Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Uniknya Arsitektur Masjid Lancip Amuntai, Peneliti Luar Negeri Pun Tertarik Mempelajari 

- Apahabar.com Rabu, 8 Mei 2019 - 16:47 WIB

Uniknya Arsitektur Masjid Lancip Amuntai, Peneliti Luar Negeri Pun Tertarik Mempelajari 

Masjid As Su'ada, di Kalimantan Selatan. Foto – Antara/Ist-net

apahabar.com, AMUNTAI – Kalimantan Selatan (Kalsel), diketahui memiliki banyak obyek wisata religi dan bernilai sejarah, salah satunya Masjid As Su’ada atau Masjid Lancip berlokasi di Desa Waringin, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSU).

Dilansir Antara, Panitia Masjid H Gusti Mastur di Amuntai mengatakan, masjid yang terletak di tepi Sungai Tabalong ini memiliki arsitektur cukup unik, bahkan keunikannya mampu menarik minat peneliti luar negeri untuk mempelajarinya.

Menurut Mastur, tidak seperti masjid kebanyakan yang mempunyai kubah berbentuk bundar, masjid As Su’ada ini memiliki kubah berbentuk tumpang dengan tiga tingkatan, yaitu pada tingkatan pertama atau paling atas berbentuk sangat lancip sesuai dengan budaya Banjar.

Baca Juga: Ratusan Santri Ramai Isi Liburan di Masjid Sabilal Muhtadin

“Beberapa peneliti dari luar negeri pernah datang ke masjid ini untuk meneliti arsitektur yang unik,” kata Mastur, Rabu (8/5/2019)

Dia mengatakan, Masjid As Su’ada ini telah masuk dalam cagar budaya yang dilindungi sesuai Undang-Undang Republik Indonesia nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Saat ini, masjid bersejarah tersebut, banyak dikunjungi peziarah lokal maupun regional, untuk menyaksikan keunikan serta keindahan arsitektur masjid yang diperkirakan telah berumur 133 tahun.

Sejarah pembangunan masjid yang diperkirakan dibangun pada tahun 1886 tersebut, disesuaikan dengan budaya warga Banjar yang memanfaatkan sungai sebagai transportasi utama.

Menurut Mastur, zaman dulu sungai merupakan transportasi satu-satunya, sehingga jamaah masjid ini berasal dari daerah Telaga Silaba, Palimbangan, dan Haur Gading dengan menggunakan perahu atau kapal untuk menuju masjid tersebut.

Memudahkan para masyarakat berjamaah di masjid, akhirnya diputuskan pembangunan masjid dilakukan di tepi sungai.

Berdasarkan keterangan Mastur dan tokoh masyarakat setempat Abdul Wahab, masjid yang berbentuk segi empat itu memiliki tinggi termasuk pataka kurang lebih 40 meter.

Masjid ini, terang Wahab awal pembangunannya, menggunakan atap sirap, tiang ulin, yang terdiri dari 4 buah tiang guru, 12 buah tiang bantu, 20 buah tiang yang terdapat pada dinding yang menggunakan ulin.

“Marmer lantainya khusus didatangkan dari negara tetangga Singapura,” ungkapnya.

Lokasi dibangunnya Masjid As Su’ada merupakan tanah wakaf berukuran 38 x 24 meter, dibangun oleh Syekh H Abdul Gani.

Pembangunan masjid, tidak menggunakan paku, melainkan menggunakan pasak yang terbuat dari serutan ulin atau bambu. Bahkan untuk menyatukan sambungan pun hanya menggunakan tali ijuk.

Keunikan bangunan Masjid inilah, katanya membuat beberapa peneliti luar daerah pernah datang untuk menelitinya.

Baca Juga: Masjid Noor (1), Saksi Bisu Dua Peristiwa Kelam

Masjid yang hingga kini masih kokoh berdiri tersebut, juga dilengkapi dengan ornamen ukiran yang tampak pada daun pintu, ventilasi, serta mimbar untuk khatib menyampaikan khotbah.

Dalam perjalanan waktu, masjid ini pernah mengalami beberapa kali renovasi, namun bentuk dan tiang masih dipertahankan, terkecuali atap yang dulunya menggunakan atap sirap sekarang sudah memakai atap seng.

Seperti pada tahun ini dilakukan renovasi dan pelebaran ruang masjid, mengingat jumlah jamaah semakin bertambah. Adapun biaya renovasi dibantu oleh Pemerintah Daerah, di samping swadaya masyarakat.

Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bakal Ada Masjid Terapung di Banjarmasin, Namanya ‘Bani Arsyadi’
apahabar.com

Kalsel

Sudah Panas, Balangan Ikut Tetapkan Status Siaga Karhutla
apahabar.com

Kalsel

Ramalan BMKG: Hujan Lokal Siang Ini
apahabar.com

Kalsel

Perkelahian di Banjarbaru, Pria Paruh Baya Tewas Tertebas Parang
apahabar.com

Kalsel

Diprotes, Pemkot Banjarmasin Melunak Soal Penutupan Pasar?
apahabar.com

Kalsel

Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Meninggalnya Pria di Losmen Murni
apahabar.com

Kalsel

2020, ESDM Tak Terbitkan Izin Tambang Baru
apahabar.com

Kalsel

Gagal Raih Adipura Kencana, Ini Komentar Pengamat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com