Tenang.. Kombes Subchan Jamin Stok Oksigen Kalsel Aman! Resmi, Jokowi Perpanjang PPKM Level IV hingga 2 Agustus Pakar ULM: Pelacakan Covid-19 di Banjarmasin Mendekati Nol! STOK Oksigen di RS Ulin Banjarmasin Tinggal Hitungan Jam, Cek Faktanya Kucurkan Miliaran Rupiah, PPKM Level IV Banjarmasin Tanpa Jam Malam

Sendirian di Norwegia, Rae Jalani Puasa dengan Menggigil

- Apahabar.com     Sabtu, 11 Mei 2019 - 04:43 WITA

Sendirian di Norwegia, Rae Jalani Puasa dengan Menggigil

Musim Dingin di Norwegia. Foto-sportourism

Di Norwegia, Rae berpuasa jauh dari sanak saudara. Juga dengan teman seagama. Maka berpuasa sendirian yang ditempuh selama 18 jam di suhu minus 20 derajat celcius itu adalah pengalaman puasa terpahit yang pernah dialaminya. Namun imannya tetap membara, meski ketaatan dijalaninya dengan menggigil.

 Nita, BANJARMASIN

RAMADAN adalah bulan yang dinantikan umat Islam di berbagai penjuru dunia. Tak terkecuali, bagi warga Indonesia yang sempat merasakan berpuasa di Norwegia, Rae Medina Anne Stevanya (20).

Baca Juga: Menengok Aktivitas Si Mahasiswi Cantik Avina Selama Ramadan di Switzerland

Rae –sapaannya- sempat merasakan pahitnya puasa di negeri orang karena harus menjalani pendidikan di Norwegia. Dia berada di negeri itu selama 3 bulan, yang di dalamnya terdapat bulan Ramadan.

“Saat itu dalam rangka student exchange and volunteering di Norwegia,” ucap Rae saat dihubungi apahabar.com.

Rae mengingat, di Norwegia adalah pengalaman pertamanya berpuasa di negeri yang penduduknya mayoritas non-muslim. Dan itu harus dijalaninya dengan perjuangan sengit.

“Ini pertama kalinya Ramadhan jauh dari kedua orang tua, apalagi saya satu dorm(asrama) dengan teman-teman non-muslim jadi harus mandiri buat sahur dan berbuka,” ujar Rae.

Kendala cuaca adalah salah satu ujian terberatnya. Dia harus menahan rasa lapar dan dinginnya suhu adara di waktu bersamaan.

“Karena waktu itu suhu mencapai minus 20 derajat celcius. Jadi memang sulit untuk beradaptasi,” katanya.

Selain menahan lapar dan dahaga, sebagai relawan Rae juga dituntut beraktifitas banyak di siang hari. Padahal, puasa di sana dijalani dalam waktu 18 jam lamanya.

“Aktivitasnya cukup berat, seperti mengajar anak-anak dan membantu bersih-bersih panti asuhan. Tapi aku harus tetap puasa, meskipun cuacanya cukup ekstrem,” jelasnya.

Selama di sana, wanita asal Tamiyang Layang ini mengaku rindu akan masakan Indonesia selama berada di Norwegia. Terutama menu-menu khas saat berbuka.

“Biasanya di Indonesia ada takjil seperti macam-macam kue dan makanan-makanan berat yang enak. Semuanya sulit ditemukan di sini. Jadi aku buka puasa seadanya, kadang cuma potongan buah atau langsung makan berat aja,” ungkapnya.

Di Norwegia, lanjut Rae, tidak ada perlakuan khusus bagi umat Islam yang berpuasa layaknya sebagian daerah di Indonesia. Terlebih, di Norwegia, dia tinggal jauh dari pusat kota dan tak ada satu pun saudara seagama di dekatnya.

“Orang-orang disini menjalani keseharian mereka kayak biasa. Terus karena gak ada temen muslim, jadi untuk beribadah seperti tarawih atau Idul Fitri saya jalani sendiri di dorm,” terangnya.

“Sedih banget. Jadi ngga bisa mudik dan sungkeman sama orang tua,” kenangnya.

Baca Juga: Riwayat Masjid Al Jihad (1), “Rebutan” Membangun Tempat Ibadah

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Update Haul Sekumpul; 40 Toko di Pasar Sekumpul Ludes, Penginapan Lain Masih Terbuka
apahabar.com

Habar

Cegah Corona, Masjid Meulaboh Gulung Semua Karpet
apahabar.com

Habar

Kenang NU Banua di Harlah ke 94; Masyarakat Banjar Loyal dengan NU
Ilustrasi jemaah umrah. Foto-net

Habar

Penerbangan Internasional Dibuka Mei, Calon Jemaah Umrah Diminta Bersabar
Salat di Masjid Raya Sumbar, Turis China: Beban Sirna

Habar

Salat di Masjid Raya Sumbar, Turis China: Beban Sirna
apahabar.com

Habar

Lagi, Relawan Haul Guru Sekumpul Bangun 10 Toilet
apahabar.com

Habar

Grup Nasyid Ar Ridwan Akan Ramaikan Tablig Akbar Ustadz Somad di Martapura
apahabar.com

Habar

Fatwa MUI tentang Pedoman Pengurusan Jenazah Muslim Terinfeksi Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com