Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel Kapolres Kapuas Terjang Banjir Bantu Korban Terdampak di Alalak Jumlah Korban Banjir Kalsel Terus Bertambah, 6 Warga Masih Dinyatakan Hilang Masih Berantakan, KPU HST Tetapkan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Besok Bupati Sleman Positif Covid-19 Pascavaksinasi, Berikut Penjelasan Kemenkes

Usai Robohnya Fender Jembatan Kalahien, Tongkang Dilarang Melintas

- Apahabar.com Rabu, 1 Mei 2019 - 18:32 WIB

Usai Robohnya Fender Jembatan Kalahien, Tongkang Dilarang Melintas

Kondisi fender Jembatan Kalahien roboh akibat ditabrak tongkang bermuatan ribuan ton batu bara pada Selasa (30/4/2019) pagi sekitar pukul 05.10 WIB. Foto - Istimewa

apahabar.com, PALANGKARAYA – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Shalahudin ST MT, melarang tongkang melintas di bawah Jembatan Kalahien di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), pasca sebuah tongkang menabrak tiang pengaman jembatan atau fender itu sampai roboh.

“Untuk saat ini sebaiknya jangan dulu ada tongkang yang melewati Jembatan Kalahien. Robohnya fender atau pengaman akibat ditabrak tongkang, membahayakan bagi jembatan,” kata Shalahudin di Palangkaraya, seperti dilansir Antara, Rabu (1/4/2019).

Baca Juga: Menanti Tuah Jembatan Mahakam IV

Sementara untuk arus lalu lintas jembatan, kondisinya masih aman dilewati oleh berbagai macam kendaraan bermotor. Dikarenakan yang ditabrak tongkang bermuatan batu bara tersebut adalah fender, bukan lantai maupun tiang pancangnya.

Shalahudin menegaskan, pihaknya meminta tanggung jawab pihak penabrak atau pemilik tongkang untuk segera memperbaiki fender yang rusak tersebut. Sehingga standar keamanan jembatan dapat kembali dipenuhi, sesuai ketentuan yang berlaku.

“Berikutnya kami imbau kepada pihak mana pun yang melintas, dapat memperhitungkan semuanya secara matang, apalagi konfigurasi jembatan sudah cukup lebar, tetapi tetap saja tertabrak. Namun namanya kecelakaan, semua bisa saja terjadi,” katanya.

Sementara itu, masih dilansir Antara, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menjelaskan, pihaknya telah memerintahkan agar Dinas Perhubungan segera menindaklanjuti masalah tersebut, agar tongkang penabrak fender jembatan diperiksa dan ditahan.

“Kami sudah instruksikan Dinas Perhubungan menindaklanjutinya, sehingga pemilik tongkang dapat segera dimintai pertanggungjawaban,” tuturnya.

Komoditas yang dimiliki Kalteng baik berupa batu bara dan lainnya, harus didistribusikan ke luar daerah. Meski demikian Sugianto mengingatkan, semuanya harus dilakukan sesuai standar keamanan yang berlaku.

Mengantisipasi hal serupa kembali terjadi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati Barsel. Agar setiap tongkang yang hendak melintas, menyesuaikan kondisi jembatan sehingga melaluinya dengan aman.

“Kami minta agar bupati ataupun pemkab setempat bisa menyiapkan kapal pandu yang siap selama 24 jam penuh. Selain sebagai pemandu tongkang juga bisa menjadi penambah Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya.

Tongkang bermuatan ribuan ton batu bara yang diduga milik PT Indo Jaya Trans Samudera (IJTS) itu ditarik kapal tugboat ITS Diamonds dan menabrak hingga roboh fender atau pengaman Jembatan Kalahien, Selasa (30/4), sekitar pukul 05.10 wib.

Informasinya tongkang bermuatan batu bara itu berangkat dari Desa Paring Lahung, Kabupaten Barito Utara melintas di bawah Jembatan Kalahien karena ingin melanjutkan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Tongkang itu sudah dievakuasi, dan diamankan seberang Desa Kalahien untuk proses lebih lanjut,” kata Kapolres Barsel AKBP Wahid Kurniawan melalui Kapolsek Dusun Selatan Ipda Abi Karsa saat dikonfirmasi dari Buntok, Selasa (30/4/2019).

Pihak Polsek Dusun Selatan pun sampai sekarang ini masih melakukan pemeriksaan terhadap kapten kapal tughboat TB ITS Diamonds.

Abi mengatakan keterangan dari kapten kapal menyebut kecelakaan itu akibat arus Sungai Barito sangat kencang, sehingga tongkang yang ditarik tidak bisa dikendalikan dan bergeraj ke kiri.

“Kami masih menyelediki terkait kejadian ini. Mungkin nanti pihak perusahaan (PT IJTS) dari Jakarta akan datang juga ke sini (Buntok),” tandas Abi.

Baca Juga: Jembatan Pulau Laut Diusulkan Masuk PSN Usai Pilpres

Editor: Aprianoor

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Diminta Uang Belanja, Seorang Suami di Muara Teweh Ancam Bakar Rumah
apahabar.com

Kalteng

Dinsos Kalteng: Kemensos Beri Santunan untuk Ahli Waris Pasien Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Korban Angin Puting Beliung di Kecamatan Timpah Kapuas Terima Bantuan
apahabar.com

Kalteng

Pemkot Palangka Raya Distribusi Bapok ke Warga Terdampak Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Jembatan Mentaya Bajarum Kalteng Akan Ditutup
BLT

Kalteng

Sukses Salurkan BLT DD, 6 Kades di Kapuas Diganjar Penghargaan Kemendes
apahabar.com

Kalteng

Update Covid-19 Kapuas: 8 Pasien Sembuh
apahabar.com

Kalteng

Kunker ke Kalteng, Presiden Jokowi Didampingi Menhan Prabowo
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com