Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Tarif Batas Atas Pesawat Turun, Mengapa?

- Apahabar.com Kamis, 16 Mei 2019 - 20:21 WIB

Tarif Batas Atas Pesawat Turun, Mengapa?

Ilustrasi. Foto-Bisnis Tempo.co

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah telah memutuskan untuk menurunkan tarif batas atas (TBA) harga tiket pesawat domestik.

Keputusan itu dituangkan melalui perubahan dalam Keputusan Menteri Perhubungan No 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri yang ditandatangani tadi malam, Rabu 15 Mei 2019.

Baca Juga: Hari Ini TBA Turun, Berikut Pantauan Terbaru Harga Tiket Pesawat dari Banjarmasin

Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri telah diatur dalam keputusan menteri nomor 72/2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Selanjutnya, menugaskan Kementerian Perhubungan untuk melakukan perubahan KM 72/2019 tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti menjelaskan, revisi dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap aspirasi masyarakat. Dan, tetap memperhatikan keberlangsungan industri penerbangan, terutama menjelang pelaksanaan Angkutan Lebaran tahun 2019. Dalam peraturan itu, Polana melanjutkan, penurunan TBA sebanyak 12 – 16 persen.

“Tentu saja, tetap mengedepankan faktor-faktor substansial seperti keselamatan keamanan dan, dan juga on time performance (OTP) tetap menjadi prioritas,” terangnya melalui siaran pers yang diterima apahabar.com, Kamis (16/5).

Komponen biaya yang memberi kontribusi terhadap Penurunan TBA tersebut berasal dari efektifitas operasional pesawat udara di bandara. Sehingga terjadi efisiensi bahan bakar dan juga efisiensi jam operasi pesawat udara. Dengan peningkatan OTP memberikan kontribusi terhadap efisiensi pengoperasional pesawat udara.

Polana menerangkan, peningkatan OTP pada Januari–Maret 2019 tercatat adanya peningkatan ketepatan waktu penerbangan OTP. Rata –rata 86,29 persen dari 78,88 persen pada periode yang sama tahun 2018.

Polana juga menjelaskan, harga tiket bersifat fluktuatif. Penentuan dasar tarif, kata Polana, tidak hanya dipengaruhi oleh single factor, tetapi multi factor.

“Di antaranya biaya operasional penerbangan, jasa kebandarudaraan (PSC), jasa pelayanan navigasi penerbangan, pajak, asuransi dan lain-lain. Beberapa komponen ini sangat dipengaruhi oleh kurs Dolar terhadap Rupiah,” ungkap Polana.

Pemberlakukan Tarif sesuai KM 106/2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, Badan Usaha Angkutan Niaga Berjadwal harus segera melakukan penyesuaian paling lambat dua hari sejak ditetapkan keputusan menteri ini.

Keputusan baru ini akan dilakukan evaluasi secara berkala setiap tiga bulan dan sewaktu waktu dalam hal terjadi perubahan signifikan yang memengaruhi keberlangsungan kegiatan badan usaha angkutan udara.

Baca Juga: Ingin Mudik Naik Kapal, Simak Jadwal dan Harga Tiketnya!

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz F

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Paket J&T Laris Manis karena Promo, FMCG Paling Banyak Dikirim
apahabar.com

Ekbis

Isu Lion Air Setop Operasi, Cek Faktanya
apahabar.com

Ekbis

DPD RI: Palapa Ring Bisa Jadi Jalan Mengakselerasi Pemerataan Ekonomi
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Melemah, Pasar Masih Berharap Ekonomi Bisa Pulih
apahabar.com

Ekbis

Kemenhub Hapus Aturan Pembatasan Penumpang 50 Persen
apahabar.com

Ekbis

Pemulihan Ekonomi Global Dorong Penguatan Rupiah
apahabar.com

Ekbis

Dampak Pilpres AS, Emas Dunia Jadi “Gila”
apahabar.com

Ekbis

Senin Pagi, Rupiah Menguat 0,28%
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com