3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Polda Jatim Tangkap Guru Honorer Pengancam Presiden Jokowi Lewat Facebook

- Apahabar.com Minggu, 19 Mei 2019 - 16:44 WIB

Polda Jatim Tangkap Guru Honorer Pengancam Presiden Jokowi Lewat Facebook

Polisi saat merilis penangkapan terhadap pelaku pengancam Presiden Joko Widodo di Mapolda Jatim di Surabaya, Minggu (19/5/2019). Foto – Antara/Didik Suhartono

apahabar.com, SURABAYA – Seorang guru SD honorer asal Pamekasan bernama Chairil Anwar, ditangkap Kepolisian Daerah Jawa Timur (Jatim) karena mengancam akan membunuh Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat akun facebook miliknya.

Dilansir Antara, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat merilis penangkapan itu di Mapolda setempat, mengatakan pelaku memakai akun atas nama Putra Kurniawan untuk mengancam presiden dan menghina tokoh-tokoh lain.

“Dia menghina Menkopolhukam dan Presiden Jokowi. Kami akan rumuskan ke ahli bahasa dan pidana setelah ini,” ujarnya, Minggu (19/5/2019).

Menurut Barung, pelaku mengaku mengancam presiden karena ikut-ikutan ramainya politik serta menantang polisi untuk menangkapnya.

Di tempat sama, Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Cecep Susatya mengatakan pelaku ditangkap setelah kepolisian mendapat laporan terkait adanya ujaran kebencian terhadap presiden pada 9 Mei 2019.

“Kami profiling ternyata memakai akun Putra Kurniawan, guru SD honorer. Pada Sabtu, 18 Mei lalu kami menangkap di tempat kerjanya di sekolah dasar,” ucapnya.

Sementara itu, pelaku pengancam Chairil Anwar mengaku nekat memosting ujaran kebencian dan mengancam presiden hanya untuk ikut-ikutan.

“Ikut-ikutan politik saja,” katanya singkat.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dua pasal yakni pasal 28 ayat (2) jo pasal 45 a ayat (2) undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Baca Juga: Ngaku Mati Demi Gaji, Guru SDN Ini Terancam Penjara 20 Tahun

Baca Juga: Kekurangan Ribuan Guru, Ini Langkah Disdik Banjarmasin

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Hukum

ANEH, Korban KDRT di Kintap Tala Ngaku Bukan Ditebas Suami!
apahabar.com

Hukum

Korban Arisan Online di Amuntai Terus Berdatangan, Rerata Emak-Emak
apahabar.com

Hukum

Sutradara Amir Mirza Ditangkap Polisi Terkait Narkoba
apahabar.com

Hukum

Napi Asimilasi di Banjarmasin Terjerat Senjata Tajam
apahabar.com

Hukum

Polisi Gulung Sindikat Pencurian Kendaraan Bermotor di Tanah Bumbu
apahabar.com

Hukum

Ingin Molek, Mahasiswi di Kotabaru Nipu Ratusan Juta
apahabar.com

Hukum

KPK Sebut Ada Anggaran SPAM untuk Bencana yang Terkait Kasus Suap
apahabar.com

Hukum

Maling Helm Hebohkan Pengunjung Siring Piere Tendean
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com