Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Di Hadapan Pemimpin G20, Jokowi Angkat Isu Pemberdayaan Perempuan

- Apahabar.com Minggu, 30 Juni 2019 - 07:30 WIB

Di Hadapan Pemimpin G20, Jokowi Angkat Isu Pemberdayaan Perempuan

Suasana berlangsungnya KTT para pemimpin G20 di Osaka, Jepang, Jumat (28/6/2019). Presiden Joko Widodo hadir dalam pertemuan ini termasuk sejumlah kepala negara G20, di antaranya Presiden AS Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, PM India Narendra Modi, PM Inggris Theresa May, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Prancis Emmanual Macron dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa. Foto – REUTERS/KEVIN LAMARQUE

apahabar.com, OSAKO – Presiden Joko Widodo mengangkat isu terkait akses pendidikan dan pemberdayaan perempuan saat berbicara pada Sesi III KTT G20 Osaka dengan tema Addressing Inequalities and Realizing an Inclusive and Sustainable World.

“Kita semua paham bahwa akses pendidikan dan pemberdayaan perempuan merupakan elemen penting untuk mencapai target ‘Sustainable Development Goals’. Dan itu memerlukan kerja sama kita semua,” kata Presiden Jokowi di depan para pemimpin negara anggota G20 di Osaka Jepang, seperti dilansir Antara, Sabtu (29/6/2019).

Baca Juga: Pasca-Putusan MK, PKS Kalsel Belum Tentukan Political Will

Terkait pendidikan, Presiden menegaskan perlunya penyesuaian sistem pendidikan saat ini yang menurutnya masih mengikuti pola pendidikan yang lama.

Padahal, di era digital seperti sekarang ini, ada perubahan terkait pola mental dan pola pergaulan anak-anak di abad ke-21.

Menurut dia, anak anak sekarang hidup di era YouTube Video yang rata-rata durasinya hanya 12 menit, di eranya Instagram Video atau Twitter Video yang rata-rata panjangnya 6 menit atau bahkan sependek 1 menit.

“Dulu, anak-anak bergaul dengan misalnya naik sepeda bersama, sekarang anak kita bergaul dengan ramai-ramai main video game ‘Massive Multi-Player Online Game’ seperti Fortnite dan Minecraft,” ujar Presiden seperti disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Kemudian terkait dengan partisipasi perempuan, Presiden Jokowi mengatakan bahwa peran perempuan di dalam ekonomi, politik dan kehidupan bermasyarakat masih jauh dari potensi yang ada.

Padahal menurut Presiden, di era berbagai tren yang dipicu digitalisasi dan globalisasi, wanita bisa lebih unggul daripada pria.

“Perempuan lebih rajin, lebih tekun, lebih detail, lebih sabar, dan lebih team-work daripada kita. Karena e-Commerce dan teknologi membutuhkan karakter seperti itu, sehingga meningkatkan partisipasi perempuan dalam bisnis, ekonomi dan politik otomatis akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional di era digital,” ungkap Presiden.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi mengatakan, ke depan pemerintahannya akan fokus pada pembangunan sumber daya manusia. Indonesia, yang menurut Presiden, memiliki 68,6 persen atau sekitar 181,3 juta orang berada pada usia produktif.

“Agar penduduk usia produktif tersebut menjadi bonus demografi diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing,” ucap Presiden.

Selain itu di tingkat kawasan, Presiden juga menyampaikan bahwa para pemimpin ASEAN baru saja mengadopsi “ASEAN Outlook on Indo-Pacific” yang berisi sikap, cara pandang dan kesiapan ASEAN untuk bekerja sama dengan pihak manapun.

Ini merupakan kontribusi ASEAN bagi upaya menjaga stabilitas dan perdamaian serta menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkesinambungan.

“Kerja sama jelas diperlukan, pertama untuk memecahkan masalah sumber pendanaan yang tidak hanya dari pemerintah, tapi dari swasta, melalui inovasi keuangan seperti ‘blended finance’. Kedua, kerja sama dalam sertifikasi keahlian atau standar kompetensi. Semakin sertifikasi dapat diterima secara regional, akhirnya secara internasional semakin besar manfaat dari pelatihan vokasi dan keterampilan praktis buat pekerja kita,” ucap Jokowi.

Baca Juga: 10 Ribu Personel Jaga Pleno KPU Saat Penetapan Capres-Cawapres

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Selama di Banjarmasin, Jokowi Dipastikan Shalat Magrib di Masjid Ini
apahabar.com

Nasional

Jokowi Diberi Gelar Adat Datuk Seri Setia Amanah Negara
apahabar.com

Nasional

Hari Ini, Jamaah Umroh Indonesia Mulai Bertolak ke Saudi
Jemaah Pejalan Kaki di Simpang 4 Banjarbaru Diantar Relawan BPK

Nasional

Jemaah Pejalan Kaki di Simpang 4 Banjarbaru Diantar Relawan BPK
apahabar.com

Nasional

Pengemis Tajir Punya Aset Rp 1 M, Apa Kata Sosiolog?
apahabar.com

Nasional

Mahasiswa Asal Bogor Wafat Saat Jadi Imam Shalat
apahabar.com

Nasional

Jenderal Bareskrim Berinisiatif Sendiri Terbitkan Surat Jalan Djoko Tjandra
apahabar.com

Nasional

Pilkada Serentak 2020, ASN Diperingatkan Tak Terima Suap
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com