Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

2018, Gojek Sumbang Rp 430 Miliar untuk Perekonomian Balikpapan

- Apahabar.com Kamis, 20 Juni 2019 - 06:00 WIB

2018, Gojek Sumbang Rp 430 Miliar untuk Perekonomian Balikpapan

Warga menggunakan aplikasi untuk memesan taksi berbasis dalam jaringan (online) di Jakarta, Minggu (16/6/2019). Foto – Antara/Hafidz Mubarak A

apahabar.com, BALIKPAPAN – Jasa pemesanan dan pengantaran makanan Go-food dari layanan transportasi online Gojek menyumbang pendapatan hingga Rp 340 miliar dari total sumbangan Rp 423 miliar penyedia jasa transportasi online itu kepada perekonomian Balikpapan pada 2018.

“Nilai itu menandakan bahwa teknologi memberi kesempatan berusaha lebih luas,” kata Paksi Walandouw, Wakil Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) di Balikpapan, seperti dilansir Antara, Rabu (19/6/2019).

Baca Juga: Kapal Pengangkut Ikan Karam di Perairan Manubar Kutai Timur

Selain Go-food, juga ada Go-ride atau pengantaran penumpang dengan sepeda motor dan Go-car, pengantaran penumpang dengan mobil. Go-ride memberi Rp 79 miliar dan Go-car Rp 4 miliar.

Sumbangan pendapatan tersebut berasal dari selisih pendapatan mitra dari sebelum bergabung dengan penyedia jasa transportasi online tersebut dan sesudah bergabung.

Layanan pemesanan dan pengantaran online seperti Go-food, termasuk juga Go-car dan Go-ride, jelas Walandouw, memberi peluang orang membuka usaha tanpa harus punya tempat usaha yang signifikan. Pemilik usaha dapat fokus pada kualitas produknya, setidaknya di tahap awal.

Layanan online itu juga memberi kesempatan pengusaha yang sudah lebih dahulu eksis meluaskan pasarnya.

Sebelumnya, secara khusus Lembaga Demografi menggelar penelitian antara September-Desember 2018 di 9 kota Indonesia yang sudah memiliki layanan transportasi online. Tiga di antaranya adalah Medan, Surabaya, dan Balikpapan.

Walandouw mengakui, sebab yang merespons penelitian ini hanya Gojek, maka mereka hanya memiliki data dari Gojek dan menjadikan mitra pengemudi yang bergabung dengan Gojek sebagai subyek penelitian.

Mitra adalah sebutan penyedia jasa transportasi online untuk pemilik kendaraan yang bersepakat dengan mereka untuk menjalankan layanan tersebut.

Jumlah Rp 423 miliar tersebut mendekati jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Balikpapan pada tahun yang sama, yaitu Rp 470 miliar.

“Pada tahun 2017, sumbangan transportasi online itu sudah Rp 347 miliar,” kata Walandouw.

Baca Juga: Atasi Banjir Samarinda Tak Cukup dengan Teori

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Uji Kompetensi, Redpel apahabar.com Terbaik di Madya
apahabar.com

Kaltim

Muncul di Kebun Warga, Orangutan Berhasil Diselamatkan di Bontang
apahabar.com

Kaltim

Pendapatan Daerah Kaltim Bertambah Ratusan Miliar
apahabar.com

Kaltim

Darurat Covid-19, Perbatasan Kaltim-Kalsel Diperketat
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Canangkan Program TK Negeri Sampai Desa
apahabar.com

Kaltim

Alasan Petugas Medis Penajam Gunakan Jas Hujan Hadapi Covid-19
apahabar.com

Kaltim

Hut Kaltim ke 62, Berjuang untuk Kaltim Berdaulat
apahabar.com

Kaltim

Gubernur Kaltim soal MBTK: “Investor Tak Perlu Pusing Urus Sewa Lahan”
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com