Santer Disebut Ingin Mengusung Anies Menjadi Capres 2024, PKS: Nama Capres Masih Dikaji Tugu 0 Kilometer Banjarmasin Senilai Ratusan Miliar, Apa Manfaatnya? Ada Lomba VR Challenge Berhadiah iPad Mini di GIIAS 2022 Habis Covid-19, Giliran TBC Mengancam Banjarmasin Misteri Air Putih Pemerkosaan Berkedok Nikah Batin di Tapin
agustus

Penyidik Miliki Alat Bukti Kasus Bachtiar Nasir

- Apahabar.com     Selasa, 7 Mei 2019 - 16:26 WITA

Penyidik Miliki Alat Bukti Kasus Bachtiar Nasir

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Bachtiar Nasir. Foto – Antara/Reno Esnir

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo mengatakan penyidik memiliki alat bukti yang cukup terkait dengan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang Bachtiar Nasir.

“Penyidik sudah memiliki alat bukti ke sana. Oleh karena itu, penyidik akan meminta keterangan yang bersangkutan, mengklarifikasi data serta alat bukti yang dimiliki oleh penyidik besok,” ujar Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (7/5/2019).

Setiap hal yang dilakukan oleh penyidik Polri, kata dia, selalu berlandaskan fakta hukum.

Dalam melakukan pemeriksaan terhadap Bachtiar Nasir di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/5/2019), dia menekankan harus profesional dan proporsional.

Baca Juga: Fahri Hamzah: Ratna Minta Maaf dan Akui Bohong

Perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh seseorang, lanjut dia, harus dipandang sama, tanpa melihat status sosial dan kedudukannya.

“Orang tersebut harus bertanggung jawab terhadap perbuatan apa yang sudah dilakukan. Jadi, jangan dalam tanda kutip dipersepsikan ke yang lain,” kata Dedi Prasetyo.

Bachtiar diketahui mengelola dana sumbangan masyarakat sekitar Rp 3 miliar di rekening Yayasan Keadilan untuk Semua (YKUS). Dana tersebut diklaim Bachtiar digunakan untuk mendanai Aksi 411 dan Aksi 212 pada tahun 2017 serta untuk membantu korban bencana gempa di Pidie Jaya, Aceh dan bencana banjir di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Namun, polisi menduga ada pencucian uang dalam penggunaan aliran dana di rekening yayasan tersebut.

Terkait dengan pemanggilan baru dilakukan sekarang, padahal kasus sejak 2017, Dedi menuturkan bahwa pada tahun 2017/2018 sangat rentan karena pemilu sehingga dengan mempertimbangkan berbagai macam kemungkinan, penyidik baru memanggil sekarang.

“Yang jelas proses hukum akan terus berjalan, sama dengan penyidik-penyidik lain yang dilakukan oleh lembaga memiliki kewenangan di bidang penyidikan,” katanya.

Baca Juga: KPK Periksa Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Kementerian Agama

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Sutradara dan Wartawan Senior Ali Shahab Tutup Usia
apahabar.com

Tak Berkategori

Relawan Jokowi-Ma’ruf Gelar Pengobatan Gratis dan Sunatan Massal di Tanah Laut
apahabar.com

Tak Berkategori

Pertamina Jamin SPBU di Loksado Mengikuti Program Pemerintah
apahabar.com

Tak Berkategori

Selama PSBB Banjarmasin, Ojol Boleh Bawa Penumpang

Tak Berkategori

Keren, Lagu Rossa Didengarkan 16 Juta Kali Sepanjang Januari 2022
apahabar.com

Tak Berkategori

Perangi Kriminalitas, Polres Tapin Musnahkan 798 Botol Miras
apahabar.com

Tak Berkategori

Siang, BMKG Prakirakan Kotabaru Hujan Disertai Petir
Banjarmasin

Tak Berkategori

Misteri Kematian Satu Keluarga di Banjarmasin, Ahli Ungkap Kemungkinan Gas Beracun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com