Hitungan Hari, Kasus Covid-19 di Banjarmasin Diprediksi Tembus 300 Kasus PSBB Berakhir Esok, Banjarbaru Siap Menuju ‘New Normal’ via PKM Banjarmasin ‘New Normal’: Wali Kota Tunggu Pusat , Pakar Tak Sepakat Puncak Covid-19 di Kalsel, Jutaan Warga Diprediksi Terjangkit Tambah Satu Lagi, Balita di Kotabaru Positif Covid-19




Home Politik

Kamis, 9 Mei 2019 - 07:00 WIB

Prabowo Minta Jenazah KPPS Divisum

nazmudin - Apahabar.com

Calon Presiden RI Prabowo Subianto saat konferensi pers di kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Rabu (8-5-2019). Foto–Antara/Susylo Asmalyah

Calon Presiden RI Prabowo Subianto saat konferensi pers di kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Rabu (8-5-2019). Foto–Antara/Susylo Asmalyah

apahabar.com, JAKARTA – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya 554 orang, baik berasal dari kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), Bawaslu, maupun anggota Polri. Dia menyarankan visum terhadap jasad anggota KPPS.

“Hal ini belum pernah terjadi dalam pemilu di Indonesia. Kami meminta pihak berwajib usut ini sehingga jelas apa yang terjadi sebenarnya,” kata Prabowo saat konferensi pers di kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Rabu.

Bila perlu, lanjut Prabowo, ada visum dan pemeriksaan medis terhadap mereka yang meninggal.

Baca juga :  Buka Koalisi Partai, Fakih-Yazid Galang Dukungan Independen di Pilkada HST

“Kami mau tanggapi temuan dan atas nama BPN, kami belasungkawa sebesar-besarnya atas meninggalnya anggota KPPS. Bahkan, dilaporkan lebih dari 500 petugas pemilu dari berbagai tingkatan yang meninggal dalam proses pemilu,” kata Prabowo.

Adapun beberapa petinggi Badan Pemenangan Nasional (BPN) yang hadir mendampingi Prabowo saat konferensi pers tersebut, di antaranya Amien Rais, Djoko Santoso, Titiek Soeharto, dan Rizal Ramli.

Sementara itu, Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Agus Susanto menyebutkan sedikitnya 30 anggota KPPS yang meninggal dunia telah mendapatkan santunan kecelakaan dan kematian.

Baca juga :  Natal, Wilayah Jakarta Diguyur Hujan

Puluhan dari ratusan anggota KPPS yang meninggal dunia itu menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan tersebut, umumnya adalah pekerja di luar penyelenggaraan pemilu sehingga keikutsertaan mereka dalam jaminan sosial ketenagakerjaan didaftarkan oleh pemberi kerja bukan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca Juga: Prabowo dan PKS Akan Paparkan Perhitungan Internal Pilpres Senin 13 Mei

Baca Juga: Update Penghitungan KPU di Kalsel, 7 Mei: Prabowo Salip Jokowi di Tanbu

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Muhidin Membelot ke Jokowi, BKP Kalsel Tak Ambil Pusing
apahabar.com

Politik

Pilgub Kalsel: Denny Indrayana Kembalikan Berkas ke PKS
apahabar.com

Politik

SK Golkar Jadi Kado Manis, Ovie-Iwan Fix 12 Kursi
apahabar.com

Politik

Target Nasdem Masuk Tiga Besar di Kalsel Bergeser
apahabar.com

Politik

Tanggapan Romahurmuziy Terkait Suharso Monoarfa jadi Plt Ketum PPP
apahabar.com

Politik

Maju Independen di Pilkada Tanbu, Berapa Suara yang Wajib Dikantongi Abdul Alif?
apahabar.com

Politik

Baca Hasil 5 Survei Terakhir Jokowi vs Prabowo
apahabar.com

Politik

Besok, Bawaslu Bogor Putuskan Kasus Pose Dua Jari Anies