Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Terkait Penetapan Tersangka Bachtiar Nasir, Ahli Hukum: Bukan Kriminalisasi Selama Ada Bukti

- Apahabar.com Kamis, 9 Mei 2019 - 18:20 WIB

Terkait Penetapan Tersangka Bachtiar Nasir, Ahli Hukum: Bukan Kriminalisasi Selama Ada Bukti

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), Bachtiar Nasir. Foto – Facebook

apahabar.com, JAKARTA – Ahli hukum Refly Harun berpendapat penetapan Bachtiar Nasir sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) tidak bisa disebut sebagai kriminalisasi ulama sepanjang penyidik memiliki setidaknya dua alat bukti permulaan yang cukup.

“Saya kira sepanjang penyidik bisa membuktikannya, itu bukan kriminalisasi. Itu sebabnya, penyidik tidak boleh main-main. Harus profesional menegakkan hukum,” kata Refly di Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (9/5/2019).

Baca Juga: Penyidik Miliki Alat Bukti Kasus Bachtiar Nasir

Sebelumnya Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus calon presiden Prabowo Subianto menuding penetapan tersangka Bachtiar Nasir, yang dikenal sebagai seorang ustaz, merupakan bentuk kriminalisasi terhadap ulama.

Refly menyakini penyidik telah memiliki alat bukti sehingga berani menetapkan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu sebagai tersangka.

“Tanpa itu, saya kira penyidik tidak akan berani menetapkan seseorang (Bachtiar) sebagai tersangka. Secara formil saya yakin penyidik punya alat bukti,” ucap Refly.

​​​​​​​Polri menetapkan Bachtiar Nasir sebagai tersangka TPPU dengan tindak pidana asal pengalihan aset Yayasan Keadilan untuk Semua. Adapun bukti permulaan yang dimiliki kepolisian antara lain keterangan Ketua Yayasan Keadilan untuk Semua, Adnin Arman. Juga keterangan pegawai BNI Syariah, Islahudin Akbar.

Alat bukti lainnya adalah rekening yayasan yang telah diaudit. Bachtiar disebut mencairkan uang sebesar Rp 1 miliar dari rekening yayasan dan menggunakannya untuk keperluan lain. Dana umat dan dana masyarakat itu digunakan untuk kegiatan lain, bukan untuk bantuan.

“Saya kira penegak hukum juga perlu mengusut kasus yang memberi pengaruh luas terhadap masyarakat,” ujar Refly.

Baca Juga: Bareskrim Periksa Bachtiar Nasir Sebagai Tersangka Rabu Besok

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Dijanjikan Ratusan Juta, Hukuman Mati Menanti Dua Pemuda Banjarmasin
apahabar.com

Hukum

Ada Korban di Bawah Fortuner Nahas
apahabar.com

Hukum

Residivis Pembobol ATM Lintas Provinsi Dibekuk di Makassar
apahabar.com

Hukum

Pengacara Kecewa, Habib Bahar Smith Dituntut 6 Tahun
apahabar.com

Hukum

Cekcok Berujung Maut di Gambut, Lelaki Warga Jambu Burung Tewas Ditikam Rekannya
apahabar.com

Hukum

Sidang Pledoi Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST, PH Terdakwa Minta Keringanan
apahabar.com

Hukum

Pemerkosaan Brutal di Pangkalan Bun, Duda Gauli Gadis Belia 50 Kali
apahabar.com

Hukum

Pelaku Penganiayaan Pembakal Gunung Batu Diamankan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com