apahabar.com
Ketua DPW PAN Kalsel, Muhidin. Dok. apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Partai Golongan Karya (Golkar) diprediksi tetap mengusung petahana, H Sahbirin Noor di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalsel 2020  mendatang.

Sementara untuk pendampingnya telah disiapkan sosok yang tidak kalah kuatnya yakni, Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kalsel, H Muhidin.

Baca Juga: Masuk Bursa Calon Wawali Banjarmasin, Intip Respon Kepala Bappeda Kalsel

Bahkan saat dikonfirmasi, H Muhidin mengakui jika dirinya sudah melakukan pembicaraan dengan tim kemenangan Pemilihan Gubernur (Pilgub).

Isu diangkat dalam pertemuan itu tidak lain terkait namanya yang digadang-gadang berpasangan dengan H Sahbirin Noor.

“Iya kita ditawari sebagai rekan Sahbirin Noor pada Pilkada 2020 nanti,” terang mantan Walikota Banjarmasin ini.

Mengingat, Partai besutan Amien Rais ini memperoleh kemenangan yang fantastik pada Pemilu 2019.

Mereka berhasil mendapatkan 9 kursi DPRD Banjarmasin dan 6 kursi DPRD Kalsel. Kursi parlemen itu meningkat dibandingkan Pemilu 2014.

Baca Juga: Bursa Calon Wali Kota Mencuat, Muhidin Mantap Usung Anaknya

Meski demikian, Muhidin menerangkan jika posisi yang ditawarkan kepadanya baru diputuskan pada akhir 2019 nanti.

“Kemungkinan begitu, tapi kita tunggu hingga akhir tahun saja untuk memutuskan,” bebernya.

Padahal pada Pilkada 2015 lalu, Muhidin dan Sahbirin Noor bersaing mendapatkan kursi jadi orang nomor satu di pemerintahan Bumi Lambung Mangkurat. Keduanya juga bersaing Zairullah Azhar dari Partai Kebangkitan Bangsa, empat tahun silam.

Bahkan suara didapatkan Muhidin yang berpasangan dengan Gusti Farid Hasan Aman melalui jalur independen itu, hanya beda tipis dengan Sahbirin Noor dan Rudy Resnawan.

Baca Juga: Ketua Karang Taruna Kabupaten Banjar Fahrani Siap Bersaing di Pilkada 2020

Meski kalah tipis, namun Muhidin menangani momentum Pilkada tahun lalu dengan lapang dada. Bahkan dia mengatakan dalam memajukan pembangunan yang merata, seseorang tidak harus berada dalam posisi puncak.

Figur lainnya yang dimaksud Muhidin pun mungkin bisa membangun provinsi tertua di Pulau Kalimantan ini. “Kita membangun itu tidak harus menjadi seorang pemimpin, dari manapun bisa,” ujarnya.

Pada 2015 lalu, pasangan nomor urut 02 ini memperoleh 725.585 suara atau 40,31%.

Sedangkan pasangan 01 yang diusung oleh Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golongan Karya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Amanat Nasional (PAN) meraih kemenangan dengan 739.588 suara atau 41,09%.

Baca Juga: Meraba Peta Politik Pilkada 2020 Kabupaten Banjar, dari Figur Muda hingga Poros Ketiga

Kemudian untuk Zairullah Azhar dan Muhammad Safi’i yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, dan Partai Nasional Demokrat (NasDem) hanya 18,6 persen atau 334,712 suara.

Sahbirin yang biasa disapa Paman Birin pun akhirnya terpilih dan kemudian di lantik sebagai gubernur Kalsel hingga 2020 mendatang.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin