BREAKING! KPK Periksa 11 Nama, Salah Satunya Bupati HSU Abdul Wahid OTT Amuntai, dan Nasib Proyek DIR Banjang Kini Bantuan Rp 300 Ribu Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK

Puasa Sembuhkan Maag? Ini Kata Dokter

- Apahabar.com     Senin, 6 Mei 2019 - 07:00 WITA

Puasa Sembuhkan Maag? Ini Kata Dokter

Ilustrasi maag. Foto-Suara Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Puasa mengharuskan seseorang menahan lapar dan haus selama kurang lebih 14 jam sehari. Bagi penderita maag, puasa dianggap bisa menjadi masalah. Benarkah?

Berpuasa membuat seseorang bisa membatasi asupan makanan sehingga lebih teratur dan terkendali. Sedangkan penderita sakit maag biasanya disebabkan oleh riwayat pola makan yang tidak teratur.

Baca Juga: 10 Tips Bugar Saat Puasa

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB menjelaskan sebagian besar orang mengalami sakit maag fungsional, yaitu ketika dilakukan evaluasi tidak ditemukan kelainan. Jika demikian, maag fungsional biasanya bisa diatasi dengan berpuasa.

Selama tak berpuasa, kata dr. Ari, seseorang jarang mengontrol makanan. Seperti makan makanan yang berlemak, asam, dan pedas sepanjang hari.  Ada pula karena konsumsi minuman bersoda dan minum kopi, merokok, dan juga faktor stres. Semua itu bisa memicu maag.

Sedangkan, selama berpuasa, pasien-pasien ini pasti makan lebih teratur. Karena dilakukan sebanyak dua kali dengan waktu yang lebih kurang sama setiap harinya.

Baca Juga: Begini Cara Pakai Obat Kumur Saat Berpuasa

“Puasa membuat keluhan sakit maagnya berkurang dan merasa lebih sehat pada saat berpuasa. Keteraturan inilah yang bisa membuat pasien dengan sakit maag tersebut sembuh,” ungkap dr. Ari seperti ditulias Jawapos.com.

Lalu, pengendalian emosi saat puasa Ramadan juga bisa mengurangi stres. Sehingga berefek pada penurunan gangguan maag.

“Dengan pengendalian diri selama berpuasa diharapkan faktor psikis yang bisa mengganggu tersebut tidak muncul. Akhirnya dengan berpuasa kita dapat mengurangi makan, hidup lebih teratur dan pengendalian diri,” ujarnya.

Baca Juga: Bukber di Roditha Banjarbaru, Dapatkan Cashback Rp800 Ribu

Pesan dr. Ari, setelah selesai puasa 30 hari nanti seharusnya kebiasaan itu dapat diteruskan dalam kehidupan sendiri. Tekad dalam diri agar makan tidak boleh berlebihan, makan sesuai kebutuhan. Jiika makan berlebihan maka makanan tersebut akan ditimbun dalam bentuk lemak.

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar,com

Gaya

Sebelum Meninggal, NH Dini Menghabiskan Masa Tua dengan Melukis

Gaya

WhatsApp Ungkap Konsekuensi Jika Tolak Aturan Privasi pada 15 Mei

Gaya

Zang Hong, Pendaki Tunanetra Asia Pertama Penakluk Puncak Everest
apahabar.com

Gaya

Kanker Paru-Paru Jadi Penyebab Kematian pada Pria Indonesia
apahabar.com

Gaya

5 Tips Promosi Produk Online Lewat Instagram
apahabar.com

Gaya

Melahirkan di Tengah Pandemi, Simak Cara agar Bayi Tak Terinfeksi Virus Corona
apahabar.com

Gaya

Masalah Rambut Panjang, Penyebab dan Cara Mengatasinya
apahabar.com

Gaya

Upaya Penanganan Adiksi Online Game
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com