apahabar.com
Pelatih Martapura FC, Frans Sinatra Huwae. Foto-Instagram.

apahabar.com, BANJARMASIN – Pelatih Martapura FC, Frans Sinatra Huwae mengungkapkan rasa terimakasih atas sokongan Barito Putera terhadap Martapura FC. Setidaknya beban tim berjuluk Laskar Sultan Adam tersebut dalam mengarungi Liga 2 2019 sedikit berkurang, seiring bantuan finansial itu.

Seperti diketahui sebelumnya, Manajer Barito Hasnuryadi Sulaiman memberikan bantuan dana untuk Martapura FC. Dana tersebut nantinya digunakan untuk menggajih pemain Laskar Sultan Adam.

“Yang pertama puji Tuhan di penghujung bulan suci ini, Martapura mendapatkan suatu dukungan penuh dari Manajer Barito Putera Hasnuryadi Sulaiman. Ini bukti bahwa beliau tetap konsisten dan berkomitmen untuk membangun persepakbolaan banua,” kata Frans kepada wartawan.

Frans menyebut Barito Putera memiliki ikatan emosional yang kuat dengan dirinya bersama mantan pemain Laskar Antasari di skuat Martapura FC sekarang. Oleh karena itu, Frans mengaku tidak sungkan meminta bantuan jika mengalami kesulitan.

“Kami ini adalah orang-orang terlahir dari Barito Putera, dan sepantasnya lah kami juga mengadu kepada orang tua kami Barito Putera. Kami dibesarkan di Barito Putera oleh Almarhum (HA Sulaiman HB, pendiri Barito, red) kebetulan sekarang diteruskan olah pak Hasnur. Ini wadah kami mengadu. Di saat kami mengalami kesulitan kami curhat kepada pak Hasnur, dan kami bersyukur mendapat respon sangat positif dari beliau,” terang Frans.

Frans juga mengakui bantuan tersebut sangat berarti bagi Martapura FC. Hal itu menurutnya bisa menjadi motivasi bagi pemain agar lebih giat berlatih dan mempersiapkan diri mengarungi Liga 2 musim ini.

apahabar.com
Skuat Martapura FC yang sempat diturunkan melawan Borneo FC beberapa waktu lalu. Foto-Instagram

“Mudah-mudahan dengan adanya bantuan Pak Hasnur dan Barito saat ini menjadi suatu pemicu yang positif untuk Martapura FC bisa berbuat lebih baik ke depan. Dalam artian bahwa, setelah malam ini mendapat dukungan sepenuhnya dari Pak Hasnur, semua pemain merasa sangat termotivasi dan mereka semua siap mengarungi kompetisi yang akan kita jalani nanti,” tutur eks pilar Barito era 90-an.

Terkait kesiapan Martapura FC mengarungi Liga, Frans mengaku sudah hampir rampung. Tadinya tinggal terkendala finansial. Tapi syukurnya sudah ada jalan keluar.

“Ya kita sudah sampai saat ini kita dapatkan 23 pemain, mudah-mudahan untuk persiapan ini dapat kita lakukan dengan baik. Sehingga kita dapat memasuki kompetisi nanti dengan suatu kekuatan yang utuh,” bocor mantan pelatih Barito di era awal tahun 2000-an.

Frans juga membuka kemungkinan Martapura FC menjadi wadah ‘penampungan’ pemain Barito. Terutama pemain muda, mereka bisa mengasah kemampuan dan mendapat jam terbang ketika dipinjamkan ke Martapura, sebelum kembali mengarungi kerasnya Liga 1 bersama Barito.

“Martapura ini adalah wadah penggodokan pemain-pemain Banua kita yang berbakat, kalau misalkan di Barito Putera ada niatan untuk mensuport pemain, kami dengan sangat terbuka untuk menerima. Dalam artian kami akan memberikan jam terbang ke pemain-pemain yang mungkin saat ini tidak mendapatkan tempat di Barito Putera. Martapura ini lah jadi wadahnya, wadah putra-putra Banua untuk berprestasi sebelum nantinya mereka naik lebih bagus lagi ke Barito Putera,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada Liga 2 musim ini MFC tergabung di Wilayah Timur. Kick-off kompetisi kasta kedua di Indonesia tersebut akan dimulai pada 23 Juni mendatang.

Ada pun lawan yang mereka hadapi yakni Blitar United, Madura FC, Mitra Kukar, Persatu Tuban, Persewar Waropen, Persiba Balikpapan, Persik Kediri, Persibat Batang, PSBS Biak dan PSIM Yogyakarta.

Baca Juga: Hasnur: Barito Tidak Kelola Martapura FC, Murni Hanya Membantu

Reporter: Ahc02
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin