Belasan Mahasiswa-Polisi Luka-Luka, Polres Ungkap Biang Ricuh #SaveKPK II di Banjarmasin #SAVEKPK Bergaung di Banjarmasin: Ratusan Mahasiswa Ultimatum Ketua DPRD Kalsel di Tengah Guyuran Hujan Tagih Janji Reklamasi, Dewan Tabalong Ngotot Panggil Bos Adaro UPDATE! Tunggu Supian HK, Massa #SaveKPK di Banjarmasin Ngotot Bertahan Jenderal Lapangan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Terluka, Tangan-Kepala Berdarah

Tanggulangi Rabies, Kementan Luncurkan Vaksin Neorabivet

- Apahabar.com Kamis, 2 Mei 2019 - 07:00 WIB

Tanggulangi Rabies, Kementan Luncurkan Vaksin Neorabivet

Seorang petugas menyuntikkan vaksin anti rabies pada anjing milik warga. Foto – Antara/Nyoman Budhiana

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan vaksin Neorabivet untuk menanggulangi penyakit rabies. Vaksin rabies yang menggunakan strain Pasteur ini dipastikan memiliki kualitas yang baik dan menjamin perlindungan hewan kesayangan dari ancaman penyakit rabies dengan durasi lebih dari 1 tahun.

Vaksin itu merupakan karya Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan.

Adanya produk baru vaksin Neorabivet ini diharapkan dapat ikut mendukung sekaligus mendorong percepatan upaya pemberantasan rabies di Indonesia dengan target bebas tahun 2030.

Dilansir Antara, vaksin rabies yang menggunakan strain Pasteur ini dipastikan memiliki kualitas yang baik dan menjamin perlindungan hewan kesayangan dari ancaman penyakit rabies dengan durasi lebih dari 1 tahun.

Baca Juga: Viral; Foto Ini Ungkap ‘Prediksi’ Gus Dur pada Jokowi

“Dalam program pemberantasan rabies bertahap seluruh Indonesia 2030, diperlukan dukungan berupa ketersediaan vaksin yang berkualitas dan dalam jumlah besar. Adanya vaksin rabies baru ini tentu saja akan banyak membantu pemenuhan kebutuhan tersebut,” kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (1/5/2019).

Ketut pada peresmian gedung baru Pusvetma Surabaya sekaligus peluncuran vaksin baru, menyampaikan adanya produk baru vaksin Neorabivet ini diharapkan dapat ikut mendukung sekaligus mendorong percepatan upaya pemberantasan rabies di Indonesia dengan target bebas tahun 2030.

Ada pun vaksin ini diproduksi oleh instansi pemerintah, sehingga kualitasnya dipastikan terjamin.

Senada dengan Ketut, Ni Made Ria Isriyanthi, mewakili Direktur Kesehatan Hewan menyampaikan bahwa nomor pendaftaran obat hewan untuk Neorabivet telah terbit dan vaksin sudah siap diedarkan dan dijual.

Pusvetma telah memiliki sertifikat Cara Pembuatan Obat Hewan Yang Baik (CPOHB) yang diterbitkan oleh Ditjen PKH Kementan. Dengan CPOHB, kualitas produk Pusvetma dipastikan mampu memenuhi persyaratan mutu, khasiat, dan keamanan obat hewan, sehingga mampu bersaing dengan produk-produk sejenis di pasaran.

Lebih lanjut Ketut menjelaskan bahwa saat ini vaksinasi merupakan metode mendasar sebagai upaya preventif, mempromosikan kesehatan, dan kesejahteraan hewan, serta mengurangi risiko paparan pathogen yang bersifat zoonosis.

Baca Juga: Pleno Banjarbaru Selesai, Ini Capres Yang Menang

Upaya vaksinasi tersebut telah berkontribusi secara signifikan untuk mengurangi tingkat kejadian berbagai penyakit hewan menular khususnya penyakit hewan menular strategis (PHMS).

Menurut dia, program vaksinasi yang efektif dan diimplementasikan secara luas, dapat menurunkan penggunaan antimikroba yang memberikan dampak terhadap berkurangnya risiko terjadinya resistensi antimikroba yang merupakan isu global baik di sektor kesehatan manusia maupun kesehatan hewan.

Ketut juga berpesan agar Pusvetma selalu bersinergi dan berkolaborasi dengan UPT Bidang Kesehatan Hewan lainnya, termasuk dengan perguruan tinggi dan pihak swasta, sehingga Pusvetma mampu menghasilkan inovasi-inovasi serta pengembangan metode terbaru untuk menghasilkan produk vaksin hewan yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan konsumen.

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

2.000 Atlet Ikuti Kejurnas Pencak Silat JSOC 2019
apahabar.com

Nasional

Sri Mulyani Masuk Daftar Wanita Berpengaruh Dunia
apahabar.com

Nasional

Gempa Magnitudo 6,1 di Pulau Alor
apahabar.com

Nasional

Ini Alasan Siti Aisyah Bebas dari Hukuman Mati
apahabar.com

Nasional

Sudah Satu Mobil Lagi, Istri Ifan Seventeen Meninggal Dunia
apahabar.com

Nasional

Jelang Natal, Harga Daging Ayam Tembus Rp65.000
apahabar.com

Nasional

Mereka yang Menjunjung Tinggi Kode Etik Jurnalistik, Nyawa Pun Dipertaruhkan
apahabar.com

Nasional

Buaya Besar Gegerkan Warga Kalianda Lampung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com