Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan

Viral, Palang Jembatan Alalak II Disorot Nitizen

- Apahabar.com Selasa, 14 Mei 2019 - 14:04 WIB

Viral, Palang Jembatan Alalak II Disorot Nitizen

Kondisi palang pembatas ketinggian di Jembatan Alalak II, Selasa (14/5) siang.  Foto-apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMASIN – Palang pembatas ketinggian di Jembatan Alalak II, Selasa (14/5), yang kembali bengkok diduga akibat ditabrak pengendara, mendadak viral di media sosial. Jelas saja, palang ini belum genap berumur sepekan.

Bukan pertama kali dipasang, palang jembatan ini adalah kali ketiga jadi korban ‘tabrak lari’ pengemudi kendaraan roda empat yang tak tertib aturan.

Terpampang jelas, batas maksimal kendaraan yang melintas hanya setinggi 2,1 meter.

“Benar, bukan saya sendiri yang memasang. Kesal rasanya melihat portal itu bengkok,” ujar @gtathifah, dalam postingan instagramnya.

Melihat palang pembatas ketinggian bengkok, warganet merasa gereget, walau bukan sebagai pihak yang mendirikan portal.

Kondisi ini membuat pemandangan yang tak mengenakan saat melintas. Pantauan apahabar.com, di lapangan, salah satu bagian pondasi terlihat retak.

Selain itu, palang yang terbuat dari besi dicat berwarna kuning, hitam, terlihat bengkok. Sementara, salah satu bagian penyangga miring ke arah jalan.

Tidak sekadar diberi warna mencolok, palang pembatas ini juga di beri lampu penanda.

Sebelumnya, palang yang sengaja dipasang di dua sisi jembatan, selalu patah dan miring setelah beberapa hari dipasang.

Itu lantaran banyak truk atau mobil pikap tinggi, melintas saat malam hari atau saat petugas tak berjaga.

“Biasanya malam hari banyak truk yang melintas,” kata Robby warga sekitar ditemui apahabar.com. Selasa (14/5).

Palang yang tingginya hanya 2,1 meter ini fungsinya agar tak ada angkutan berat dan besar melintas. Sebab pemerintah mengarahkan para ‘raksasa’ jalanan itu untuk melewati Jalan Gubernur Syarkawi (Lingkar Utara)

Sementara itu, Salmani warga Batola, melihat keberadaan palang tersebut justru membikin arus lalu lintas menjadi tersendat.

“Justru ada palang makin macet, lantaran mobil melambat kalau mau melintas,” ujar dia.

Baca Juga: Daud Danda: Pemilik Tongkang Wajib Perbaiki Kerusakan Fender Jembatan Kalahien

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Fariz F

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

BPTD XV Kalsel Bersihkan Atribut di Sejumlah Titik Jalan
apahabar.com

Kalsel

Habib Hussein: Jemaah Paham Radikal di Tanbu Hampir Seribu Orang
Nasi Kuning

Kalsel

Yuk Cicipi Lezatnya Nasi Kuning Bawah Ketapang Handil Bakti
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel 16 Agustus: Tambah 99, Positif Jadi 7.152 Kasus
apahabar.com

Kalsel

Tambah 81 Positif, Covid-19 di Kalsel Capai 7.778 Orang
apahabar.com

Kalsel

Puncak Haul Guru Sekumpul, Pelancong Wisata Pasar Terapung Banjarmasin Menurun
apahabar.com

Kalsel

Sembuh dari Corona, Dua Warga HST Tetap Isolasi Mandiri
apahabar.com

Kalsel

Tanggapan Gusti Makmur Soal KPU Banjarmasin Pilih Ketua Plh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com