Pembunuhan Veteran Banjarmasin, Rizki Dihabisi karena Hal Sepele Cuaca Kalsel Hari Ini, Waspada Potensi Hujan Petir di Seluruh Wilayah Bantuan Korban Puting Beliung di Desa Penggalaman Martapura Barat Tiba Tabrakan di Panglima Batur, Pemotor Terperosok ke Kolong Mobil! BREAKING! Tim Macan Kalsel Tangkap Pembunuh Pemuda di Veteran Banjarmasin

Terkait Penetapan Tersangka Bachtiar Nasir, Ahli Hukum: Bukan Kriminalisasi Selama Ada Bukti

- Apahabar.com Kamis, 9 Mei 2019 - 18:20 WIB

Terkait Penetapan Tersangka Bachtiar Nasir, Ahli Hukum: Bukan Kriminalisasi Selama Ada Bukti

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), Bachtiar Nasir. Foto – Facebook

apahabar.com, JAKARTA – Ahli hukum Refly Harun berpendapat penetapan Bachtiar Nasir sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) tidak bisa disebut sebagai kriminalisasi ulama sepanjang penyidik memiliki setidaknya dua alat bukti permulaan yang cukup.

“Saya kira sepanjang penyidik bisa membuktikannya, itu bukan kriminalisasi. Itu sebabnya, penyidik tidak boleh main-main. Harus profesional menegakkan hukum,” kata Refly di Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (9/5/2019).

Baca Juga: Penyidik Miliki Alat Bukti Kasus Bachtiar Nasir

Sebelumnya Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus calon presiden Prabowo Subianto menuding penetapan tersangka Bachtiar Nasir, yang dikenal sebagai seorang ustaz, merupakan bentuk kriminalisasi terhadap ulama.

Refly menyakini penyidik telah memiliki alat bukti sehingga berani menetapkan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu sebagai tersangka.

“Tanpa itu, saya kira penyidik tidak akan berani menetapkan seseorang (Bachtiar) sebagai tersangka. Secara formil saya yakin penyidik punya alat bukti,” ucap Refly.

​​​​​​​Polri menetapkan Bachtiar Nasir sebagai tersangka TPPU dengan tindak pidana asal pengalihan aset Yayasan Keadilan untuk Semua. Adapun bukti permulaan yang dimiliki kepolisian antara lain keterangan Ketua Yayasan Keadilan untuk Semua, Adnin Arman. Juga keterangan pegawai BNI Syariah, Islahudin Akbar.

Alat bukti lainnya adalah rekening yayasan yang telah diaudit. Bachtiar disebut mencairkan uang sebesar Rp 1 miliar dari rekening yayasan dan menggunakannya untuk keperluan lain. Dana umat dan dana masyarakat itu digunakan untuk kegiatan lain, bukan untuk bantuan.

“Saya kira penegak hukum juga perlu mengusut kasus yang memberi pengaruh luas terhadap masyarakat,” ujar Refly.

Baca Juga: Bareskrim Periksa Bachtiar Nasir Sebagai Tersangka Rabu Besok

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hukum

Jadi Tersangka, Ansharudin Tetap Pede di Pilbup Balangan 2020
apahabar.com

Hukum

Ditinggal Shalat Berjemaah, Motor Raib
apahabar.com

Hukum

Pengedar Narkotika di Rolanda Homestay Martapura Dibekuk
apahabar.com

Hukum

Sebarkan Foto Syur Mantan Pacar di Messenger Facebook, Pemuda Kapuas Ditangkap Polisi
apahabar.com

Hukum

Tembak Mati Kades Jirak Tabalong, Pelaku Terancam Hukuman Mati
apahabar.com

Hukum

Tunggu Pembeli Sabu, Pemuda Hantakan Disergap Polisi
Perkelahian Tak Seimbang di Djok Mentaya, Korban Dikeroyok dengan Sajam

Hukum

Perkelahian Tak Seimbang di Djok Mentaya, Korban Dikeroyok dengan Sajam
apahabar.com

Hukum

Pemuda Banjarmasin Terlibat Sabu 40 Kilogram di Palembang, Kepala BNNK : Jaga Anak dari Sindikat Narkoba
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com