Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Anak Terpapar Radikalisme di Kalteng akan Diberi Pendampingan

- Apahabar.com Minggu, 23 Juni 2019 - 19:53 WIB

Anak Terpapar Radikalisme di Kalteng akan Diberi Pendampingan

Ilustrasi Stop Radikalisme. Foto–Istimewa/Lampungpro.com

apahabar.com, JAKARTA – Sebanyak 13 anak yang terpapar radikalisme di Kalimantan Tengah (Kalteng) akan mendapat pendampingan dan rehabilitasi sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan dikirim ke Balai Kemensos.

“Kami masih menunggu kepastian mereka dikirim dari Polda Kalteng,” kata Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial Kanya Eka Santi yang dihubungi dari Jakarta, seperti dilansir apahabar.com dari Antara, Sabtu (22/6/2019).

Ia mengatakan, Kemensos tidak menangani terorisme dewasa, tapi memberikan rehabilitasi kepada mantan napi teroris (napiter) agar mereka bisa kembali ke tengah masyarakat.

Menurut Kanya Eka Santi, dari 13 anak beberapa diantaranya masih usia balita sehingga tidak bisa dipisahkan dari ibunya. Maka upaya pendampingan akan dilakukan juga di tempat yang sama.

Sementara itu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemensos Sonny W Manalu mengatakan, penanganan terorisme termasuk simpatisan terorisme diantaranya simpatisan ISIS bukanlah merupakan tanggung jawab Kemensos.

Sonny menjelaskan keterlibatan Kemensos terhadap penanganan simpatisan terorisme dan ISIS yang merupakan warga negara Indonesia yang dipulangkan dari luar negeri, hanya atas dasar kemanusiaan.

Para simpatisan terorisme dan ISIS ditampung sementara di Rumah Perlindungan Sosial sembari menunggu proses pemulangan mereka ke daerah asal masing-masing.

Adapun tanggung jawab dan pembiayaan pemulangan setiap simpatisan kelompok terorisme maupun ISIS, baik dari luar negeri maupun pemulangan ke daerah asal, bukan tugas dan tanggung jawab Kementerian Sosial, akan tetapi merupakan tanggung jawab Kementerian Luar Negeri yang bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

“Mereka yang ditampung di Rumah Perlindungan Sosial milik Kemensos adalah anak-anak dan wanita. Penampungan sementara hanya berlangsung selama dua minggu hingga satu bulan, tergantung kondisi dan keadaan anak-anak dan wanita tersebut,” kata Sonny menambahkan.

Selama dalam penampungan, Kemensos memberikan pendampingan dan rehabilitasi sosial dasar kepada simpatisan terorisme dan ISIS, sehingga mereka dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara baik dan membaur dengan masyarakat saat kembali ke daerah asalnya.

Sementara itu, program deradikalisasi adalah program yang diinisiasi BNPT bagi kelompok radikal dalam rangka mengembalikan mereka ke ideologi kebangsaan, yakni Pancasila dan UUD 1945 beserta Bhinneka Tunggal Ika.

Sejak 2016, Presiden Joko Widodo memerintahkan Kemensos untuk melakukan rehabilitasi sosial bagi eks-narapidana teroris setelah mereka selesai menjalani masa tahanan.

Adapun dasar Kemensos melibatkan diri ikut menangani eks-narapidana teroris dikarenakan mereka termasuk dalam jenis PMKS sebagai Bekas Warga Binaan Pemasyarakatan (BWBP).

Hingga saat ini, Kemensos telah berhasil menangani sebanyak 100 orang BWBP yang meliputi 45 eksnapiter di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat, 35 eksnapiter di Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, dan 18 eksnapiter di Lamongan, Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga: Lubang Bekas Tambang Kaltim Makan Korban Lagi!

Baca Juga: Ormas FPI Ajukan Perpanjangan Izin, Kemendagri: Ada Prosesnya

Sumber: Antara

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Bareskrim Belum Tetapkan Tersangka Kasus Kebakaran Kejagung
apahabar.com

Nasional

Ricuh di Kongres PAN, 30 Orang dari Kubu Mulfachri Terluka
apahabar.com

Nasional

 Selamat Jalan Jemaah, Sampai Jumpa Haul Guru Sekumpul Tahun Depan
apahabar.com

Nasional

Meski Ada Vaksin, Erick Thohir Minta Masyarakat Tetap Patuhi Prokes

Nasional

Daftar 25 Bidang Usaha yang Bisa 100 Persen Investasi Asing
apahabar.com

Nasional

Jika Kaltim Dipilih, Tiga Kawasan Diprediksi Jadi Ibu Kota
apahabar.com

Nasional

Viral!!! Ular Piton Raksasa Langka Jadi Korban Kebakaran Hutan Kalimantan
apahabar.com

Nasional

Catatan Akhir Tahun 2019 PWI: Tegakkan Independensi dan Profesionalisme Pers
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com