Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam? Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura

Halal Bihalal Tradisi Asli Indonesia, Ini Sejarahnya

- Apahabar.com Rabu, 12 Juni 2019 - 07:17 WIB

Halal Bihalal Tradisi Asli Indonesia, Ini Sejarahnya

Ilustrasi Halal Bihalal. Foto-Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Halal Bihalal ternyata tradisi asli di Indonesia. Hal ini tak ditemukan di negara lain, bahkan negara yang menyebut dirinya negara Islam. Siapa sangka jika tradisi ini bermula dari niat menyatukan bangsa dari perpecahan?

Rais Syuriah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dengan tegas bercerita bahwa untuk istilah Halal Bihalal memang pertama diucapkan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama.

Kisah bermula saat Indonesia memproklamirkan kemerdekaan pada tahun 1945. Baru tiga tahun menjadi bangsa merdeka, Indonesia dilanda gejala disentegrasi bangsa. Elite politik bertengkar dan tak mau duduk berdialog dalam satu forum.

“Kondisi ini diperburuk adanya pemberontakan yang memaksakan ideologi,” kata KH Masdar Farid Mas’udi.

Diawali pada pertengahan bulan Ramadan 1948, Presiden RI Soekarno memanggil KH Wahab Chasbullah ke Istana Negara. Sebagai sosok ulama yang disegani, KH Wahab Chasbullah diajak berdiskusi untuk mengatasi situasi politik yang tidak sehat.

“Ya sebaiknya diselenggarakan silaturahim. Apalagi Idul Fitri kan umat muslim disunahkan bersilaturahmi,” saran Kiai Wahab.

“Ah, sampeyan kayak enggak tahu saja. Silaturahmi itu kan biasa. Bisa enggak dengan istilah yang lain,” Bung Karno ngeyel.

“Itu gampang,” kata Kiai Wahab.

“Gampang bagaimana? Mereka terus saja bertengkar, kok,” kata Bung Karno.

“Begini. Jadi, masalahnya elite politik itu tak mau bersatu karena saling menyalahkan. Padahal, saling menyalahkan itu kan dosa. Dosa itu haram. Supaya mereka tidak punya dosa (haram), maka harus dihalalkan. Mereka harus duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan, saling menghalalkan. Sehingga silaturrahmi nanti kita pakai istilah ‘halalbihalal’. Bagaimana?” kata Kiai Wahab.

Saat hari raya Idul Fitri 1948 itu Bung Karno lalu mengundang semua tokoh politik untuk datang ke Istana Negara bersilaturahmi. Acara itu bertajuk ‘Halal Bibalal’.

Sejak itu orang-orang Presiden Soekarno terus mengadakan acara Halal Bihalal secara masif setiap tahun. Niat baik akan memancarkan energi baik. Silaturahmi bertajuk Halal Bihalal itu kemudian ditirukan masyarakat secara luas.

Tak hanya umat muslim di Jawa, bahkan terus meluas. Bung Karno menggerakkan tradisi Halal Bihalal melalui birokrasi pemerintahan, sedangkan Kiai Wahab menggerakkan warga dari bawah. Jadilah Halal Bihalal sebagai kegiatan rutin dan budaya Indonesia saat Hari Raya Idul Fitri seperti sekarang.

Baca Juga: Halal Bihalal KNPI Balangan Bersama Ikamaba Dihadiri Bupati

Baca Juga: Apel Senin Berlanjut ‘Halal Bihalal’ di Kandangan

Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Viral; Foto Ini Ungkap ‘Prediksi’ Gus Dur pada Jokowi
apahabar.com

Nasional

Kapolri dan Panglima TNI Bersinergi Tinjau Gereja 
apahabar.com

Nasional

Sempat Dibatalkan MA, Presiden Naikkan Kembali Iuran BPJS
apahabar.com

Nasional

IDI: Minggu Pertama Oktober 5 Dokter Gugur Akibat Covid-19, Total Menjadi 132
apahabar.com

Nasional

Polisi Enggan Beberkan Aib Pengusaha yang Pakai Jasa Vanessa Angel
apahabar.com

Nasional

Aceh Serahkan Bantuan Logistik Korban Banjir di Subulussalam
apahabar.com

Nasional

Tanpa BPJS, Bayi Jantung Bocor di Batola Dirujuk ke Jakarta
apahabar.com

Nasional

Kapolda Sumut: Tersangka Bom Medan Sempat Latihan di Tanah Karo
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com