Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

Faperta ULM ‘Berkampus’ Di Jejangkit

- Apahabar.com Jumat, 28 Juni 2019 - 16:55 WIB

Faperta ULM ‘Berkampus’ Di Jejangkit

Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Sutarto Hadi dalam panen perdana lahan SIUTI Program Riset Aksi ULM Jejangkit. Foto-apahabar.com/Bastian

apahabar.com, BANJARMASIN – Dengan misi menjadi ujung tombak produktivitas lahan basah, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) membangun ‘kampus’ khusus Fakultas Pertanian (Faperta) di Kecamatan Jejangkit, Barito Kuala.

ULM melalui Faperta baru saja melaksanakan panen padi pertama di lahan riset Sistem Integrasi Unit Tani Intensif (SIUTI) yang berada di eks lokasi Hari Pangan Sedunia (HPS) di Jejangkit, Jumat (28/06/2019).

Melalui panen tersebut, ULM berusaha membuktikan kemampuan berproduksi di lahan basah. Bahkan mereka meyakinkan lahan basah bisa menjadi penyangga pangan nasional.

“Keunggulan ULM memang di lahan basah, sehingga berbagai kajian lahan basah menjadi penting. Terlebih bumi semakin basah dari tahun ke tahun,” tegas Prof Sutarto Hadi, Rektor ULM.

“Mulai dari pertanian lahan basah, ekonomi lahan basah, hukum lahan basah dan arsitektur lahan basah, sehingga masa depan dunia berada di ULM,” imbuhnya.

Menunjang target tersebut, ULM sudah memiliki sumber daya manusia yang piawai mengurusi lahan basah.

“ULM memiliki ahli tanah, proteksi tanaman, hingga sosial ekonomi. Bahkan 80 persen dosen Faperta ULM sudah bergelar doktor, sehingga malu kalau ULM tidak bisa,” tegas Sutarto.

“Rencana kami selanjutnya adalah membentuk blueprint bersama tim untuk pengembangan lahan lebih lanjut di Jejangkit,” imbuhnya.

Termasuk blueprint tersebut adalah rencana mendirikan ‘kampus’ atau stasiun lapang Faperta di Jejangkit.

“Sebenarnya sudah beberapa kali mahasiswa Faperta ULM dibawa ke Jejangkit dalam kuliah lapangan,” jelas Prof Yudi Firmanul Arifin, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan Kerjasama dan Humas.

“Oleh karena Jejangkit memiliki lahan spesifik, sehingga kami berencana memiliki tempat yang mendukung target 2027 menjadikan ULM sebagai pusat unggulan lahan basah Asia Pasifik,” tambahnya.

Namun demikian, stasiun lapang tersebut tidak dibangun di lahan riset mereka sekarang. ULM berencana memiliki bangunan sendiri di lokasi berbeda.

“Lahan yang menjadi riset sekarang masih berupa pinjam pakai selama tiga tahun. Nanti kami punya stasiun di lahan sendiri dan insyaallah tetap di Jejangkit,” tandas Yudi.

Baca Juga: Jalur Mandiri ULM, Fakultas Kehutanan Sepi Peminat

Baca Juga: Riset ULM Jawaban Kegagalan Hari Pangan Sedunia?

Reporter: AHC13
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kenang Jasa Pahlawan, Polres Tapin Ziarah dan Tabur Bunga
apahabar.com

Kalsel

Sukseskan Pemilu 2019, Panwascam Ditatar
apahabar.com

Kalsel

Berkah Idulfitri, Ratusan Napi di Pelaihari Dapat Remisi
apahabar.com

Kalsel

Murid TK Islam Baitul Makmur Banjarmasin Diajarkan Aturan Lalu Lintas
apahabar.com

Kalsel

2.171 Pelamar Berebut Jadi Panwascam Pilkada Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Korban Puting Beliung Manarap Menanti Bantuan
apahabar.com

Kalsel

Posyandu Mawar Wakili HST Ajang Provinsi  
apahabar.com

Kalsel

Cegah Tindak Kejahatan Jelang Pergantian Tahun, Lanal Kotabaru Sisir Kawasan Pelabuhan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com