Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala Alasan FM, Oknum ASN Banjarbaru Tuduh Polisi Provokator Demo Omnibus Law

Penjaja Kalender yang Mengayuh Sepeda ke Ujung Senja

- Apahabar.com Selasa, 14 Mei 2019 - 17:54 WIB

Penjaja Kalender yang Mengayuh Sepeda ke Ujung Senja

Ahmad Radi menggelar jualannya beralaskan karung di pinggir Jalan A Yani km 23,5 Landasan Ulin, Banjarbaru. Foto-AHC 06

Radi (74) sadar betul hidup hanya menghitung waktu. Di ujung usia senjanya, gelap siap menelan. Saat ini, dia hanya mengisi waktu, tanpa harus jadi benalu.

Fida, BANJARBARU

Matahari tak begitu terik, saat lelaki tua bernama Radi itu menggelar jualannya di Jalan Ahmad Yani Km 23,5, tepatnya seberang Pondok Pesantren Al Falah, Landasan Ulin, Banjarbaru. Berupa kalender, buku, dan poster yang di antaranya berisi tata cara berwudhu.

Kakek Radi mengayuh sepeda dari kediaman anaknya di Kota Santri Banjarbaru sejak pukul 09.00 wita hingga pukul 12.00 siang. Dia menjajakan jualannya di pinggir-pinggir jalan A Yani.

apahabar.com

Foto-apahabar.com/ AHC 06

“Saya ikut anak di sini, anak menyewa rumah di Kota Santri,” ujarnya pada apahabar.com, Selasa (14/5).

Radi menolak tinggal di rumah anaknya, bermalas-malasan menunggu waktu. Dia lebih memilih berusaha semampunya, disertai harapan bisa memberi kemanfaatan dari usahanya.

Baca Juga: Minim Ekonomi Kreatif, Banjarmasin Andalkan Pajak Bermotor dan Perhotelan

Dengan menjual kalender, poster, dan buku, Kakek Radi merasa usahanya berguna. Karena apa yang dijualnya dapat membantu bagi banyak orang yang memerlukannya.

“Untungnya tidak seberapa. Dari satu kalender dapat untung seribu rupiah,” akunya.

Pekerjaan sebagai seorang penjual kalender telah ditekuninya semenjak tinggal di Banjarmasin tahun 2017. Karena sakit, dia pun ikut tinggal di kediaman anaknya di Banjarbaru.

Dalam keadaan sakit-sakitan, Radi tetap berupaya mencari penghasilan. Karena dia tak ingin merepotkan orang, meski anaknya sendiri. Kendati begitu, dia selalu menyiapkan sebuah kertas di kantong bajunya.

apahabar.com

Foto-apahabar.com/AHC06

Kertas itu berisi tulisan, “Aku Ahmad Radi bin Abdussamad, numpang di rumah sewa anak-anakku di Kota Santri.” Kalimat itu dilanjutkan dengan alamat anak-anaknya.

“Ini kubuat, biar kalau nanti aku kecelakaan atau kenapa-kenapa, orang bisa mengantar aku pulang,” jelas Radi yang tak lagi punya KTP, setelah dompetnya tercecer.

Kakek Radi mengaku banyak mendapatkan keberkahan di Ramadan. Orang yang datang kepadanya tidak hanya membeli jualannya, tapi juga memberi hadiah.

“Kadang berupa makanan, yang biasanya saya bawa pulang ke rumah,” ujar kakek yang tetap memaksakan berpuasa meski sakit-sakitan itu.

Baca Juga: Acer Indonesia Bagi Berkah Ramadan

Entah sampai kapan Kakek Radi akan terus mengayuh sepeda untuk menjajakan jualannya. Berusaha menebar manfaat dengan tubuh rentanya. Namun apa yang dilakukan Kakek Radi adalah pelajaran berharga, di antara banyaknya orang yang sedang ramai mengeluhkan kinerja penguasa hingga mengeluhkan nasib yang ditakdirkan Sang Pencipta.

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ruangan Terbatas, Keluarga Saksikan Pelantikan dari Layar Monitor
apahabar.com

Kalsel

Imbas Kebakaran di Sulawesi! Traffic Light Sempat Padam, Pengguna Jalan Saling Serobot?
apahabar.com

Kalsel

Kotabaru Geger Api, Sehari Dua Lokasi Terbakar
apahabar.com

Kalsel

Warga Tatah Makmur Keluhkan Jalan Rusak
apahabar.com

Kalsel

Petahana Dominasi Kursi DPRD HST
apahabar.com

Kalsel

Ikut Gowes, Mardani H Maming Jadi Perhatian Peserta “Jhonlin Ride”
apahabar.com

Kalsel

Dampak Tiket Pesawat Mahal Belum Terasa di Terminal Pal 6
apahabar.com

Kalsel

Bergejala Covid-19, Dua Warga HST Dirawat di RS Damanhuri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com