Jadi Sekolah Unggulan, Intip Sederet Program Almazaya Islamic School Banjarmasin Resmi, Gugatan Anandamu Tunda Kemenangan Ibnu-Ariffin di Pilwali Banjarmasin Tidak Mau Diisolasi di Palembang, 2 Peserta PTQ asal Kalteng Kabur Tak Buat Bingung, Dewan Kalsel Minta Informasi Satu Pintu Soal Aktivitas Mudik Jelang Idulfitri, Disdag Banjarbaru Jamin Harga Bapokting Aman

Tiga Tahap Alquran Diturunkan Allah SWT

- Apahabar.com Selasa, 21 Mei 2019 - 06:30 WIB

Tiga Tahap Alquran Diturunkan Allah SWT

Ilustrasi Alquran. Foto-Dakwatuna

apahabar.com, JAKARTA – Malam turunnya Alquran lebih baik daripada seribu bulan. Lailatul Qadar, demikian malam itu disebut terjadi di bulan suci Ramadan.

Menurut ketua bidang tarbiah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) Irfan Saprudin, Lailatul Qadr ada dua macam. Pertama, momen turunnya Alquran secara sekaligus. Kedua, Lailatul Qadar yang dijanjikan akan datang setiap bulan Ramadan.

Dia menjelaskan, ada beberapa ayat di Alquran yang menjelaskan bahwa Kitabullah itu diturunkan secara sekaligus. Misalnya, surah al-Qadar ayat 1-5, al-Baqarah ayat 185, ad-Dukhon ayat 3, dan al-Anfal.

Pada dasarnya, lanjut dia, Alquran diturunkan dalam tiga tahap.

Tahap pertama, Alquran diturunkan oleh Allah ke Lauhul Mahfudz. Kedua, dari Lauhul Mahfudz itu, Alquran diturunkan ke Baitul Izzah di Samaud Dunya (langit dunia) secara sekaligus. Ketiga, Alquran diturunkan dari Baitul Izzah ke dunia secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW.

Baca Juga: Cerita Dai Indonesia Ramadan di Macau

“Turunnya Alquran dari Lauhul Mahfudz ke Baitul izzah (ke Samau ad Dunya) pada malam Lailatur Qadar yang diberkahi, yaitu pada malam Jumat tanggal 17 Ramadhan,” kata Irfan seperti ditulis Republika.

Sementara itu, ia menjelaskan Lailatur Qadar yang dicari pada setiap Ramadhan berbeda-beda berdasarkan beberapa riwayat. Satu riwayat mengatakan, “Maka carilah oleh kalian pada sepuluh malam terakhir” (HR Muslim & Abu Daud). Adapula riwayat yang mengatakan bahwa Lailatul Qadar itu ada pada setiap bulan Ramadhan (HR Abu Daud).

Rasulullah SAW pada 10 hari terakhir Ramadhan tidak tidur dan membangunkan keluarganya untuk beribadah (HR. Bukhori-Muslim). Riwayat lain menyebutkan, “Maka carilah Lailatul Qadar pada malam kesembilan, ketujuh, kelima.” (HR Bukhori).

“Maka berdasarkan hadits-hadits tersebut, malam Lailatur Qadar ada pada bulan Ramadan. Tetapi peristiwa ini berbeda dengan malam Lailatur Qadar turunnya Alquran,” lanjut Irfan.

Ia menambahkan, terdapat hadist melalui Ubadah bin Shomit (dari HR Bukhori) yang menyatakan, “Malam Lailatur Qadar tidak akan datang bagi orang yang sedang bertengkar atau berselisih/bermusuhan.” Dengan demikian, hendaknya sesama Muslim tidak saling berselisih dan memusuhi, apalagi di bulan suci Ramadhan ini.

Baca Juga: Dakwah Digital Menyasar Kaum Milenial

“Untuk kondisi bangsa Indonesia yang sekarang ini, apalagi para pemimpinnya sedang melakukan ketidakbaikan dan kecenderungan tamak kekuasaan, rasa-rasanya akan jauh mendapatkan Lailatur Qadar,” ujarnya.

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Membaca Alquran Saat Hamil, Adakah Pengaruhnya Buat Janin?
apahabar.com

Hikmah

Cara Warga Naperville Hormati Komunitas Islam Saat Ramadan
apahabar.com

Hikmah

Rasulullah Menganjurkan agar Rajin Mencuci Tangan
apahabar.com

Hikmah

Jaga 7 Anggota Badan Berikut dari Maksiat, Berikut Alasannya
apahabar.com

Hikmah

Mengapa Iman Saja Tak Cukup, Perlu Cinta kepada Allah SWT
apahabar.com

Hikmah

Manfaat Wudu Hapuskan Dosa, Begini Syarat dan Penyelasannya
apahabar.com

Hikmah

Ibadah di Masjid Al Haram Dilipatgandakan, Seberapa Besar?
apahabar.com

Hikmah

Pekerjaan Paling Utama ‘di Mata’ Rasulullah SAW
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com