Keren! Al-Mazaya Islamic School Tetap Berprestasi di Tengah Pandemi Covid-19 POPULER SEPEKAN: Polisi Tewas Tenggelam di Sungai Martapura, hingga 2 Kasus Kriminalitas di Hulu Sungai Wakil Ketua DPRD HST Kecelakaan di Angkinang, Mobil Ringsek Parah! LSM Laporkan Denny Indrayana ke Bawaslu, Terindikasi Kampanye Jelang PSU Si Jago Merah Ngamuk di Cempaka 7 Banjarmasin, Jemaah Salat Tarawih Berhamburan

Berkah Lebaran, Feri Penyeberangan Kebanjiran Penumpang

- Apahabar.com Kamis, 6 Juni 2019 - 15:24 WIB

Berkah Lebaran, Feri Penyeberangan Kebanjiran Penumpang

Ratusan pengendara dari Banjarmasin rela mengantre masuk Feri untuk menyeberang ke daerah Tamban, Kabupaten Barito Kuala. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Momen Idul Fitri membawa berkah tersendiri bagi penyedia jasa penyeberangan (Feri) di Banjar Raya. Mereka mengaku mendapatkan keuntungan 50 persen dari hari biasanya.

Menurut pantauan apahabar.com, banyak warga yang memakai jasa penyeberangan (Feri) menuju daerah Tamban, Kabupaten Barito Kuala. Dengan demikian, keuntungan yang didapat pihak penyedia jasa pun meningkat, jika dibandingkan dengan hari biasa.

Baca Juga: Parade Bagarakan Sahur Memasuki Laga Final, Bupati Diagendakan Hadir

“Biasanya pendapatan dalam sehari sekitar tujuh ratus ribuan. Sekarang saat Lebaran, meningkat 50 persen dibandingkan hari biasanya,” ujar Petugas KMP Barito Usaha 1 bernama Supiani.

Supiani mengungkapkan, banyaknya jumlah orang yang memakai jasa penyeberangan membuatnya harus mengingatkan jumlah maksimal yang masuk ke Feri. Hal itu, menurutnya, dilakukan untuk keamanan bersama.

Adanya pembatasan jumlah yang ditetapkan penyedia jasa, membuat antrean yang cukup panjang.

apahabar.com

Suasana pengendara menyebrang daerah tamban. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

“Sudah dua hari lebaran, pengunjung cukup padat. Ada 700-800 kendaraan yang naik ditempat kita,” terang Supiani.

Dalam momen lebaran, pihaknya mengoperasikan kapal Feri sebanyak 2 unit. Demikian juga dilakukan pada hari normal. 2 unit yang disediakan itu bekerja pada pukul 06.30 hingga 22.00 Wita.

“Kepadatan yang sangat dirasa pada pagi hari dan sore hari. Biasanya kami hanya memakai satu buah kapal untuk beroperasi. Sekarang kami harus memakai 2 kapal agar tidak terjadi penumpukan,” terangnya.

Untuk sekali beroperasi, kapal ini cuma bisa mengangkut maksimal sebanyak puluhan kendaraan penumpang.

Lebih dari itu dirinya mengaku tak berani. Karena takut kelebihan beban dan membahayakan pengguna jasa.

Baca Juga: Kemeriahan Lebaran di Tapin, Warga Gelar Lomba Balap karung

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Partisipasi Revolusi Mental; Sekretariat DPRD Kalsel Bersih-Bersih
apahabar.com

Kalsel

Cerita Musala Hidayatul Selamat dari Kebakaran Hebat Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Sertifikasi Ratusan Guru Macet, DPRD Kalsel Panggil Dinas Pendidikan
gas elpiji

Kalsel

Gas Langka, Disperindag Tabalong-Pertamina Operasi Pasar
apahabar.com

Kalsel

Sebelum Dipimpin Mardani H Maming Pemkab Tanah Bumbu Tak Pernah Raih WTP
banjir

Kalsel

Banjir Surut, Intip yang Dilakukan Warga Kurau dan Bumi Makmur Tala Kini
apahabar.com

Kalsel

Kapolsek Bakumpai Polres Batola Laksanakan PAM dan Monitoring Bantuan Sembako dari Pemerintah
apahabar.com

Kalsel

Besok, Haul Murid Guru Sekumpul KH Herman Hasyim Pengaron Digelar Sesusai Prokes
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com