Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Pemko Banjarmasin Optimistis 50 Persen Pelaku UMKM Terdigitalisasi 2024 Mendatang

- Apahabar.com Sabtu, 11 Mei 2019 - 14:49 WIB

Pemko Banjarmasin Optimistis 50 Persen Pelaku UMKM Terdigitalisasi 2024 Mendatang

Geliat pengrajin kain sasirangan di Banjarmasin. Foto-panduanwisata.id

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin optimistis mampu mencapai target sekitar 50 persen pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) telah terdigitalisasi pada 2024 mendatang.

Target 50 persen pelaku UMKM terdigitalisasi itu dicanangkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM beberapa waktu lalu. Bahkan, tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020-2024.

“Kita optimis sekitar 50 persen pelaku UMKM akan terdigitalisasi. Sejauh ini kita masih mensosialisasikan kepada pelaku UMKM di Banjarmasin,” ucap Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Banjarmasin, Priyo Eko kepada apahabar.com, Sabtu (11/5).

Di tengah tuntutan era digital, kata dia, terdapat satu hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan oleh pelaku UMKM yakni kualitas sebuah produk tersebut. Mengingat, satu kendala yang dialami oleh pelaku UMKM di Banjarmasin yakni kualitas sebuah produk.

Digitalisasi, sambung dia, hanya sebagai wadah promosi barang dagangan pelaku UMKM sesuai dengan perkembangan zaman.

“Namun, tetap diperhatikan produk tersebut. Kalau produknya kalah bersaing, artinya sia-sia dong program digitalisasi tersebut,” tegasnya.

Sejauh ini, program melahirkan 2.500 pelaku UMKM di Banjarmasin telah mencapai 80 persen. Sepanjang 2017-2019, sedikitnya sebanyak 2.000 pelaku UMKM yang lahir di Banjarmasin.

“Sampai dengan 2018 kemarin itu sebanyak 1.800 UMKM. Kemudian, sampai Triwulan I 2019, sudah sekitar 200 pelaku UMKM,” tegasnya.

Sekedar diketahui, UMKM adalah satu tulang punggung ekonomi di Indonesia. Perannya yang vital itu tergambar dalam data bahwa dari sekitar 62 juta unit usaha di Indonesia, sekitar 99% merupakan UMKM.

Untuk itu, pemberdayaan sektor UMKM amatlah penting, tak hanya bagi pemerintah, namun juga pihak lain seperti institusi di bidang terkait sampai akademisi. Apalagi kehadiran teknologi sering dianggap sebagai disrupsi karena ditengarai malah akan mengurangi jumlah potensi tenaga kerja sektor UMKM.

Baca Juga: Usung Program Branchless Banking, Mandiri Optimis Majukan UMKM Kalsel

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Toko Oleh-oleh Kena Imbas Tiket Mahal
apahabar.com

Ekbis

Berkah Ramadan, Rp10 Juta Bawa Pulang Mobil!
apahabar.com

Ekbis

Akhir 2018, Trio Motor Honda Targetkan Penjualan 145 Ribu Unit
apahabar.com

Ekbis

Rekor Lagi, Emas Antam Jadi Rp 1.028.000 per Gram
apahabar.com

Ekbis

Komisi VII DPR: Pemerintah Perlu Tingkatkan Pengawasan Distribusi Elpiji 3 Kilogram
apahabar.com

Ekbis

6 Tahun, Tunggakan Retribusi Pasar Sentuh Ratusan Juta
apahabar.com

Ekbis

Per November 2019, Ekspor Kalsel Turun
apahabar.com

Ekbis

Ultah Ke-20, Honda Trio Motor Tawarkan Program Penjualan Penuh Diskon
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com