Tambah 103 Kasus, Semua Kelurahan di Banjarmasin Kini Zona Merah! Kalsel Jadi Atensi Presiden, Cuncung Minta GTPP Proaktif Eks Pacar Bidan Pembunuh Anak di Barito Utara Diperiksa Banjarmasin Buka Rumah Ibadah, Kemenag: Wajib Kantongi Suket Kalsel Diatensi Presiden, Warga Banjarbaru Sabar Dulu




Home Tokoh

Sabtu, 29 Juni 2019 - 06:00 WIB

Datu Amin, Jadi Mufti di Saat Berkecamuknya Perang

nazmudin - Apahabar.com

Ilustrasi Mufti Muhammad Amin. Foto-net

Ilustrasi Mufti Muhammad Amin. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Berkecamuknya perang Banjar antara Pasukan Belanda dan Pasukan Pangeran Antasari tepat di saat Syekh Muhammad Amin atau yang dikenal dengan Datuk Amin Benua Anyar menjabat sebagai Mufti kerajaan tersebut. Ketegasannya dalam memutuskan mana yang hak dan mana yang batil membuatnya diburu oleh Pasukan Belanda di zaman itu.

Dihimpun apahabar.com dari berbagai sumber, Syekh Muhammad Amin diangkat menjadi Mufti di bagian Kuin pada tahun 1294 Hijriah atau 1876 Masehi oleh pemerintah Kerajaan Banjar. Pada masa itu , perang sedang berkecamuk antara Kerajaan Banjar yang dipimpin oleh Pangeran Antasari dengan Belanda. Yakni, dimulai tahun 1859 Masehi dan berakhir pada tanggal 5 Oktober 1905 Masehi.

Ketika Datu Amin menjabat sebagai mufti, beliau tegas dalam memutuskan hukum. Ketegasan tersebut tentu saja tidak disambut baik oleh Pemerintahan Belanda. Sehingga beliau pun diburu.

Baca juga :  Polres Banjar Bongkar Jaringan Narkoba Banjarmasin-Kalteng

Datu Amin yang semula berkediaman di Sungai Parit –kawasan Pasar Lama Banjarmasin– terpaksa harus berpindah ke daerah pedalaman. Dengan menggunakan jukung (perahu) bersama pengikutnya ia menelusuri Sungai Martapura.

Disetiap daerah yang dilaluinya, Datu Amin selalu mengambil tanah dengan menggunakan dayung. Hingga akhirnya, ia menemukan tanah berbau harum. Di daerah tanah yang berbau harum itu-lah beliau dan pengikutnya membangun perkampungan. Kampung tersebut kemudian dikenal dengan Benua Anyar.

Datu Amin adalah putra pasangan H Yaqub dengan Tuan Giat. Tuan Giat merupakan saudari Tuan Guwat istri dari Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari. Sedangkan, sang ayah, H Yaqub adalah seorang pengusaha dan saudagar di zaman Kesultanan Banjar dengan julukan “Juragan Yaqub”.

Baca juga :  VIDEO: Mengenang Abah Guru Sekumpul (1), Kejadian Ganjil Saat Dilahirkan

Datu Amin memiliki keturunan yang mumpuni dalam bidang keagamaan. Di antaranya, Alimul Fadhil HM Yunan dan Alimul Fadhil H Marwan.

Makam Datu Amin terletak di Kelurahan Banua Anyar, Banjarmasin.

Pada Sabtu (29/6/2019) hari ini diperingati Haul Akbar ke-126 beliau. Peringatan haul sendiri bertempat di Masjid Al Amin, Benua Anyar, Banjarmasin. Tuan Guru H Ahmad Zuhdiannoor didaulat menjadi penceramah di acara tersebut.

Baca Juga: Tiang Datu Ujung yang Dikeramatkan Ternyata Ada Dua

Baca Juga: Pembangunan Masjid Syuhada Paringin Diiringi Salawat

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tokoh

Tuan Guru H Muhammad Syarwani Abdan (1), Seorang Habib ‘Melihat’ Keistimewaan Beliau Sejak Kecil
apahabar.com

Tokoh

Tuan Guru H Husin Qaderi Al Banjari (2), Mengkhatamkan Al Quran Setiap Malam
apahabar.com

Tokoh

Begini Riwayat Habib Asal Malaysia, Pengisi Tausiah di Haul Guru Anang Sya’rani
apahabar.com

Tokoh

Kisah Khalifah Umar bin Khattab Rela Lapar demi Rakyatnya
apahabar.com

Tokoh

Surgi Mufti, “Berkawan” Penjajah Demi Mengurus Umat
apahabar.com

Tokoh

Datu Landak (1), Pada Dirinya Mengalir Darah Dua Ulama Besar Nusantara
apahabar.com

Tokoh

Habib Syech Assegaf Ceritakan Kenangan Bersama Abah Guru Sekumpul
apahabar.com

Tokoh

Mengenang Abah Guru Sekumpul (10), Sempat Mau Dibunuh Ketika Mengajar