Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Siapakah Muslim yang Boleh tidak Berpuasa Ramadan?

- Apahabar.com Senin, 13 Mei 2019 - 07:00 WIB

Siapakah Muslim yang Boleh tidak Berpuasa Ramadan?

Orang sakit diperkenankan tidak berpuasa. Foto-wajibbaca.com

apahabar.com, JAKARTA –  Ramadan, bulan yang paling ditunggu oleh umat Islam. Sebab Ramadan yang datang hanya sekali dalam setahun itu merupakan bulan penuh ampunan.

Namun, ada empat golongan yang diperbolehkan untuk tidak menjalankan ibadah puasa Ramadan serta satu golongan yang dilarang berpuasa. Seperti ditulias liputan6.com, ini mereka yang boleh tidak puasa.

  1. Orang yang sakit

Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 185, “Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.

Baca Juga: 17 Pahala Sahur yang Luar Biasa

Orang sakit yang diizinkan tidak berpuasa adalah orang sakit yang apabila menjalankan puasa, dapat memperparah kondisi yang bersangkutan. Meski tidak berpuasa, namun orang tersebut harus membayar puasanya tersebut.

  1. Orang yang sedang dalam perjalanan jauh

Nabi Muhammad bersabda dalam hadis riwayat Muslim, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bersafar melihat orang yang berdesak-desakan. Lalu ada seseorang yang diberi naungan. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Siapa ini?” Orang-orang pun mengatakan, “Ini adalah orang yang sedang berpuasa.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah suatu yang baik seseorang berpuasa ketika dia bersafar.

Jadi, apabila seseorang yang melakukan perjalanan jauh saat berpuasa diizinkan untuk tidak berpuasa apabila kondisinya berat dan menyulitkan. Namun, orang tersebut wajib mengganti puasanya di kemudian hari.

  1. Orang lanjut usia (lansia)

Orang tua yang tidak mampu menjalankan puasa diberi kelonggaran untuk tidak berpuasa. Sebagai gantinya, orang tersebut diwajibkan untuk membayar fidyah yaitu dengan memberi makan fakir miskin setiap kali orang tersebut tidak berpuasa.

Baca Juga: Lafal Niat Salat Tarawih Sendiri

Allah berfirman dalam Al-Baqarah ayat 184, “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.

Adapun ukuran satu fidyah adalah setengah sho’, kurma atau gandum atau beras, yaitu sebesar 1,5 kg beras.

  1. Wanita hamil dan menyusui

Nabi bersabda dalam hadis riwayat Ahmad, “Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla menghilangkan pada musafir separuh shalat. Allah pun menghilangkan puasa pada musafir, wanita hamil dan wanita menyusui.”

Apabila ibu yang sedang mengandung dan menyusui tidak mampu berpuasa, Allah meringankan untuk tidak berpuasa dan menggantinya di kemudian hari.

Sementara satu golongan yang dilarang untuk berpuasa adalah wanita dalam keadaan haid dan nifas. Nabi bersabda dalam Hadis Riwayat Bukhari, “Bukankah ketika haid, wanita itu tidak shalat dan juga tidak puasa. Inilah kekurangan agamanya.

Baca Juga: Ramadan Disambut Suka Cita, Berikut Lima Selebritas Dunia yang Jalankan Puasa

Wanita yang haid dan nifas dilarang berpuasa selama masa haid dan nifas tersebut. Namun, mereka tetap harus mengganti puasa di kemudian hari.

Editor: Syarif

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Tanggapi Ucapan Selamat Natal, Muhammadiyah: Kembalikan ke Pilihan Setiap Muslim
apahabar.com

Religi

Ketika Bani Hasyim Mendapat Boikot dari Kafir Quraisy
apahabar.com

Habar

Kecewa dengan Aksi Cina di Natuna, MUI: Kaji Ulang Hubungan dengan Mereka
apahabar.com

Habar

Tanggapi Isu Corona, Dua Ulama Martapura: Taati Pemerintah dan Dukung NU Banjar Peduli
apahabar.com

Ceramah

Gus Baha: Hidup Jangan Dibikin Sulit
apahabar.com

Religi

Heran Melihat Umar bin Khattab Tidur Beralas Kerikil, Utusan Kaisar: Raja yang Ditakuti Ternyata Hanya Begini
apahabar.com

Religi

Habib Umar bin Hafidz: Ucapan Selamat Natal Diperbolehkan Bersyarat
apahabar.com

Habar

Didaulat Jadi Ketua MUI Banjar, Guru Muhammad Husin Soroti Muallaf di Paramasan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com