Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Pengajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Cara Masuk Surga Lebih Cepat dari Bidadari

- Apahabar.com Selasa, 7 Mei 2019 - 23:00 WIB

Pengajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Cara Masuk Surga Lebih Cepat dari Bidadari

Al Mukarram KH Ahmad Zuhdiannoor (Guru Zuhdi). Foto-Aswaja.net

apahabar.com, BANJARMASIN – Malam ketiga Ramadan di Masjid Jami Sungai Sungai Jingah Banjarmasin bersama Al Mukarram KH Ahmad Zuhdiannoor kembali dipadati ribuan jemaah, Selasa (07/05/2019) malam.

Guru Zuhdi begitu beliau kerap disapa, tak hanya mengimami Salat Tarawih, tapi juga mengisi pengajian.

Dalam tausiyahnya, beliau berpesan kepada jemaah untuk perbanyak dzikir kepada Allah SWT.

“Barang siapa yang pada akhir hayatnya mengucapkan dzikir kalimat tauhid “Lailahaillallah”, itu lebih cepat masuk surganya ketimbang bidadari,” ujar Guru Zuhdi.

Guru Zuhdi mengajak jemaah agar dapat sering-sering membaca dan mengamalkan dzikir, apalagi jika telah merasakan akan akhir hayat.

Beliau pun menganjurkan jemaah agar perbanyak melakukan dzikir dan lebih sering membaca ”Lailahaillallah”.

“Apalagi jika seseorang itu memahami isi kandungan dzikir tauhid tersebut, pastilah orang tersebut paham apa yang akan didapat atas ganjaran membaca dzikir Lailahaillallah,” terang Guru Zuhdi.

“Jadi apabila seseorang itu sudah merasa dengan ciri-ciri mendekati ajal, sudah jangan lagi banyak bicara,” lanjut beliau.

“Tapi perbanyaklah dengan dzikir dengan mengucap “Lailahailallah”. Apabila sudah ajal menjemput dan orang itu dalam keadaan melafalkan dzikir Lailahaillallah maka surga bagi orang itu. Mau seperti apapun kelakuan orang itu semasa hidup,” imbuh Guru Zuhdi yang juga biasa disapa Abah Haji.

Dijelaskan Guru Zuhdi, meski orang itu penuh dengan dosa di masa hidup, tapi ketika menjelang akhir hayatnya membaca dzikir Lailahaillallah, artinya Allah SWT sudah membukakan pintu taubat dan memberinya rahmat untuk mati dalam keadaan syahid.

“Perbuatan dosa itu sebab menghalangi kita melakukan ibadah kepada Allah SWT. Apabila kita bisa mengamalkan dan membacanya, maka dosa itu sudah terbuang dan kita sudah membuka kuncinya agar bisa mendapati ampunan,” jelas Guru Zuhdi.

Baca Juga: Seleksi Masuk Darul Musthofa Sudah Dibuka, Simak Persyaratannya

Baca Juga: Berziarah ke Marabahan, Napak Tilas Kunjungan Abah Guru “Mengambil” Tarekat

Baca Juga: Cerita Yulida dari London; Beratnya Puasa di Negeri Orang, Kangen Suasana Ramadan di Banua

Baca Juga: Peziarah Ramai Jelang Ramadan, Petugas Ketiban Untung

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Puluhan Calon Dewan Hakim MTQ di Kapuas Ikuti Pelatihan
apahabar.com

Habar

Ribuan Jamaah Hadiri Peringatan Haul Guru Cantung ke 16
apahabar.com

Habar

NU dan Muhammadiyah Tanggapi Usulan Fatwa ‘Tidak Puasa saat Wabah’
apahabar.com

Habar

Cegah Covid-19, Arab Saudi Perintahkan Tarawih dan Salat Idulfitri di Rumah
Polisi Muda Sukabumi yang Imami Tahanan di Sel Dipanggil Kapolri

Habar

Polisi Muda Sukabumi yang Imami Tahanan di Sel Dipanggil Kapolri
apahabar.com

Habar

Jika Umrah Dibuka, Komnas Haji dan Umrah Prediksi Biaya Jadi Sengketa
apahabar.com

Habar

Ciri Malam Lailatur Qadar, Apakah Sudah?
apahabar.com

Habar

Stadion Demang Lehman Siap Tampung Tamu Haul Sekumpul ke 15, Gratis!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com