Masuk 10 Terbaik Nasional, Pertumbuhan Mobile Banking bank bjb Tercatat Paling Pesat Nah Lho.. Anggota DPRD Kalsel Terjaring Jam Malam di Banjarmasin Yang Terjadi Jika MK Menerima Permohonan AnandaMu… Saat Banjarmasin Berlakukan Jam Malam: Lampu-Lampu Dimatikan, ‘Jalur Tikus’ Dijaga Ketat 3 Pelajar Banjarmasin Raih Juara Lomba Baca Berita, Salah Satunya dari SMP Almazaya

Suka Pakai Telepon WhatsApp? Waspadai Spyware Israel!

- Apahabar.com Selasa, 14 Mei 2019 - 15:27 WIB

Suka Pakai Telepon WhatsApp? Waspadai Spyware Israel!

apahabar.com, JAKARTA – WhatsApp belum benar-benar aman bagi para penggunanya. Sebuah laporan menyebut adanya celah pada aplikasi WhatsApp, tepatnya pada fitur telepon WhatsApp, yang membuat spyware asal Israel bisa menyusup, terdapat celah yang bisa dimasuki para hacker untuk memata-mata percakapan.

Berdasarkan laporan Financial Times yang dilansir CNBCIndonesia, fitur telepon WhatsApp masih bisa disusupi oleh spyware asal Israel. Spyware tersebut adalah buatan perusahaan Israel bernama NSO Group. Spyware ini bisa menginvasi telepon WhatsApp pada versi Android dan iOS, seperti dikutip dari 9to5Mac, Selasa (14/5/2019).

Spyware ini tak hanya bisa menyusupi lewat telepon, tetapi juga melalui panggilan telepon yang tak dijawab oleh pengguna. Dalam sejumlah kasus panggilan yang tak terjawab ini bisa hilang dalam dari daftar panggilan sehingga pengguna tidak menyadari adanya telepon tersebut.

Banyak informasi yang belum jelas mengenai penyusupan ini, namun laporan tersebut menyatakan celah keamanan ini telah terbuka selama beberapa minggu. WhatsApp juga sedang melakukan investigasi internal akan hal ini dan belum mengetahui jumlah pengguna yang terkena dampaknya.

“Serangan ini dilakukan sebuah perusahaan privat yang dikenal sering dikontrak pemerintah untuk mengirimkan spyware yang disebut-sebut bisa mengambil alih fungsi sistem operasi ponsel,” ujar WhatsApp dalam pernyataan resminya.

“Kami sudah memberi tahu sejumlah organisasi hak asasi manusia informasi yang kami ketahui, agar mereka bisa menyebarkan ke komunitas lain,” ujarnya lagi.

Dikutip dari Detikcom, pihak WhatsApp juga disebut belum bisa mengetahui jumlah penggunanya yang terdampak atas serangan ini. Tetapi sebagai informasi, perusahaan milik Facebook itu saat ini mempunyai lebih dari 1,5 miliar pengguna.

Sebagai informasi, NSO Group adalah perusahaan pembuat alat mata-mata seperti Pegasus dan menjajakannya ke banyak pemerintah di seluruh dunia sebagai alat untuk memerangi kejahatan dan terorisme.

Baca Juga: Tradisi Pecinta Manchester United Banjarmasin Saat Ramadan Tetap Terjaga

Baca Juga: Pasca Serangan Israel ke Palestina Jelang Ramadan, ACT Terus Gencarkan Bantuan

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Lakukan 4 Hal Ini Saat Kolesterol Naik
apahabar.com

Gaya

Ingat! Pakai Ban Serep Jangan Ngebut
apahabar.com

Gaya

Samsung Galaxy S10 Plus vs Samsung Galaxy Note 9
apahabar.com

Gaya

Desain Trendy dan Kamera Color Portrait Jadi Unggulan OPPO Reno4 F
apahabar.com

Gaya

Empat Cara Jitu Cegah Pencurian Motor
apahabar.com

Gaya

Desain Mewah, Segini Harga Samsung Galaxy Z Fold 2 di Indonesia
apahabar.com

Gaya

Siemens Luncurkan Peralatan Medis CT Canggih
Google-Apple Berkolaborasi Buat Pelacak Penyebaran Covid-19, Jangkau 1/3 Warga Dunia

Gaya

Google-Apple Berkolaborasi Buat Pelacak Penyebaran Covid-19, Jangkau 1/3 Warga Dunia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com