Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

Penyidik Miliki Alat Bukti Kasus Bachtiar Nasir

- Apahabar.com Selasa, 7 Mei 2019 - 16:26 WIB

Penyidik Miliki Alat Bukti Kasus Bachtiar Nasir

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Bachtiar Nasir. Foto – Antara/Reno Esnir

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo mengatakan penyidik memiliki alat bukti yang cukup terkait dengan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang Bachtiar Nasir.

“Penyidik sudah memiliki alat bukti ke sana. Oleh karena itu, penyidik akan meminta keterangan yang bersangkutan, mengklarifikasi data serta alat bukti yang dimiliki oleh penyidik besok,” ujar Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (7/5/2019).

Setiap hal yang dilakukan oleh penyidik Polri, kata dia, selalu berlandaskan fakta hukum.

Dalam melakukan pemeriksaan terhadap Bachtiar Nasir di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/5/2019), dia menekankan harus profesional dan proporsional.

Baca Juga: Fahri Hamzah: Ratna Minta Maaf dan Akui Bohong

Perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh seseorang, lanjut dia, harus dipandang sama, tanpa melihat status sosial dan kedudukannya.

“Orang tersebut harus bertanggung jawab terhadap perbuatan apa yang sudah dilakukan. Jadi, jangan dalam tanda kutip dipersepsikan ke yang lain,” kata Dedi Prasetyo.

Bachtiar diketahui mengelola dana sumbangan masyarakat sekitar Rp 3 miliar di rekening Yayasan Keadilan untuk Semua (YKUS). Dana tersebut diklaim Bachtiar digunakan untuk mendanai Aksi 411 dan Aksi 212 pada tahun 2017 serta untuk membantu korban bencana gempa di Pidie Jaya, Aceh dan bencana banjir di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Namun, polisi menduga ada pencucian uang dalam penggunaan aliran dana di rekening yayasan tersebut.

Terkait dengan pemanggilan baru dilakukan sekarang, padahal kasus sejak 2017, Dedi menuturkan bahwa pada tahun 2017/2018 sangat rentan karena pemilu sehingga dengan mempertimbangkan berbagai macam kemungkinan, penyidik baru memanggil sekarang.

“Yang jelas proses hukum akan terus berjalan, sama dengan penyidik-penyidik lain yang dilakukan oleh lembaga memiliki kewenangan di bidang penyidikan,” katanya.

Baca Juga: KPK Periksa Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Kementerian Agama

Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Heroik! Wanita Ini Kejar Penjambret Bergolok, Pelaku Berhasil Diringkus
apahabar.com

Hukum

Satu Lagi, IRT di Kotabaru Diringkus karena Sabu 0,22 Gram
apahabar.com

Hukum

Sempat Alami Paksaan, Penculik Siswi di Banjarbaru Diduga Pelaku Tunggal
apahabar.com

Hukum

Saat Sahur, Tiga Warga HST Kedapatan Simpan Sabu
apahabar.com

Hukum

Alasan PDIP Banjarmasin Giring Pemilik Akun Facebook Ryan Saputra ke Ranah Hukum
apahabar.com

Hukum

Ditangkap, Yadi Tuli Kerap Transaksi Sabu Secara COD
apahabar.com

Hukum

Maling Bergerilya di Rumah Kosong, TV dan HP Digondol
apahabar.com

Hukum

Aktris Catherine Wilson Ditangkap karena Narkoba
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com