apahabar.com
Ketua DPD KNPI Kalsel, Fazlur Rahman. Foto-apahabar.com/M Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemilihan wali kota Banjarmasin semakin dekat. Sejumlah nama pun kian marak beredar.

Salah satunya Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalimantan Selatan (Kalsel), Fazlur Rahman.

Baca Juga: Calon Kuat Wali Kota Banjarmasin, Infrastruktur Jadi Atensi Muhaimin

Fazlur Rahman merupakan satu dari tiga nama yang diusulkan DPD PDI Perjuangan Kalsel untuk maju sebagai kandidat calon wali kota Banjarmasin di Pilkada 2020 mendatang.

Adapun, kedua nama lainnya, wakil wali kota Banjarmasin Hermansyah dan wakil ketua DPRD Kalsel Muhaimin.

Meskipun disiapkan oleh parpol sebagai kandidat calon wali kota Banjarmasin, uniknya Fazlur malah kepincut untuk mendampingi kedua kandidat lainnya seperti Hasnuryadi Sulaiman HB dari partai Golkar dan H Karmila dari PAN.

“Saya selalu siap dan tergantung dengan partai koalisi. Kalau dengan Hasnur atau H Karmila, sebaiknya saya jadi wakil saja. Mengingat, kekuatan legislatif lebih banyak mereka,” ucap Fazlur Rahman kepada apahabar.com, Selasa (25/6) sore.

Kedua nama itu, kata dia, memiliki power dan kharisma masing-masing. Hasnuryadi Sulaiman HB dinilai memiliki ketokohan dan penuh dengan pengamalan di dunia politik.

“Kemudian, elektabilitas beliau juga bagus. Wajar kiranya, beliau sebagai nomor satu atau calon wali kota Banjarmasin,” tegas Alumnus Pascasarjana Hukum Ekonomi Universitas Brawijaya ini.

Sedangkan sosok H Karmila, sambung dia, dikenal sebagai pemeroleh suara tertinggi anggota DPRD Kalsel Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Banjarmasin di Pemilu 2019 kemarin.

Lalu, ditopang dengan ketokohan sang ayah, H Muhidin yang merupakan mantan wali kota Banjarmasin. Dengan basis massa yang jelas dan fanatik.

“Ibu Karmila juga memiliki personaliti yang menarik. Ini harus didukung untuk menjadi wali kota perempuan pertama di Banjarmasin,” ujar Mahasiswa program doktor Ilmu Sosial Universitas Airlangga tersebut.

Sejauh ini, ia mengakui masih belum melakukan pembicaraan teknis terkait permasalahan tersebut. Melainkan, hanya sebatas pembicaraan dalam bentuk perencanaan.

Mengingat, perjalanan menuju Pilkada 2020 dinilai masih sangat panjang. Kondisi politik pun masih sangat cair dan kemungkinan bisa saja terjadi.

Terkait pengusulan namanya, Fazlur pun sebagai kader muda merasa terkejut dengan usulan dari internal partai. Namun, menurutnya, itu sebagai bukti bahwa PDI Perjuangan merupakan partai yang terbuka dan membuka ruang bagi siapa saja untuk menjadi calon pemimpin.

“Keinginan PDI Perjuangan yang mempromosikan kader sendiri dan kader muda yang relatif baru sebagai bakal calon kepala daerah, itu juga membuktikan kaderisasi di tubuh partai banteng semakin baik,” tegasnya.

Fazlur juga optimis, budaya perpolitikan Banjarmasin bisa dibangun di atas landasan ideologis dan berbasis kapasitas serta kredibilitas.

Oleh sebab itu, ia menyatakan bahwa menerima tugas sebagai bakal calon tersebut dan akan melakukan lobi politik kepada elit, tomas, toga di Banjarmasin. Baik unsur parpol maupun non parpol.

“Sekaligus membuktikan bahwa usia tidak menjadi halangan. Selagi mampu dan mau berusaha, kita akan dipercaya masyarakat. Ini adalah langkah maju yang diberikan PDIP untuk kaum milenial di Banjarmasin,” pungkasnya.

Baca Juga: Pilwali Banjarmasin, Anak Muhidin Cari Pendamping

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin