Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin Menengok Kondisi Pengungsi Banjar di Kota Idaman Banjarbaru

Teledor! 5.543 Guru Honorer di Kalsel Tak Terima THR, Dewan Minta Maaf

- Apahabar.com Kamis, 23 Mei 2019 - 12:59 WIB

Teledor! 5.543 Guru Honorer di Kalsel Tak Terima THR, Dewan Minta Maaf

Ilustrasi. Foto-koranindonesia.id

apahabar.com, BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) prihatin atas 5.543 guru honorer yang berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi (Pemprov) tak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan.

“Lagi-lagi sangat memprihatinkan THR Guru Honorer tidak dianggarkan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019,” ucap Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin kepada apahabar.com, Kamis (23/5) siang.

Semestinya, kata Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Kalsel ini, semua pihak harus lebih memperhatikan dan peduli terhadap nasib guru honorer di Kalsel.

Kalau tahun lalu tak menganggarkan THR untuk guru honorer, menurutnya masih bisa dimaklumi. Lantaran, baru adanya Keputusan Presiden.

“Namun, apabila tahun ini juga tidak dianggarkan, tentu berbeda,” tegasnya.

Sebagai seorang Wakil Rakyat, Lutfi merasa bersalah karena tak mengawal THR guru honorer di tahun ini. Lantas, ia pun meminta maaf kepada seluruh guru honorer di Kalsel.

Bahkan, kedepan Lufti berjanji akan terus mengingatkan dan mengawal penganggaran guru honorer dalam pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020.

“Kita berharap kepada pemerintah baik Provinsi Kalsel maupun 13 kabupaten atau kota untuk bisa menganggarkan di tahun 2020. Ini demi rasa kemanusian,” tutupnya.

Sebelumnya, Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum membahagiakan bagi karyawan di manapun tempat bekerja. Mengingat, lahirnya Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 6 Tahun 2016 Tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan.

Baca Juga: PNS Dapat THR, Ribuan Guru Honorer Kalsel Gigit Jari

Kendati demikian, angin segar itu tak dirasakan oleh 5.543 guru honorer yang berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel). Pasalnya, Pemprov Kalsel tak memberikan anggaran terkait THR tersebut.

Jumlah itu merupakan angka keseluruhan guru honorer di bawah wewenang Pemprov Kalsel. Baik Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menegah Keguruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

“Anggaran kami masih belum ada. Gak tau kalau di Badan Keuangan Daerah (Bakueda) Kalsel,” ucap Kepala Dinas Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Yusuf Effendi kepada apahabar.com, Rabu (22/5) kemarin.

Menurutnya, Pemprov Kalsel hanya menganggarkan gaji honorer selama 12 bulan, yakni dari Januari hingga Desember. Sehingga, di bulan ke-13 ataupun ke-14, maka pihaknya tak bisa memberikan tunjangan tersebut.

“Kita anggarkan hanya selama 12 bulan. Kalau bulan ke-13 dan ke-14 tak ada anggaran. Hanya untuk Januari sampai dengan Desember,” tegasnya.

Kondisi tersebut, sambung dia, tak sama seperti dulu. Mengingat, beberapa tahun sebelumnya penganggaran untuk guru honorer di tingkat provinsi bisa dilakukan secara bertahap, yakni per enam bulan. Kemudian dapat dianggarkan melalui APBD-Perubahan.

“Namun, untuk sekarang penganggaran guru honorer harus satu tahun penuh,” cetusnya.

Sekedar diketahui, dalam Pasal 5 Ayat 4 No 6 Tahun 2016 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan, berbunyi “THR Keagamaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) wajib dibayarkan oleh Pengusaha paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum Hari Raya Keagamaan.”

Jadi, tegas dia, kalau bayarnya 7 hari sebelum Hari Raya disebut mepet, sedangkan kalau di bawah 7 hari bisa dibilang terlambat dan bisa kena denda 5 persen dari yang seharusnya dibayarkan.

Bahkan kalau tidak bayar THR bisa kena sanksi pencabutan izin usaha.

Baca Juga: Pemkot Banjarmasin Minta Perusahaan Jangan Telat Bayar THR

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

200 Guru di Kabupaten Banjar Ikut Pelatihan Kurikulum K13
apahabar.com

Kalsel

Ernawati Prihatin dengan Gaji Guru Paud di HST
apahabar.com

Kalsel

Polsekta Banjarmasin Selatan Tingkatkan Pelayanan Publik, Sediakan Taman Bermain Anak
apahabar.com

Kalsel

13 SMP Negeri di Banjarmasin Kekurangan Siswa, Ini Solusinya

Kalsel

BPBD Siaga, Rekahan di Hapingin HST Diprediksi Bertambah
apahabar.com

Kalsel

Daftar CPNS, Pelamar Disabilitas Harus Sertakan Surat Rumah Sakit
apahabar.com

Kalsel

Jamkrida Kalsel Dukung Upaya Tim Medis Tangani Virus Corona

Kalsel

Rayakan Ultah, SuperAdventure Banjarmasin ini Tanam Bibit Pohon
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com