Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

Ini Cara Mengukur Indeks Personal ASN

- Apahabar.com Rabu, 12 Juni 2019 - 07:15 WIB

Ini Cara Mengukur Indeks Personal ASN

Ilustrasi ASN. Foto-Tribunews.com

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana telah menandatangani Peraturan BKN Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pedoman Tata Cara dan Pelaksanaan Pengukuran Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hal ini dengan pertimbangan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 17 Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 38 Tahun 2018 tentang Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara.

Baca Juga: Pasca Cuti Bersama, ASN Pemprov Langsung Dites Urine

“Peraturan Badan ini bertujuan agar terdapat standar bagi Insansi Pusat dan Instansi Daerah dalam melaksanakan Pengukuran Indeks Profesionalitas ASN secara sistematis, terukur, dan berkesinambungan,” bunyi Pasal 2 ayat (2) Peraturan ini seperti ditulis Republika.

Menurut Peraturan ini, Pengukuran Indeks Profesionalitas ASN dilaksanakan di seluruh Instansi Pusat dan Instansi Daerah yang pelaksanaannya dikoordinasikan oleh unit kerja yang bertanggungjawab dalam pengelolaan Pegawai ASN pada masing-masing instansi.

Adapun kebijakan umum dalam Pengukuran Indeks Profesionalitas ASN, menurut Peraturan ini, dilaksanakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (PANRB), sedangkan tata cara dan pelaksanaan Pengukuran Indeks Profesionalitas ASN dilaksanakan oleh BKN.

Kriteria Pengukuran

Disebutkan dalam Peraturan ini, kriteria Pengukuran tingkat Profesionalitas ASN diukur melalui dimensi Kualifikasi, Kompetensi, Kinerja, dan Disiplin.

Dimensi Kualifikasi digunakan untuk mengukur data/informasi mengenai kualifikasi pendidikan formal PNS (Pegawai Negeri Sipil) dari jenjang paling tinggi sampai jenjang paling rendah, dan diperhitungkan sebesar 25% dari keseluruhan Pengukuran.

Instrumen Pengukuran pada dimensi kualifikasi bobot penilaian, menurut Peraturan ini adalah:

  1. Bobot nilai sebesar 25 bagi PNS yang memperoleh/memiliki pendidikan S-3
  2. Bobot nilai sebesar 20 bagi PNS yang memperoleh/memiliki pendidikan S-2
  3. Bobot nilai sebesar 15 bagi PNS yang memperoleh/memiliki pendidikan S-1/D-IV
  4. Bobot nilai sebesar 10 bagi PNS yang memperoleh/memiliki pendidikan D-III
  5. Bobot nilai sebesar 5 bagi PNS yang memperoleh/memiliki pendidikan D-II/DI/Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)/sederajat; dan
  6. Bobot nilai sebesar 1 bagi PNS yang memperoleh/memiliki pendidikan di bawah SLTA.

Sementara dimensi Kompetensi digunakan untuk mengukur data/informasi mengenai riwayat pengembangan kompetensi yang pernah diikuti oleh PNS dan memiliki kesesuaian dalam pelaksanaan tugas jabatan, dan diperhitungkan sebesar 40% dari keseluruhan Pengukuran.

Indikator yang digunakan yaitu riwayat pengembangan kompetensi yang terdiri atas: a. Diklat Kepemimpinan; b. Diklat Fungsional; c. Diklat Teknis; dan d. Seminar/Workshop/Magang/Kursus/sejenisnya.

Instrumen Pengukuran pada diklat kepemimpinan bobot penilaiannya, menurut Peraturan ini, adalah: a. Bobot nilai sebesar 15 (lima belas) bagi PNS yang menduduki jabatan pimpinan tinggi, jabatan administrator, dan jabatan pengawas yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan sesuai dengan jabatan yang diduduki; dan b.Bobot nilai sebesar 0 (nol) bagi PNS yang menduduki jabatan pimpinan tinggi, jabatan administrator, dan jabatan pengawas yang belum mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan sesuai dengan jabatan yang diduduki.

Baca Juga: Kalteng Butuh 2.100 PNS Baru, Intip Formasi yang Paling Dibutuhkan

Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Lagi, Istri Nyinyir di Medsos, Prajurit Kena Tahan
apahabar.com

Nasional

Ini Alasan Ditjen PAS Pindahkan Setya Novanto ke Gunung Sindur
apahabar.com

Nasional

Vaksinasi Covid-19 Sudah Dekat, Indonesia Wajib Siapkan Stok Jarum
apahabar.com

Nasional

126 WNA Ditolak Masuk Indonesia
apahabar.com

Nasional

Suara Misterius Juga Terdengar Meraung-raung di Langit Semarang
apahabar.com

Nasional

Horeee, Temuan Vaksin Bikin Rupiah Berpeluang Menguat
apahabr.com

Nasional

TGB: Kampanyekan Jokowi-Ma’ruf Tanpa Mengumpat dan Bikin Hoaks
apahabar.com

Nasional

Top, Dokter di Makassar Gelar Cukur dengan Protap Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com