ga('send', 'pageview');
Sekelumit Peran BRG di Kalsel, Lembaga yang Bakal Dibubarkan Jokowi Jadi Gubernur Butuh Rp100 Miliar, Rosehan: Saya Tak Punya Uang Horeee, Temuan Vaksin Bikin Rupiah Berpeluang Menguat Sidak ke HBI, Petugas Sindir Pengelola Nashville Pub Salip Pekapuran, Teluk Dalam Tertinggi Kasus Covid-19 di Banjarmasin




Home Hikmah

Kamis, 16 Mei 2019 - 07:30 WIB

Ramadan, Kesempatan Mengevaluasi Diri

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi evaluasi diri. Foto-Net

Ilustrasi evaluasi diri. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Ramadan diharapkan menjadi kesempatan untuk mengendalikan hawa nafsu dan mengevaluasi diri. Hal itu bertujuan supaya setiap Muslim menjadi insan yang lebih baik selama dan pasca-berpuasa.

Pesan itu disampaikan Ustaz Adib Abdushomad saat kuliah bakda shalat zuhur berjamaah di Musala at-Tarbiyah, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

“Seseorang yang bisa menaklukkan orang lain adalah orang yang luar biasa, tetapi orang yang bisa menaklukkan diri sendiri adalah jauh lebih luar biasa kekuatannya,” kata alumnus Flinders University Adelaide, Australia, itu seperti ditulis Republika

Mengutip pandangan Lao Tse, tantangan terbesar bagi seseorang justru terletak di dalam dirinya sendiri. Menurut Ustaz Adib, pandangan filsuf Cina klasik itu selaras dengan esensi berpuasa, yakni mengendalikan hawa nafsu yang bersemayam di dalam diri.

Dia menjelaskan, puasa Ramadan hendaknya menjadi medium transformasi diri seorang Muslim. Pada akhirnya, orang yang berpuasa akan mengalami perubahan kualitas mental menjadi lebih baik.

Sejauh ini, lanjut dia, suasana bulan suci Ramadan di Indonesia umumnya kondusif. Hal ini seyogianya bisa memotivasi diri kolektif umat Islam untuk berlomba-lomba menunaikan kebaikan.

“Kita bersyukur puasa Ramadan di Indonesia sangat meriah dimulai saat penyambutan datangnya Ramadhan hingga berbagai amalan-amalan yang dilakukannya,” ujarnya.

Ustaz Adib Abdushomad mengingatkan, jangan sampai gegap-gempita suasana Ramadan mendistorsi tujuan puasa dan ibadah selama bulan suci. Misalnya, puasa harus mendorong seorang pengamalnya untuk berjihad atau berjuang ke arah yang lebih baik.

Dia mengutip pesan Nabi Muhammad SAW ketika umat Islam baru memeroleh kemenangan dalam Perang Badar. Sesampainya di Madinah, Rasulullah SAW mengatakan, umat baru saja kembali dari jihad kecil dan kini menuju jihad besar.

“Mereka (para sahabat) bertanya apakah jihad paling besar itu? Beliau (Rasulullah) bersabda, jihad melawan hawa nafsu,” jelasnya. Untuk diketahui, Perang Badar berlangsung saat Ramadan.

Baca Juga: Pakai Obat Hirup, Batalkah Puasa Penderita Asma?

Baca Juga: Jadikan Ramadan Bulan Pendidikan

Baca Juga: Ketika Nabi Muhammad Diolok-olok

Baca Juga: Batalkah Puasa Orang yang Menyelam?

Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

Rahasia Kunci Sukses Bisnis Ala Rasulullah SAW

Hikmah

Rahasia Kunci Sukses Bisnis Ala Rasulullah SAW
apahabar.com

Hikmah

Pelajaran Berharga Dari Sang Wali Allah Habib Basirih
apahabar.com

Hikmah

Tata Cara Salat Istisqa untuk Minta Hujan
apahabar.com

Hikmah

Cerita Saat Kulit Khalifah Umar Menghitam dan Mengering
apahabar.com

Hikmah

Tak Hanya Peduli, Umar bin Abdul Aziz Juga Sosok Tegas
apahabar.com

Hikmah

Ketika Ibnu Abbas Tinggalkan Itikaf Demi Bantu Sahabat Lain
apahabar.com

Hikmah

2 Tujuan di Balik Tuntunan Berziarah Kubur, Apa Saja?
apahabar.com

Hikmah

Batalkah Puasa Orang yang Menyelam?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com