Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024

Cerita di Balik Makam Keramat Panjang yang Jarang Diketahui Masyarakat

- Apahabar.com     Minggu, 16 Juni 2019 - 05:27 WITA

Cerita di Balik Makam Keramat Panjang yang Jarang Diketahui Masyarakat

Makam panjang di Gang Ulin, Haur Batu, Kelurahan Paringin Kota, RT 13, Kabupaten Balangan. Foto-apahabar.com/Agus Suhady

Nama Ulama Panglima Patih Jailani kian tersohor. Memiliki panjang sekira enam meter, makam sang ulama menyimpan beragam cerita menarik. 

Agus Suhady, PARINGIN

ZIARAH ke makam ulama penyebar agama Islam sudah jadi adat-istiadat. Hidup di tengah masyarakat, tradisi berziarah terus dipertahankan.

Makam ulama Panglima Patih Jailaini sendiri letaknya cukup mudah dijangkau. Sekira 3 kilometer dari pusat Kota Paringin, akses jalan hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua.

Saat apahabar.com menuju letak makam, kondisi becek penuh genangan air di jalan semi permanen itu jadi pemandangan biasa.

Makam di Gang Ulin, Haur Batu, Kelurahan Paringin Kota, RT 13, Kabupaten Balangan ini menyimpan banyak cerita yang belum diketahui masyarakat.

Menurut Hamdi salah satu tokoh masyarakat setempat, makam Panglima Patih Jailani atau dikenal Datu Ulin, konon pernah memancarkan cahaya (bagirab). Di sekitar makamnya, juga terdapat sekitar lebih dari 50 makam.

Namun semua makam itu tidak diketahui keberadaannya. Hanya tinggal botol kaca, bunga-bunga, dan kayu-kayuan seperti tongkat kuburan.

Selain ulama dan penyebar agama Islam dulunya juga dikenal sebagai Panglima Perang di masa Belanda.

Selain melawan penjajah, dia berdiam di Kecamatan Paringin untuk berjuang menyebarkan Islam.

“Dulunya wilayah Haur Batu ini adalah tempat perkampungan penduduk dan ada sebuah kerajaan,” lanjutnya.

Singkat cerita, setelah makam ditemukan, masyarakat dari berbagai penjuru daerah sering datang berziarah. Tak cuma masyarakat biasa, kata Hamdi, mendiang Guru Sipan ulama dari Desa Layap Paringin pernah berkunjung.

“Masyarakat dulunya juga sering mengadakan acara selamatan [Haul] setiap tahun di makam Patih Jailaini ini,” pungkas Hamdi.

Namun, kata Hamdi, sekarang makam tersebut jarang dikunjungi peziarah, seiring bertambah rusaknya akses jalan.

Baca Juga: Puncak Haul, Paman Birin Harapkan Taman Makam Datuk Kelampayan Jadi Wisata Relegius Berkelas Dunia

Baca Juga: Ziarah ke Makam Datu Surgi Mufti

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

KPU Tala Bekali PPK Bimtek Coklik Data Pemilih
apahabar.com

Kalsel

Tularkan Semangat Bung Karno Lewat Literasi
Rapid Antigen

Kalsel

Pemeriksaan di Posko Satui Tanbu, Dua Warga Banjarmasin Tidak Bawa Surat Rapid Antigen
apahabar.com

Kalsel

Kreatifitas Putri Kesultanan Banjar Bantu Tanggulangi Covid-19

Bank Kalsel

BI Kalsel Terus Dorong Ekonomi Mandiri di Pesantren
Cuaca Kalsel

Banjarmasin

Waspada, Potensi Hujan Disertai Angin Kencang Ancam 8 Kabupaten di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Duduki Urutan Keenam Nasional, Dana Bansos Dominasi Aduan Warga ke Ombudsman Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Pemprov Kalsel Respon Cepat Korban Kebakaran Belakang Pasar Hanyar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com