Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Saling Memaafkan di Bulan Suci

- Apahabar.com Selasa, 14 Mei 2019 - 07:00 WIB

Saling Memaafkan di Bulan Suci

Ilustrasi saling memaafkan. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof KH Nasaruddin Umar mengimbau masyarakat Tanah Air, khususnya umat muslim harus bisa memaknai Ramadan sebagai momentum terbaik.

Di bulan suci inilah kesempatan untuk mempererat tali persaudaraan, perdamaian dan saling memaafkan. Bulan Ramadhan kali ini bagi bangsa Indonesia dinilai betul-betul sangat rahmat. Ramadhan hadir di waktu yang tepat.

“Di mana saat sebelum pemilu kemarin tentunya kita pernah dilukai hati kita oleh orang lain, mungkin kita pernah dikecewakan oleh orang lain. Bahkan kita mungkin juga pernah mengecewakan atau melukai hati orang lain. Nah di bulan suci Ramadan ini kita dianjurkan untuk saling memaafkan untuk mempererat tali persaudaraan dan perdamaian,” tutur Nasaruddin seperti ditulis Sindonews.com.

Mantan Wakil Menteri Agama ini berharap agar dengan adanya bulan Ramadhan ini, semua pihak dapat mendinginkan situasi yang diibaratkan “panas setahun dihapuskan oleh hujan sehari”.

Untuk itu, dia mengimbau kepada umat Islam pada khusunya untuk menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai bulan penyejuk, bulan pendingin dan bulan untuk mendamaikan satu sama lain.

“Sehingga diharapkan nantinya begitu kita keluar dari bulan suci Ramadhan ini seperti sudah tidak pernah ada apa-apa. Jadi kita tidak ada lagi semacam dendam, tidak ada lagi kekecewaan yang muncul, sehingga ringan beban kita dan termaafkan oleh Allah SWT secara vertikal, dan ringan juga beban kita karena kita sudah saling memaafkan secara horizontal,” tuturnya.

Dia mengingatkan agar semua pihak lebih fokus untuk membangun negeri ini pada masa depan. Tujuannya agar bangsa ini bisa bersaing dengan negara lain yang sudah maju.

“Kalau perlu kita bisa melebihi negara-negara lainnya itu. Karena kita ini kan berobsesi Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur yakni negeri yang sangat indah dan penuh dengan pengampunan Tuhan,” kata pria yang juga Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Baca Juga: Kalsel Waspada ‘People Power’, Kapolda: Masyarakat Sudah Pintar, Tak Terpengaruh

Baca Juga: Petaka Tumpahan Minyak Balikpapan, Kompak Resmi Gugat Pemerintah !

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Arab Saudi Umumkan Kasus Pertama Positif Virus Corona

Nasional

Hashtag #Anak STM dan #MahasiswaBergerak Trending Twitter, Demo Tolak UU Cipta Kerja di Sejumlah Daerah Ricuh
apahabar.com

Nasional

Anies: Reuni 212 Cerminan Persatuan Indonesia
apahabar.com

Nasional

Lift Gedung Nusantara I DPR RI Terbakar, Api Sempat Berkobar
puan maharani

Nasional

Viral Video Detik-detik Puan Maharani Diduga Matikan Mic Irwan Fecho, Masinton Pasaribu PDIP : Mic Mati Otomatis
apahabar.com

Nasional

Gelar Rapat Terbatas, Jokowi Minta Kondisi Papua Segera Dipulihkan  
apahabar.com

Nasional

Pria Pemakai Jasa Vanessa Angel Tak Bisa Dijerat, Ini Alasan Polisi
apahabar.com

Nasional

KPK: 2 Pegawai Positif Covid-19 Masih Jalani Isolasi di Rumah Sakit
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com