Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel

Cegah Terorisme, BNPT Pinta Partisipasi Aparat Kelurahan

- Apahabar.com     Jumat, 28 Juni 2019 - 05:45 WITA

Cegah Terorisme, BNPT Pinta Partisipasi Aparat Kelurahan

Ilustrasi cegah terorisme. Foto – rakyatmaluku.com

apahabar.com, PALEMBANG – Guna mencegah masuknya dan berkembangnya paham radikalisme dan terorisme, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta aparat kelurahan dan desa di Sumatera Selatan dan provinsi lain di Indonesia untuk turut berpartisipasi.

“Aparat kelurahan dan desa diharapkan dapat menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada masyarakat agar bersama-sama dalam mencegah radikalisme dan terorisme serta melaporkan segala bentuk paham tersebut,” kata Kepala Seksi Partisipasi Masyarakat BNPT Setyo Pranowo, di Palembang, sperti dilansir Antara, Kamis (27/6/2019).

Baca Juga: “Seandainya Semua Orang Paham Kesetaraan Gender”

Dalam acara rembuk aparatur kelurahan dan desa membahas tentang literasi informasi dengan thema “Saring Sebelum Sharing” yang digelar Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKTP) Sumsel, dia menegaskan, aparat kelurahan dan desa serta masyarakat perlu segera melapor kepada pihak berwenang jika mengetahui ada warga yang dicurigai berpikir dan bertindak radikal serta teror.

“Pencegahan aksi radikalisme dan terorisme harus dilakukan secara serius dengan menguatkan langkah dalam melakukan sinergi pencegahan terorisme dari pusat hingga daerah,” ujarnya.

Selain itu mengajak masyarakat menyaring informasi yang diterima dari media sosial dan sumber lain serta mencegah terjadinya doktrin-doktrin serta pemahaman yang keliru yang terjadi di tengah masyarakat.

Salah satu penyebab munculnya terorisme adalah karena adanya pemahaman yang keliru terhadap suatu ideologi melalui doktrin-doktrin dan juga adanya delusi “superhero” yaitu dorongan dalam diri seseorang untuk menjadi pahlawan yang bisa mengubah tatanan sosial walau harus mengorbankan dirinya sendiri, kata perwira TNI AL itu.

Sementara Ketua FKPT Sumsel Periansya pada kesempatan itu menambahkan pihaknya menggelar rembuk aparatur kelurahan dan desa untuk mencegah aksi terorisme dan penyebarluasan paham radikalisme.

Penangkalan radikalisme dan terorisme membutuhkan dukungan dari semua pihak dan lapisan masyarakat termasuk aparatur kelurahan dan desa.

Potensi radikalisme dan terorisme di masyarakat tengah menuju kuat, kondisi tersebut perlu diwaspadai bersama agar tidak menimbulkan masalah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Potensi radikalisme dan terorisme perlu disampaikan kepada aparatur kelurahan dan desa sebagai ujung tombak pendekatan kepada masyarakat agar tidak terpengaruh dan mengembangkan paham tersebut.

“Bahaya radikalisme dan terorisme juga perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat hingga pelosok kelurahan dan perdesaan,” kata Periansya.

Baca Juga: Mantan Panglima TNI Ingin Pangkalan Militer di Ibu Kota Baru

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Erupsi Gunung Merapi Masih Didominasi Gas
WhatsApp

Nasional

Aturan Baru WhatsApp Berlaku, Pengguna Signal & Telegram Naik
apahabar.com

Nasional

Mardani H. Maming Beri Inspirasi Ribuan Mahasiswa Universitas Brawijaya
apahabar.com

Nasional

Kematian karena Covid-19 di AS Tembus 23 Ribu Jiwa
apahabar.com

Nasional

Semua Pasien Positif Corona di Magetan Sembuh
apahabar.com

Nasional

Jaksa Agung Janji akan Hitung Untung dan Rugi TP4 dan TP4D
apahabar.com

Nasional

Besok, Munas I JMSI Akan Dibuka Menko Perekonomian
apahabar.com

Nasional

Korban Tsunami Selat Sunda Butuh Biskuit
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com