Breaking News! Tabrakan Horor di Kotabaru, Motor vs Mobil Honda BRV Di Mubes WAPDA ke-IV, Gubernur Kalsel Ungkap Proyek Siring Ponpes Darussalam Jembatan Ambruk, Warga Pingaran Ilir Terpaksa Menyeberang Pakai Perahu Tali Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel

Riwayat Masjid Al Jihad (1), “Rebutan” Membangun Tempat Ibadah

- Apahabar.com     Kamis, 9 Mei 2019 - 11:18 WITA

Riwayat Masjid Al Jihad (1), “Rebutan” Membangun Tempat Ibadah

Masjid Al Jihad Banjarmasin tampak dari ketinggian. Foto- istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Masjid Al Jihad yang terletak di jalan Cempaka Besar, Banjarmasin, dibangun dengan tuntutan biaya yang tidak sedikit. Tempat yang akan dijadikan masjid itu ternyata juga diminati pihak non muslim untuk membuat tempat ibadah mereka.

Diceritakan Pembina Masjid Al Jihad, Taufik Hidayat, Masjid ini dibangun pada tahun 1969. Di balik pendiriannya, terdapat cerita yang cukup mengharukan. Yakni berawal dari pembelian rumah warga keturunan Tionghoa bernama Sing Kang (M Ilham).

Baca Juga: Paman Birin Hadiahi Masjid Jami Karpet Berharga Fantastis

Sing Kang menawarkan harga rumahnya sebesar Rp4,5 juta atau senilai 2,5 kg emas pada waktu itu. Namun akhirnya disepakati dengan harga Rp4,25 Juta.

“Cuma waktu pembayaran hanya 3 hari. Jika tidak bisa dilunasi, rumah milik Sing Kang tersebut akan dibeli orang lain dan dijadikan gereja,” kata Taufik.

Pimpinan Cabang Muhammadiyah 4 (PCM 4) itu melanjutkan, saat itu di kawasan tersebut sudah ada komplek Pendidikan Muhammadiyah yang dikelola PCM 4.

Baca Juga: Ratusan Santri Ramai Isi Liburan di Masjid Sabilal Muhtadin

“Akhirnya mengalir sumbangan, ada yang menyerahkan gelang emas 24 gram, cincin kawin emas, jam tangan merk Rolex milik Kadapol (Kapolda) Kalsel, dan seorang kakek tua sumbang sepeda butut kesayangannya,” terangnya.

Tepat 21 Juni 1969, terkumpul dana sesuai batas waktu yang telah disepakati. Setelah tanah dibeli, Masjid diberi nama Al Jihad yang berarti perjuangan.

“Sesuai dengan sejarah, semangat dan watak masjid ini,” ucap Taufik.

Pada tanggal 11 Juli 1969 tepat 25 Rabiul Akhir 1389 H, Masjid Al Jihad diresmikan.

Baca Juga: Masjid Noor (1), Saksi Bisu Dua Peristiwa Kelam

“Shalat Jumat perdana di Masjid Al Jihad dengan Khotib H M Arsyad Djafri dan muadzin H Muin,” kenang Pengurus Masjid Al Jihad itu.

Pada tahun 2010, masjid Al Jihad direhab total dengan menghabiskan biaya Rp15 Milyar. Rp11,6 Milyar di antaranya adalah bantuan Gubernur Kalsel saat itu, H Rudy Ariffin.

Sekarang, lanjut Taufik, Masjid Al Jihad menggelar banyak kegiatan peribadatan. Di antaranya pengajian dan ceramah agama yang rutin dalam sebulan.

“Sebulannya digelar 52 kali pengajian dan ceramah agama.”

Baca Juga: Seleksi Masuk Darul Musthofa Sudah Dibuka, Simak Persyaratannya

Untuk Imam tetap, Masjid Al Jihad menyiapkan 4 orang hafidz berusia muda.

Reporter: AHC 10
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Adik Guru Zuhdi Pimpin Majelis di Sungai Jingah Malam Ini

Habar

Masjidil Haram Ditabrak Mobil, Keamanan Ditingkatkan
apahabar.com

Habar

Pengobatan untuk Relawan dan Jemaah Haul Guru Sekumpul Digratiskan
apahabar.com

Habar

Di Jakarta, Mau Nikah Harus Cek Kesehatan
apahabar.com

Habar

Cerita Yulida dari London; Beratnya Puasa di Negeri Orang, Kangen Suasana Ramadan di Banua
apahabar.com

Habar

Masjid Jami Sirajul Huda, Masjid Keramat Peninggalan Datu Surya Sakti
apahabar.com

Habar

Tentukan 1 Syawal 1441 H, Kemenag Akan Gelar Sidang Isbat Besok

Habar

Saudi Batasi Jemaah Umrah Hanya 20 Ribu Jemaah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com