Kandas di Piala Presiden, Barito Putera Langsung Fokus ke Liga 1 Persiba Balikpapan Gasak PSIM Yogyakarta 2-0 Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik Indomaret Izin Masuk Barabai Bukan Pepesan Kosong Gaji ke-13 Sudah Cair Rp 8 Triliun, ASN Banjarmasin Sabar Dulu…

Sendirian di Norwegia, Rae Jalani Puasa dengan Menggigil

- Apahabar.com     Sabtu, 11 Mei 2019 - 04:43 WITA

Sendirian di Norwegia, Rae Jalani Puasa dengan Menggigil

Musim Dingin di Norwegia. Foto-sportourism

Di Norwegia, Rae berpuasa jauh dari sanak saudara. Juga dengan teman seagama. Maka berpuasa sendirian yang ditempuh selama 18 jam di suhu minus 20 derajat celcius itu adalah pengalaman puasa terpahit yang pernah dialaminya. Namun imannya tetap membara, meski ketaatan dijalaninya dengan menggigil.

 Nita, BANJARMASIN

RAMADAN adalah bulan yang dinantikan umat Islam di berbagai penjuru dunia. Tak terkecuali, bagi warga Indonesia yang sempat merasakan berpuasa di Norwegia, Rae Medina Anne Stevanya (20).

Baca Juga: Menengok Aktivitas Si Mahasiswi Cantik Avina Selama Ramadan di Switzerland

Rae –sapaannya- sempat merasakan pahitnya puasa di negeri orang karena harus menjalani pendidikan di Norwegia. Dia berada di negeri itu selama 3 bulan, yang di dalamnya terdapat bulan Ramadan.

“Saat itu dalam rangka student exchange and volunteering di Norwegia,” ucap Rae saat dihubungi apahabar.com.

Rae mengingat, di Norwegia adalah pengalaman pertamanya berpuasa di negeri yang penduduknya mayoritas non-muslim. Dan itu harus dijalaninya dengan perjuangan sengit.

“Ini pertama kalinya Ramadhan jauh dari kedua orang tua, apalagi saya satu dorm(asrama) dengan teman-teman non-muslim jadi harus mandiri buat sahur dan berbuka,” ujar Rae.

Kendala cuaca adalah salah satu ujian terberatnya. Dia harus menahan rasa lapar dan dinginnya suhu adara di waktu bersamaan.

“Karena waktu itu suhu mencapai minus 20 derajat celcius. Jadi memang sulit untuk beradaptasi,” katanya.

Selain menahan lapar dan dahaga, sebagai relawan Rae juga dituntut beraktifitas banyak di siang hari. Padahal, puasa di sana dijalani dalam waktu 18 jam lamanya.

“Aktivitasnya cukup berat, seperti mengajar anak-anak dan membantu bersih-bersih panti asuhan. Tapi aku harus tetap puasa, meskipun cuacanya cukup ekstrem,” jelasnya.

Selama di sana, wanita asal Tamiyang Layang ini mengaku rindu akan masakan Indonesia selama berada di Norwegia. Terutama menu-menu khas saat berbuka.

“Biasanya di Indonesia ada takjil seperti macam-macam kue dan makanan-makanan berat yang enak. Semuanya sulit ditemukan di sini. Jadi aku buka puasa seadanya, kadang cuma potongan buah atau langsung makan berat aja,” ungkapnya.

Di Norwegia, lanjut Rae, tidak ada perlakuan khusus bagi umat Islam yang berpuasa layaknya sebagian daerah di Indonesia. Terlebih, di Norwegia, dia tinggal jauh dari pusat kota dan tak ada satu pun saudara seagama di dekatnya.

“Orang-orang disini menjalani keseharian mereka kayak biasa. Terus karena gak ada temen muslim, jadi untuk beribadah seperti tarawih atau Idul Fitri saya jalani sendiri di dorm,” terangnya.

“Sedih banget. Jadi ngga bisa mudik dan sungkeman sama orang tua,” kenangnya.

Baca Juga: Riwayat Masjid Al Jihad (1), “Rebutan” Membangun Tempat Ibadah

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Ketua KPU Kalsel Tanggapi soal WNA di Pemilu 2019

Tak Berkategori

Innalillah! Putra Guru Bangil Meninggal Dunia
apahabar.com

Tak Berkategori

SOTR Ala Kalsel Mengaji
Bank Penyedia Pendanaan Dampak Covid-19 Dapat Intensif

Tak Berkategori

Bank Penyedia Pendanaan Dampak Covid-19 Dapat Intensif
apahabar.com

Tak Berkategori

Jelang Pilkada Serentak 2020, Bupati HSS Achmad Fikry Ingatkan Netralitas ASN
apahabar.com

Tak Berkategori

Netflix Tertarik Membuat Karya Roald Dahl Menjadi Serial Animasi
Target Vaksinasi

Tak Berkategori

Banjarbaru Masih Harus Kejar Target Vaksinasi 80 Persen, Ini Alasannya
apahabar.com

Tak Berkategori

Dua Lelaki Kepergok Saat Nimbang Sabu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com