Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Broadcast Ahok Jadi Ketua Tim Ibu Kota Baru Ditepis Pihak Istana

- Apahabar.com Rabu, 12 Juni 2019 - 15:56 WIB

Broadcast Ahok Jadi Ketua Tim Ibu Kota Baru Ditepis Pihak Istana

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Foto – Net  

apahabar.com, JAKARTA – Pihak Istana menepis terkait beredarnya pesan berantai yang menyebutkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi ketua tim percepatan pembangunan ibu kota baru NKRI.

Dilansir dari detikcom, pesan berantai tersebut mencatut nama Dubes RI untuk Norwegia Todung Mulya Lubis. Penulis pesan tersebut merasa Ahok pantas mendapat posisi tersebut.

Berikut ini isi lengkap pesan berantai tersebut:

Pengacara Todung Mulia Lubis skrg jd Dubes utk Norwegia
Kabar berhembus dr Istana Negara bhw Basuki Tjahaya Purnama akan diangkat sbg Ketua Tim Percepatan Pembangunan Ibu Kota Baru NKRI,pelantikan akan dilakukan akhir July setelah sengketa pilpres usai & MK menetapkan pemenang…Sejujurnya saya bnr2 gembira mendengar info ini kr sjk merebak informasi mengenai pemindahan Ibu Kota saya berulang x mengatakan hanya Ahok yg pas mnjd pemimpinnya dlm pelaksanaan gagasan tsb…Bravo BTP,saya selalu mendukung & bangga terhadapmu,jasa2mu bagi Indonesia khususnya Jakarta adalah bukti nyata yg tk terbantahkan
🙂💪💪💪🇮🇩🇮🇩🇮🇩❤

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menepis kabar tersebut. Moeldoko, yang sudah diperlihatkan pesan berantai tersebut, mengatakan kabar Ahok jadi ketua tim percepatan pembangunan ibu kota baru adalah hoaks.

“Hoaks, superhoaks,” kata Moeldoko di kantornya, Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).

Saat ini, pemerintah memang berencana memindahkan ibu kota atau pusat pemerintahan ke wilayah di luar Pulau Jawa. Hal ini karena Jakarta dinilai sudah terlalu padat dan memiliki beban yang berat.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan, untuk pembangunan kota baru ini, dibutuhkan waktu yang panjang. Namun bisa fungsional dalam kurun 5 tahun.

“Kesungguhan pemerintah untuk mengeksekusi, jadi kalau tahun ini sudah diputuskan lokasinya. Tahun depan sudah dilakukan pembangunan infrastrukturnya dan bisa dipercepat, 5 tahun kota ini sudah fungsional,” ujar Bambang saat Blak-blakan dengan detikcom.

Baca Juga: Resmi Bebas dari Mako Brimob, Ahok Dijemput Putra Sulung

Baca Juga: Ahok Bebas, Ini Kata Ma’ruf Amin

Sumber: Detikcom
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Baca Jadwal Tentatif Seleksi CPNS 2019
apahabar.com

Nasional

KPK Panggil Petinggi PLN Batubara dan Samantaka
apahabar.com

Nasional

Ratusan Anak Hasil Perkawinan Campuran Miliki Kewarganegaraan Ganda Indonesia dan Tiongkok
apahabar.com

Nasional

Pansel KPK Tanggapi Pernyataan KPK Soal Rekam Jejak Calon Pimpinan
apahabar.com

Nasional

Tabur Bunga Harumkan Peringatan Hari Ibu Ke-90
Hari Pers Nasional 2020

Nasional

24 Duta Besar Negara di Dunia Akan Hadir di HPN 2020 Kalsel
apahabar.com

Nasional

Rapat Empat Menteri, Indonesia Upayakan Nego Saudi
apahabar.com

Hiburan

Ketika Pramugari Cantik Buka Warung Kopi, Pelanggan Dibuat Ketagihan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com