Wah, AS Mulai Tak Wajibkan Warganya Pakai Masker & Jaga Jarak Update Saham Spanyol, Indeks IBEX 35 Tergelincir 0,46 Persen Update Saham Inggris, Indeks FTSE 100 Tergerus 0,59 Persen Update Saham Jerman, Indeks DAX 30 Naik 49,46 poin Lebaran Pertama, Rumah hingga Jalan Provinsi di Satui Tanah Bumbu Terendam

Polda Jatim Tangkap Guru Honorer Pengancam Presiden Jokowi Lewat Facebook

- Apahabar.com Minggu, 19 Mei 2019 - 16:44 WIB

Polda Jatim Tangkap Guru Honorer Pengancam Presiden Jokowi Lewat Facebook

Polisi saat merilis penangkapan terhadap pelaku pengancam Presiden Joko Widodo di Mapolda Jatim di Surabaya, Minggu (19/5/2019). Foto – Antara/Didik Suhartono

apahabar.com, SURABAYA – Seorang guru SD honorer asal Pamekasan bernama Chairil Anwar, ditangkap Kepolisian Daerah Jawa Timur (Jatim) karena mengancam akan membunuh Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat akun facebook miliknya.

Dilansir Antara, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat merilis penangkapan itu di Mapolda setempat, mengatakan pelaku memakai akun atas nama Putra Kurniawan untuk mengancam presiden dan menghina tokoh-tokoh lain.

“Dia menghina Menkopolhukam dan Presiden Jokowi. Kami akan rumuskan ke ahli bahasa dan pidana setelah ini,” ujarnya, Minggu (19/5/2019).

Menurut Barung, pelaku mengaku mengancam presiden karena ikut-ikutan ramainya politik serta menantang polisi untuk menangkapnya.

Di tempat sama, Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Cecep Susatya mengatakan pelaku ditangkap setelah kepolisian mendapat laporan terkait adanya ujaran kebencian terhadap presiden pada 9 Mei 2019.

“Kami profiling ternyata memakai akun Putra Kurniawan, guru SD honorer. Pada Sabtu, 18 Mei lalu kami menangkap di tempat kerjanya di sekolah dasar,” ucapnya.

Sementara itu, pelaku pengancam Chairil Anwar mengaku nekat memosting ujaran kebencian dan mengancam presiden hanya untuk ikut-ikutan.

“Ikut-ikutan politik saja,” katanya singkat.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dua pasal yakni pasal 28 ayat (2) jo pasal 45 a ayat (2) undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Baca Juga: Ngaku Mati Demi Gaji, Guru SDN Ini Terancam Penjara 20 Tahun

Baca Juga: Kekurangan Ribuan Guru, Ini Langkah Disdik Banjarmasin

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Bos Travelindo

Hukum

Diduga Menipu, Polisi Tangkap Bos Travelindo Banjarmasin Bersama Istri Muda
Mantuil

Hukum

Diinterogasi Hingga Malam, Warga Mantuil Kedapatan Simpan Sabu di Rumah
apahabar.com

Hukum

Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Sayangkan Vonis Hakim
apahabar.com

Hukum

Tersangka Predator Anak Bunuh Diri, Simak Saran Pakar untuk Polisi
apahabar.com

Hukum

Termasuk OTT Bupati Kutim, KPK Buka 43 Penyidikan Perkara Baru di 2020
apahabar.com

Hukum

Gerebek Kampung Narkoba di Banjarmasin, Polisi Temukan Puluhan Gram Sabu
apahabar.com

Hukum

Korban Pria Berkelainan Seks di Seruyan Diduga Tak Hanya Anak SD
apahabar.com

Hukum

Rekonstruksi Pembunuhan Waria Salon Banjarmasin Kapan Digelar?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com