Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan

Anak Terpapar Radikalisme di Kalteng akan Diberi Pendampingan

- Apahabar.com     Minggu, 23 Juni 2019 - 19:53 WITA

Anak Terpapar Radikalisme di Kalteng akan Diberi Pendampingan

Ilustrasi Stop Radikalisme. Foto–Istimewa/Lampungpro.com

apahabar.com, JAKARTA – Sebanyak 13 anak yang terpapar radikalisme di Kalimantan Tengah (Kalteng) akan mendapat pendampingan dan rehabilitasi sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan dikirim ke Balai Kemensos.

“Kami masih menunggu kepastian mereka dikirim dari Polda Kalteng,” kata Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial Kanya Eka Santi yang dihubungi dari Jakarta, seperti dilansir apahabar.com dari Antara, Sabtu (22/6/2019).

Ia mengatakan, Kemensos tidak menangani terorisme dewasa, tapi memberikan rehabilitasi kepada mantan napi teroris (napiter) agar mereka bisa kembali ke tengah masyarakat.

Menurut Kanya Eka Santi, dari 13 anak beberapa diantaranya masih usia balita sehingga tidak bisa dipisahkan dari ibunya. Maka upaya pendampingan akan dilakukan juga di tempat yang sama.

Sementara itu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemensos Sonny W Manalu mengatakan, penanganan terorisme termasuk simpatisan terorisme diantaranya simpatisan ISIS bukanlah merupakan tanggung jawab Kemensos.

Sonny menjelaskan keterlibatan Kemensos terhadap penanganan simpatisan terorisme dan ISIS yang merupakan warga negara Indonesia yang dipulangkan dari luar negeri, hanya atas dasar kemanusiaan.

Para simpatisan terorisme dan ISIS ditampung sementara di Rumah Perlindungan Sosial sembari menunggu proses pemulangan mereka ke daerah asal masing-masing.

Adapun tanggung jawab dan pembiayaan pemulangan setiap simpatisan kelompok terorisme maupun ISIS, baik dari luar negeri maupun pemulangan ke daerah asal, bukan tugas dan tanggung jawab Kementerian Sosial, akan tetapi merupakan tanggung jawab Kementerian Luar Negeri yang bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

“Mereka yang ditampung di Rumah Perlindungan Sosial milik Kemensos adalah anak-anak dan wanita. Penampungan sementara hanya berlangsung selama dua minggu hingga satu bulan, tergantung kondisi dan keadaan anak-anak dan wanita tersebut,” kata Sonny menambahkan.

Selama dalam penampungan, Kemensos memberikan pendampingan dan rehabilitasi sosial dasar kepada simpatisan terorisme dan ISIS, sehingga mereka dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara baik dan membaur dengan masyarakat saat kembali ke daerah asalnya.

Sementara itu, program deradikalisasi adalah program yang diinisiasi BNPT bagi kelompok radikal dalam rangka mengembalikan mereka ke ideologi kebangsaan, yakni Pancasila dan UUD 1945 beserta Bhinneka Tunggal Ika.

Sejak 2016, Presiden Joko Widodo memerintahkan Kemensos untuk melakukan rehabilitasi sosial bagi eks-narapidana teroris setelah mereka selesai menjalani masa tahanan.

Adapun dasar Kemensos melibatkan diri ikut menangani eks-narapidana teroris dikarenakan mereka termasuk dalam jenis PMKS sebagai Bekas Warga Binaan Pemasyarakatan (BWBP).

Hingga saat ini, Kemensos telah berhasil menangani sebanyak 100 orang BWBP yang meliputi 45 eksnapiter di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat, 35 eksnapiter di Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, dan 18 eksnapiter di Lamongan, Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga: Lubang Bekas Tambang Kaltim Makan Korban Lagi!

Baca Juga: Ormas FPI Ajukan Perpanjangan Izin, Kemendagri: Ada Prosesnya

Sumber: Antara

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polisi Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Kejagung
Luhut Binsar Pandjaitan

Nasional

PPKM Darurat, Banyak Zona Hitam di Jatim dan Bali
Economic Outlook 2022

Nasional

Gelar Indonesia Economic Outlook 2022, HIPMI Optimis Pertumbuhan ekonomi Diproyeksikan Tembus 5%
Uang Kertas

Nasional

Muncul Uang Kertas Rp100 Bergambar Jokowi, Begini Respons Bank Indonesia
Harga Semua Jenis Rokok Naik

Nasional

Kado Awal Tahun, Harga Semua Jenis Rokok Naik, Cek Besarannya!
apahabar.com

Nasional

HUT Polri Ke-73, Ini Harapan Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto kepada Polri
apahabar.com

Nasional

Menag Fachrul Razi Jadi Menteri Ketiga Kabinet Jokowi Positif Covid-19
apahabar.com

Nasional

MK Dahulukan Perkara Sengketa Hasil Pilpres 2019
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com