Wah, AS Mulai Tak Wajibkan Warganya Pakai Masker & Jaga Jarak Update Saham Spanyol, Indeks IBEX 35 Tergelincir 0,46 Persen Update Saham Inggris, Indeks FTSE 100 Tergerus 0,59 Persen Update Saham Jerman, Indeks DAX 30 Naik 49,46 poin Lebaran Pertama, Rumah hingga Jalan Provinsi di Satui Tanah Bumbu Terendam

Ini Harapan Komisi III DPRD Kalsel untuk Perusahaan Tambang

- Apahabar.com Jumat, 14 Juni 2019 - 20:33 WIB

Ini Harapan Komisi III DPRD Kalsel untuk Perusahaan Tambang

Komisi III DPRD Kalsel saat meninjau areal tambang PT TIA. Foto-apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, TANAH BUMBU – Komisi III DPRD Kalsel baru saja melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke areal tambang batubara milik PT Tunas Inti Abadi (TIA) di Sebamban, Kabupaten Tanah Bumbu.

Wakil rakyat bidang pembangunan ini terlihat puas. “Ini yang kita injak saat ini adalah bekas tambang. Alhamdulillah reklamasi perusahaan ini berhasil,” katanya Wakil ketua Komisi III Syafruddih H Maming, Jumat (14/6) sore.

Baca Juga: Sidak Tambang PT TIA, Cuncung Senggol Soal Bantuan Banjir Tanbu

Dari puluhan perusahaan tambang yang sudah mengali lahan, hanya ada dua yang bisa dikatakan tuntas dari jaminan reklamasi (Jamrek) hingga revegetasi (pemanfaatan), salah satunya PT TIA.

Harap wakil rakyat yang akrab disapa Cuncung ini, semua perusahaan tambang yang memegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) bisa meniru pelaksanaan reklamasi hingga revegetasi pasca tambang.

Jika rata-rata perusahaan tambang di Kalsel, sambung politikus PDIP seperti ini (PT TIA), Kalsel akan kembali hijau.

Cuncung mengemukakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melaksanakan kegiatan serupa di perusahaan lain dengan memboyong dinas terkait.

Sementara itu Surinto yang juga anggota Komisi III DPRD Kalsel menambahkan, jika secara teori yang dilaksanakan benar-benar diterapkan, tentu Kalsel akan lebih hijau dari sebelumnya.

Alasannya karena setiap perusahaan tambang selain harus mereklamasi dan revegetasi, mereka juga harus menghijaukan wilayah lain yang luasnya sama dengan direklamasi.

“Perusahaan tambang diibaratkan panci, satu panci yang dipinjam dari Pemprov Kalsel saat dikembalikan harus menjadi dua panci. Mudahnya pinjam satu kembalikan dua,” sambungnya.

Namun, diakui Surjnto, fakta lapangan tidak semudah teori yang disampaikan. Ada perusahaan tambang yang nakal enggan membayar Jamrek hingga tak mereklamasi bekas mengupas perut bumi.

Baca Juga: Walhi: Banjir Tanbu Bukan Semata Faktor Cuaca Ekstrem

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

PSBB Banjarmasin Berakhir, Bansos Jalan Terus?
lulus

Kalsel

Seleksi Direktur PDAM Tabalong, 7 Lulus Administrasi
apahabar.com

Kalsel

Heboh Pelajar Ikut Demo di Banjarmasin, Polisi: Sudah Kami Lepas

Kalsel

Duh, Guest House Royal Borneo Jualan Miras Saat PSBB
apahabar.com

Kalsel

53 Kendaraan Dinas Pemkot Banjarmasin Berusia 7 Tahun Dilelang, Penawar Wajib Bayar 50 persen
apahabar.com

Kalsel

Lahan Sengketa RS Sultan Suriansyah Besok Dibongkar, Perkim Siapkan Rusunawa
apahabar.com

Kalsel

ODP Covid-19 di HST Meningkat, RSUD Damanhuri Siapkan Ruang Isolasi
Ibnu Sina

Kalsel

17 Februari, Ibnu Sina Bukan Lagi Wali Kota Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com