Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang Pencuri Hp Rosehan Diciduk Polisi, Ini Dalih Tersangka Kronologi Pria Kelumpang Tengah Tewas Disengat Ribuan Lebah

Rupiah Terkoreksi Seiring Kembali Memanasnya Perang Dagang AS dan China

- Apahabar.com Rabu, 29 Mei 2019 - 17:54 WIB

Rupiah Terkoreksi Seiring Kembali Memanasnya Perang Dagang AS dan China

Pekerja menghitung uang Dollar Amerika Serikat dan Rupiah di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta, Kamis (28/3/2019). Pada penutupan perdagangan, Rupiah menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan Asia setelah ditutup melemah 0,25 persen ke level 14.243. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.

apahabar.com, JAKARTA – Seiring kembali memanasnya perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China berdampak terhadap nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarabank di Jakarta pada Rabu (29/5/2019) bergerak melemah.

Dilansir Antara, rupiah melemah 35 poin atau 0,24% menjadi Rp 14.410 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.375 per dolar AS.

Baca Juga: Wakil Menteri ESDM Pastikan Stok BBM dan LPG Pertamina Aman

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Rabu (29/5) mengatakan China siap untuk menggunakan komoditas kimia, logam tanah jarang, untuk menyerang balik dalam perang dagang dengan AS.

“Langkah tersebut akan meningkatkan ketegangan antara dua ekonomi terbesar di dunia itu,” ujar Ibrahim.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin (27/5) lalu bahwa Washington belum siap untuk membuat kesepakatan dengan China.

Di sisi lain, Indeks Kepercayaan Konsumen di AS pada Mei 2019 versi Conference Board tercatat 134,1, naik 4,9 poin dibandingkan posisi bulan sebelumnya dan mencapai posisi tertinggi sejak November 2018. Artinya, konsumen AS masih optimistis menatap masa depan.

Konsumen masih berencana untuk meningkatkan belanja, yang bakal menjadi fondasi pertumbuhan konsumsi rumah tangga dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB). Konsumsi rumah tangga menyumbang hampir 70% dalam pembentukan PDB di Amerika Serikat.

“Oleh karena itu, AS masih punya harapan ekonomi bakal tumbuh kencang seiring kuatnya konsumsi rumah tangga, sehingga dengan data yang positif itu bisa saja The Fed (Federal Reserve) tidak jadi menurunkan suku bunga acuan tahun ini,” ujar Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp 14.387 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak pada kisaran Rp 14.385 per dolar AS hingga Rp 14.433 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp 14.417 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.380 per dolar AS.

Baca Juga: Ekspor Sawit Kalsel April-Mei Relatif Datar

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

PHE-Medco E&P Simenggaris Teken Perjanjian Jual Beli Gas
apahabar.com

Ekbis

Emas Berjangka Naik untuk Sesi ke-10 Berturut-turut
apahabar.com

Ekbis

Surat Edaran Menaker, THR Bisa Dicicil atau Ditunda
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Ditutup Stagnan, Terpengaruh Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja
apahabar.com

Ekbis

Diterjang Corona, Denyut PAD Kalsel Melemah
apahabar.com

Ekbis

Tekan Alih Fungsi Lahan, BI Kalsel Adopsi Konsep Edupark Yogjakarta
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Berpeluang Menguat, Meski Tertahan Potensi Resesi
apahabar.com

Ekbis

Keputusan Tata Motors Pertahankan atau Lepas Jaguar Land Rover
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com