Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Puasa dapat Perpanjang Usia, Ini Penjelasannya

- Apahabar.com Rabu, 8 Mei 2019 - 03:30 WIB

Puasa dapat Perpanjang Usia, Ini Penjelasannya

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Ternyata, puasa tidak hanya baik bagi kesehatan rohani semata, namun juga memiliki manfaat bagi kesehatan jasmani.

Tim ilmuwan dari Georgia State University mengungkap bahwa molekul β-Hydroxtbutarate (β-HB), yang diproduksi oleh hati selama puasa.

Baca Juga: Jaga Kebugaran Puasa, Ini Tipsnya

Kelaparan, atau keterbatasan kalori, dapat menunda penuaan pembuluh darah melalui pencegahan senesens khususnya pada sel endotelial, yang melapisi permukaan bagian dalam pembuluh darah.

Perlu diketahui, senesens merupakan penurunan kemampuan sel untuk membelah dan memperbanyak diri secara gradual.

Molekul β-HB tidak hanya mendorong sel untuk membelah diri, namun juga membantunya memerangi senesens yang disebabkan oleh akumulasi kerusakan DNA, yang selama ini menjadi penyebab utama penuaan.

Salah satu pemicu kematian paling besar di dunia adalah penyakit jantung dan pembuluh darah, di mana faktor usia menjadi faktor risiko utamanya.

Hal ini karena kerusakan yang terjadi pada pembuluh darah kita semakin meningkat dan terakumulasi seiring pertambahan usia.

“Saat seseorang bertambah tua, pembuluh darah yang berperan sebagai penyedia suplai bagi beberapa organ berbeda adalah yang paling sensitif terhadap kerusakan terkait usia,” terang Ming-Hui Zou, direktur Center for Molecular and Translational Medicine di Georgia State University seperti dilansir Kompas.com.

“Jika kita dapat membuat sistem peredaran darah kembali ‘muda’, maka bukan hanya risiko penyakit kardiovaskuler saja yang menurun, namun juga penyakit Alzheimer dan kanker,” tambahnya.

Sayangnya, dibutuhkan lebih dari sekedar puasa seharian penuh untuk memproduksi molekul β-HB secara alami.

Hati hanya membuat molekul β-HB selama periode di mana asupan makanan sangat terbatas, kelaparan hebat, atau tubuh melakukan olahraga intens dalam jangka panjang.

Hal ini mendorong para peneliti untuk mengembangkan senyawa yang dapat meniru efek β-HB.

“Sudah lama diketahui bahwa berpuasa dapat memiliki efek anti penuaan, namun temuan kami menyediakan bukti hubungan kimiawinya”, ujar Zou.

“Langkah selanjutnya adalah mencari bagaimana mengubah temuan ini menjadi alat yang dapat digunakan oleh semua orang, bukan hanya pelaku diet,” tutupnya.

Baca Juga: Makanan Dilarang Pakar Kesehatan Saat Anak Santap Sahur

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

5 Cara Hindari Risiko Peningkatan Peretasan Selama Pandemi
apahabar.com

Gaya

Ini Daftar Orang Terkaya di Dunia 2019, Pendiri Facebook di Urutan ke 8
apahabar.com

Gaya

Anjuran dan Tips Berjemur Secara Aman
apahabar.com

Gaya

Rayakan 17 Agustus, Halodoc Gratiskan Layanan Konsultasi
apahabar.com

Gaya

Rahasia Tubuh Bugar Seperti Cristiano Ronaldo
apahabar.com

Gaya

Resep Katupat Batumis Khas Banjar, Gurih dan Manis

Gaya

Suami Ultah, Maia Beri kejutan
apahabar.com

Gaya

Apple Hapus 2.500 Game dari App Store China
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com