Pak Wali… Pengungsi Banjir di Banjarmasin Mulai Sakit-sakitan, Poskes Over Diduga Sakit Hati, Pria Gantung Diri di Batulicin Sering Cekcok dengan Istri Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir dan Ancaman Tim Paman Birin, “Sudah Jatuh Warga Tertimpa Tangga” PMI Balikpapan Tak Terima Bantuan Pakaian Bekas untuk Korban Banjir Kalsel

Sambangi Banjarmasin, Etnomusikolog Asal California akan Teliti Musik Tradisional

- Apahabar.com Jumat, 10 Mei 2019 - 19:25 WIB

Sambangi Banjarmasin, Etnomusikolog Asal California akan Teliti Musik Tradisional

Yayasan Palatar mengadakan study club bersama Palmer Keen seorang etnomusikolog asal California, Amerika Serikat. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Yayasan Palatar mengadakan study club bersama Palmer Keen seorang etnomusikolog asal California, Amerika Serikat, bertempat di Gedung Wargasari, Taman Budaya Kalimantan Selatan (Kalsel), Jum’at (17/5) akan datang.

Palmer melalui program Aural Archipelago-nya berkeliling nusantara melakukan kerja riset etnomusikologi terhadap musik nusantara. Kali ini, Palmer berkesempatan mengunjungi Kalimantan Selatan.

Yayasan Palatar membuka ruang study club yaitu sebuah ruang belajar yang berkonsep open sharing dan workshop dengan mempertemukan orang yang memiliki keahlian di bidang ilmu tertentu dengan peserta study club.

Baca Juga: Hafal Alquran, Dapatkan Paket Ramadan Dari Rumah Zakat

“Ruang ini dibatasi oleh jumlah peserta dan waktu agar transfer ilmu bisa berjalan dengan kondusif,” ucap Ketua Yayasan Palatar, Novyandi Saputra kepada apahabar.com, Jumat (10/5).

Palmer menyebut Indonesia adalah negara dengan kekayaan musik yang sangat beragam. Sehingga, ia tertarik untuk melakukan perjalanan riset musik tradisional Indonesia.

Musik tradisional adalah musik yang hidup di masyarakat secara turun temurun dipertahankan sebagai sarana hiburan.

Selain fungsinya untuk berbagai kepentingan masyarakat musik tradisi perlu dikaji secara ilmiah menurut ilmu pengetahuan dengan tujuan untuk mengetahui ilmu dibalik pertunjukan dan perwujudan kesenian.

Begitu pula yang dilakukan oleh Palmer Keen selama ini. Sudah lebih dari 100 musik nusantara yang telah didokumentasikannya.

Melihat, mendengar dan mencatat (merekam) merupakan upaya para etnomusikolog memposisikan musik tradisi yang masih hanya dinikmati oleh masyarakat pemiliknya saja bisa diketahui dan diminati oleh masyarakat yang lebih luas.

Beberapa pekan lalu Palmer telah mengunjungi daerah-daerah di Kalimantan Selatan Tabalong (Upau), Balangan (Kapul/Halong), Hulu Sungai Selatan (Loksado dan Malinau), dan Hulu Sungai Tengah (Barikin).

Kemudian di akhir kunjungannya Palmer Keen akan mengunjungi Banjarmasin dan membagikan pengalaman tentang ruang kerja dan risetnya terhadap musik tradisional Indonesia dalam ruang study club Yayasan Palatar.

Kegiatan ini turut difasilitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Resmi Polisikan Adhariani, Denny Indrayana: Hentikan Fitnah Keji

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Cegah Virus Corona, Dewan Kota Dukung Langkah Pemkot Banjarmasin Liburkan Sekolah
apahabar.com

Kalsel

PKB Buka Suara Soal Pendamping Ideal Paman Birin
apahabar.com

Kalsel

Hujan Lokal Mengintai

Kalsel

Dikira Patung, Ternyata Mayat Pemuda Rawasari Mengapung
apahabar.com

Kalsel

Menu Setara, Siasat Batola Perangi Kasus Stunting
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini Waspadai Hujan Lokal

Kalsel

Alhamdulillah! 10 Ribu Lebih Warga Kalsel Sembuh dari Covid-19
Kemendes

Kalsel

38 Desa di Tabalong Terima Penghargaan Kemendes RI, 7 dari Muara Harus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com