Dikira Ijazah, Ternyata SKCK Prof Denny Berserakan di Martapura, Bawaslu Angkat Bicara Prof Yusril: Penetapan Tersangka Eks Sekda Tanbu Labrak HAM Legislator Kalsel Kecam e-Sport Disponsori Judi Online KPU Banjar Tanggapi Santai Protes BirinMu Soal Pembukaan Kotak Suara Ricuh Safari Subuh Denny dan ‘Paman Bakul’ Disetop, Pelanggaran ASN Jalan Terus

Viral, Palang Jembatan Alalak II Disorot Nitizen

- Apahabar.com Selasa, 14 Mei 2019 - 14:04 WIB

Viral, Palang Jembatan Alalak II Disorot Nitizen

Kondisi palang pembatas ketinggian di Jembatan Alalak II, Selasa (14/5) siang.  Foto-apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMASIN – Palang pembatas ketinggian di Jembatan Alalak II, Selasa (14/5), yang kembali bengkok diduga akibat ditabrak pengendara, mendadak viral di media sosial. Jelas saja, palang ini belum genap berumur sepekan.

Bukan pertama kali dipasang, palang jembatan ini adalah kali ketiga jadi korban ‘tabrak lari’ pengemudi kendaraan roda empat yang tak tertib aturan.

Terpampang jelas, batas maksimal kendaraan yang melintas hanya setinggi 2,1 meter.

“Benar, bukan saya sendiri yang memasang. Kesal rasanya melihat portal itu bengkok,” ujar @gtathifah, dalam postingan instagramnya.

Melihat palang pembatas ketinggian bengkok, warganet merasa gereget, walau bukan sebagai pihak yang mendirikan portal.

Kondisi ini membuat pemandangan yang tak mengenakan saat melintas. Pantauan apahabar.com, di lapangan, salah satu bagian pondasi terlihat retak.

Selain itu, palang yang terbuat dari besi dicat berwarna kuning, hitam, terlihat bengkok. Sementara, salah satu bagian penyangga miring ke arah jalan.

Tidak sekadar diberi warna mencolok, palang pembatas ini juga di beri lampu penanda.

Sebelumnya, palang yang sengaja dipasang di dua sisi jembatan, selalu patah dan miring setelah beberapa hari dipasang.

Itu lantaran banyak truk atau mobil pikap tinggi, melintas saat malam hari atau saat petugas tak berjaga.

“Biasanya malam hari banyak truk yang melintas,” kata Robby warga sekitar ditemui apahabar.com. Selasa (14/5).

Palang yang tingginya hanya 2,1 meter ini fungsinya agar tak ada angkutan berat dan besar melintas. Sebab pemerintah mengarahkan para ‘raksasa’ jalanan itu untuk melewati Jalan Gubernur Syarkawi (Lingkar Utara)

Sementara itu, Salmani warga Batola, melihat keberadaan palang tersebut justru membikin arus lalu lintas menjadi tersendat.

“Justru ada palang makin macet, lantaran mobil melambat kalau mau melintas,” ujar dia.

Baca Juga: Daud Danda: Pemilik Tongkang Wajib Perbaiki Kerusakan Fender Jembatan Kalahien

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Fariz F

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Imbas Pandemi ke Penjualan Sapi di Batola Jelang Iduladha 1441 H
apahabar.com

Kalsel

Ribuan Gram Sabu dan Ratusan Butir Ineks Dibakar
apahabar.com

Kalsel

BJ Habibie Wafat, Syafruddin H Maming: Dedikasimu Tak Terlupakan
apahabar.com

Kalsel

Di Hari Juang, Dandim 1004 Kenang Sejarah Pasukan Infanteri Hancurkan Sekutu
apahabar.com

Kalsel

Dahsyat! Lukisan Penuh Makna Warga Tapin Kalsel Mejeng di Pameran Nasional

Kalsel

Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Kantin Tutup, Siswa Bawa Bekal Sendiri
apahabar.com

Kalsel

Pilwali Banjarbaru, Anak Rudy Ariffin Mantapkan Komitmen
apahabar.com

Kalsel

Saudi Tutup Umrah, Jumlah Jemaah Kalsel Belum Terpantau
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com