Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Ini Harapan Komisi III DPRD Kalsel untuk Perusahaan Tambang

- Apahabar.com Jumat, 14 Juni 2019 - 20:33 WIB

Ini Harapan Komisi III DPRD Kalsel untuk Perusahaan Tambang

Komisi III DPRD Kalsel saat meninjau areal tambang PT TIA. Foto-apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, TANAH BUMBU – Komisi III DPRD Kalsel baru saja melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke areal tambang batubara milik PT Tunas Inti Abadi (TIA) di Sebamban, Kabupaten Tanah Bumbu.

Wakil rakyat bidang pembangunan ini terlihat puas. “Ini yang kita injak saat ini adalah bekas tambang. Alhamdulillah reklamasi perusahaan ini berhasil,” katanya Wakil ketua Komisi III Syafruddih H Maming, Jumat (14/6) sore.

Baca Juga: Sidak Tambang PT TIA, Cuncung Senggol Soal Bantuan Banjir Tanbu

Dari puluhan perusahaan tambang yang sudah mengali lahan, hanya ada dua yang bisa dikatakan tuntas dari jaminan reklamasi (Jamrek) hingga revegetasi (pemanfaatan), salah satunya PT TIA.

Harap wakil rakyat yang akrab disapa Cuncung ini, semua perusahaan tambang yang memegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) bisa meniru pelaksanaan reklamasi hingga revegetasi pasca tambang.

Jika rata-rata perusahaan tambang di Kalsel, sambung politikus PDIP seperti ini (PT TIA), Kalsel akan kembali hijau.

Cuncung mengemukakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melaksanakan kegiatan serupa di perusahaan lain dengan memboyong dinas terkait.

Sementara itu Surinto yang juga anggota Komisi III DPRD Kalsel menambahkan, jika secara teori yang dilaksanakan benar-benar diterapkan, tentu Kalsel akan lebih hijau dari sebelumnya.

Alasannya karena setiap perusahaan tambang selain harus mereklamasi dan revegetasi, mereka juga harus menghijaukan wilayah lain yang luasnya sama dengan direklamasi.

“Perusahaan tambang diibaratkan panci, satu panci yang dipinjam dari Pemprov Kalsel saat dikembalikan harus menjadi dua panci. Mudahnya pinjam satu kembalikan dua,” sambungnya.

Namun, diakui Surjnto, fakta lapangan tidak semudah teori yang disampaikan. Ada perusahaan tambang yang nakal enggan membayar Jamrek hingga tak mereklamasi bekas mengupas perut bumi.

Baca Juga: Walhi: Banjir Tanbu Bukan Semata Faktor Cuaca Ekstrem

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Resmi Jadi Tersangka Asusila, GM Buka Suara
apahabar.com

Kalsel

Polisi Terus Kejar Perampok Alfa Mart di Teluk Tiram
apahabar.com

Kalsel

Pergantian Tahun, Bundaran Banjarbaru Sepi Kembang Api
apahabar.com

Kalsel

Inilah Sejati, Speedboat Ambulans Polres Barito Kuala

Kalsel

Warga Tapin Geger Cekcok Berujung Maut di Rantau Kanan!
apahabar.com

Kalsel

26 Hari Dirawat, Satu Lagi Pasien di Batola Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Ajak Warga Terdampak Covid-19, Bhabinkamtibmas Mandingin Berdayakan Lahan Tidur Jadi Kebun
apahabar.com

Kalsel

Bikin Mabuk Bocah Ingusan, Pekerja di Banjarmasin Ditangkap
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com