan menyediakan dua kapal navigasi dan satu kapal KPLP Surabaya,” ucap Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Banjarmasin, Bambang Gunawan, Selasa (21/5) Kemarin.

Kapal itu, kata dia, dipastikan akan mengangkut penumpang secara gratis. Khususnya bagi penumpang yang tak mendapatkan tiket mudik ke kampung halaman. Mengingat, kebijakan itu telah sesuai dengan arahan Menteri Perhubungan Republik Indonesia.

Selain kapal navigasi, sambung dia, tersedia juga kapal KPLP Surabaya. Sehingga secara keseluruhan terdapat tiga buah kapal yang akan diberangkatkan. Dengan tujuan mengantisipasi lonjakan penumpang atau untuk pemudik yang tak mendapatkan tiket ke Surabaya.

“Kapal negara ini disediakan hanya untuk mengantisipasi penumpang yang mudik idul Fitri yang tak terangkut kapal-kapal ke Surabaya. Sehingga kita keluarkan tiga kapal tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DistrQik Navigasi Klas 2 Banjarmasin, Abdul Kasim mengatakan, pihaknya telah menyediakan dua buah kapal navigasi KN. Kunyit dengan kapasitas 120 orang per kapal. Sehingga apabila dua buah kapal, maka akan mengangkut sekitar 240 orang.

Baca Juga: Proses Terbuka Lelang Jabatan Disperkim Banjarbaru Disoal

“Kapal itu memiliki 24 kamar khusus Anak Buah Kapal (ABK). Jadi, penumpang yang akan naik hanya duduk saja di ruangan kapal. Kita tak mau ambil resiko.”

“Biasanya keadaan darurat tersebut akan terjadi pada H-1 sebelum lebaran,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif