Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Tiga Tahap Alquran Diturunkan Allah SWT

- Apahabar.com Selasa, 21 Mei 2019 - 06:30 WIB

Tiga Tahap Alquran Diturunkan Allah SWT

Ilustrasi Alquran. Foto-Dakwatuna

apahabar.com, JAKARTA – Malam turunnya Alquran lebih baik daripada seribu bulan. Lailatul Qadar, demikian malam itu disebut terjadi di bulan suci Ramadan.

Menurut ketua bidang tarbiah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) Irfan Saprudin, Lailatul Qadr ada dua macam. Pertama, momen turunnya Alquran secara sekaligus. Kedua, Lailatul Qadar yang dijanjikan akan datang setiap bulan Ramadan.

Dia menjelaskan, ada beberapa ayat di Alquran yang menjelaskan bahwa Kitabullah itu diturunkan secara sekaligus. Misalnya, surah al-Qadar ayat 1-5, al-Baqarah ayat 185, ad-Dukhon ayat 3, dan al-Anfal.

Pada dasarnya, lanjut dia, Alquran diturunkan dalam tiga tahap.

Tahap pertama, Alquran diturunkan oleh Allah ke Lauhul Mahfudz. Kedua, dari Lauhul Mahfudz itu, Alquran diturunkan ke Baitul Izzah di Samaud Dunya (langit dunia) secara sekaligus. Ketiga, Alquran diturunkan dari Baitul Izzah ke dunia secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW.

Baca Juga: Cerita Dai Indonesia Ramadan di Macau

“Turunnya Alquran dari Lauhul Mahfudz ke Baitul izzah (ke Samau ad Dunya) pada malam Lailatur Qadar yang diberkahi, yaitu pada malam Jumat tanggal 17 Ramadhan,” kata Irfan seperti ditulis Republika.

Sementara itu, ia menjelaskan Lailatur Qadar yang dicari pada setiap Ramadhan berbeda-beda berdasarkan beberapa riwayat. Satu riwayat mengatakan, “Maka carilah oleh kalian pada sepuluh malam terakhir” (HR Muslim & Abu Daud). Adapula riwayat yang mengatakan bahwa Lailatul Qadar itu ada pada setiap bulan Ramadhan (HR Abu Daud).

Rasulullah SAW pada 10 hari terakhir Ramadhan tidak tidur dan membangunkan keluarganya untuk beribadah (HR. Bukhori-Muslim). Riwayat lain menyebutkan, “Maka carilah Lailatul Qadar pada malam kesembilan, ketujuh, kelima.” (HR Bukhori).

“Maka berdasarkan hadits-hadits tersebut, malam Lailatur Qadar ada pada bulan Ramadan. Tetapi peristiwa ini berbeda dengan malam Lailatur Qadar turunnya Alquran,” lanjut Irfan.

Ia menambahkan, terdapat hadist melalui Ubadah bin Shomit (dari HR Bukhori) yang menyatakan, “Malam Lailatur Qadar tidak akan datang bagi orang yang sedang bertengkar atau berselisih/bermusuhan.” Dengan demikian, hendaknya sesama Muslim tidak saling berselisih dan memusuhi, apalagi di bulan suci Ramadhan ini.

Baca Juga: Dakwah Digital Menyasar Kaum Milenial

“Untuk kondisi bangsa Indonesia yang sekarang ini, apalagi para pemimpinnya sedang melakukan ketidakbaikan dan kecenderungan tamak kekuasaan, rasa-rasanya akan jauh mendapatkan Lailatur Qadar,” ujarnya.

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Rasulullah SAW Sebagai Hakim yang Adil
apahabar.com

Hikmah

Ramuan dari Nabi Muhammad Bagi Penderita Penyakit Jantung
apahabar.com

Hikmah

Rasulullah Meminta Hujan yang Tak Berujung Petaka
apahabar.com

Hikmah

Menguji Anak Gembala, Sayidina Umar Dibuat Meneteskan Air mata
apahabar.com

Hikmah

Ini Perbedaan Jual-Beli dan Riba
apahabar.com

Hikmah

Ingin Doa Terkabul? Perhatikan 10 Adab Berdoa Ini
apahabar.com

Hikmah

Mukmin Harus Jadi Kuat, Begini Hadis Rasulullah
apahabar.com

Hikmah

Hand Sanitizer Beralkohol, Sucikah Dipakai Salat?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com