ga('send', 'pageview');
Warga Dayak Meratus Berduka, Damang Ayal Kusal Wafat Satgas Covid-19 Visitasi Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin, Mau Buka Lagi? Alasan Mencengangkan Paman di Kotabaru Tega Cabuli Adik Sendiri 3 Pekan Razia Masker di Banjarmasin: Berludah hingga Pengemudi Mobil Didenda, Simak Penjelasan Dinkes Sinting! Pria Plontos di Kotabaru Cabuli Adik Berkali-kali

Anyaman Kulit Ketupat, Pekerjaan Turun Temurun Warga Desa Kalian

- Apahabar.com Rabu, 12 Juni 2019 - 17:34 WIB

Anyaman Kulit Ketupat, Pekerjaan Turun Temurun Warga Desa Kalian   

Ibu Salmiah (61) sudah menekuni usaha anyaman kulit ketupat selama 50 tahun, dan usaha tersebut mampu mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Foto-apahabar.com/AHC01

apahabar.com, KANDANGAN – Siapa yang tak kenal dengan Ketupat Kandangan? Kuliner yang satu ini memang asli dari Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Saking terkenalnya makanan tersebut, Pemkab HSS membangun Tugu Ketupat. Ini gambaran kalau Kandangan memiliki kuliner khas.

Tapi tahukah kalian, dibalik lezatnya ketupat Kandangan, ada sebuah desa yang sebagian warganya menekuni usaha anyaman kulit ketupat yang terbuat dari janur (daun kelapa muda).

Baca Juga: Posisi Duduk saat Makan Tambah Nikmat

Perajin kulit ketupat ditekuni turun temurun oleh ibu ibu warga Desa Kalian, Jalan Singakarsa, Kelurahan Kandangan Barat Kecamatan Kandangan.

Mulai pagi hingga sore, hampir semua ibu-ibu di desa tersebut mengisi waktu luang mereka dengan kegiatan tersebut.

Salmiah (61) warga Desa Kalian mengaku menekuni usaha anyaman kulit ketupat sudah 50 tahun. Menurut ibu empat orang anak, sejak usia 8 tahun ia sudah bisa menganyam kulit ketupat. Keahlian itu diperoleh dari kakek dan neneknya.

Bahkan menganyam kulit ketupat pun terus mengalir hingga ke anak dan cucu. “Sekarang pun anak cucu kami juga sudah bisa menganyam kulit ketupat,” katanya.

Menurut Salmiah, dalam sehari ia bisa menganyam 500 kulit ketupat. Saking mahirnya, dalam satu jam ia bisa menghasilkan 200 anyaman kulit ketupat.

Baca juga :  Sesuai Wasiat, Guru Pahampangan Dimakamkan di Dalam Majelisnya Sendiri

Baca Juga: PKK HSS Gelar Khataman Alquran untuk Kelima Kalinya

Diakuinya, pekerjaan tersebut hanya sambilan mengisi waktu luang sambil mengurus keluarga. Pastinya hasil dari anyaman kulit ketupat, ia mampu mendapatkan berkah yang lumayan.

Dalam pemasaran kulit ketupat tidaklah sulit, para pemilik warung ketupat Kandangan lah yang membelinya.

Hal itu dikarenakan penikmat kuliner Ketupat Kandangan tidak pernah sepi, dari situlah kebutuhan kulit anyaman ketupat juga terus ada.

“Anyaman kulit ketupat merupakan usaha yang tidak ada matinya selama warung ketupat masih ada sepanjang jalan wilayah HSS,” katanya.

Untuk harga Per 100 buah kulit ketupat dijual Rp 20 ribu, dengan modal membeli pucuk daun kelapa dan daun kelapa tua Rp10.000. Sehingga keuntungan bersih per 100 kurung hanya Rp 10.000.

Baca Juga: Kreatif, BPJS Barabai Bagi-Bagi Kaos untuk Ingatkan Iuran

“Dalam sehari penghasilan menganyam kulit ketupat Rp50 ribu. Alhamdulillah bisa menambah penghasilan,” kata Salmiah.

Salmiah berharap, usaha warung ketupat terus eksis dan digemari masyarakat, agar sumber mata pencaharian mereka juga tetap bertahan, ditengah upaya mereka membangun dan membangkitkan perekonomian keluarga.

Baca juga :  Misteri Pembunuhan Istri Muda Pembakal HST, Ibu Korban Yakin Ada Pelaku Lain

“Penghasilan dari menganyam kulit ketupat cukup buat makan sehari hari, bukan hanya kami yang melakukan usaha ini, bahkan seluruh keluarga, mulai dari anak, ponakan hingga cucu,” katanya.

Sementara itu, Rusidah keponakan Salmiah juga nampak lihai dalam menganyam kulit ketupat.

Baca Juga: Berupaya Pererat Silaturahmi, Pemkab HSS Galakkan Subuh Berjemaah

Sambil menganyam kulit ketupat, Rusidah mengatakan bahwa ketupat Kandangan ada dua cara penyajiannya.

Untuk kulit anyaman ketupat dengan ukuran lebih kecil untuk ketupat Kandangan versi pakai kuah santan plus iwak haruan dan telur jaruk.

“Ketupat Kandangan kuah santan banyak dijual di warung warung sepanjang Jalan Hamalau hingga Parincahan,” katanya.

Sedangkan anyaman kulit ketupat ukuran lebih besar, untuk Ketupat Kandangan tanpa kuah, tapi dimasak menggunakan air santan biasa disebut dengan ketupat balamak.

“Ketupat balamak ini biasanya dilengkapi urap sayur, telur asin, bumbu sambel kacang atau bumbu masak habang,” jelasnya.

Baca Juga: PT. Batulicin Enam Sembilan dan Yayasan Haji Maming Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir

Adapun pemasok daun kelapa muda untuk dijadikan kulit ketupat, kebanyakan dari Desa Wasah, Desa Ulin, Kecamatan Simpur.

Reporter: AHC01
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Mahasiswa UMM Temukan Sistem Pintar Pendeteksi Kebakaran Hutan
Tanaman Herbal Untuk Perkuat Imunitas Tubuh Hindari Covid-19

Gaya

Tanaman Herbal Untuk Perkuat Imunitas Tubuh Hindari Covid-19
apahabar.com

Gaya

Seruan Uninstall TikTok, Selebgram Cantik dari Banjarbaru Ini Dibuat Kaget
apahabar.com

Gaya

Nasib Fotografer di Tengah Pandemi, Bang Jay Pilih Jadi Youtuber
apahabar.com

Gaya

Google Akan Batasi Iklan yang Disisipkan Teknologi Ilegal
apahabar.com

Gaya

6 Makanan yang Mampu Redakan Perut Sembelit
apahabar.com

Gaya

Cara Kenali Penyakit Hepatitis B
apahabar.com

Gaya

Siasat Auto2000 Banjamasin Jual Toyota Corolla Cross di Tengah Pandemi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com