apahabar.com
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Hanif Faisol Nurofiq saat melakukan inspeksi ke Miniatur Hutan Hujan Tropika (MH2T) di Jl Abdi Praja Banjarbaru. Foto-dok dinas kehutanan

apahabar.com, BANJARBARU – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel), Hanif Faisol Nurofiq melakukan inspeksi ke Miniatur Hutan Hujan Tropika (MH2T) di kawasan Perkantoran Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kalimantan Selatan di jalan Abdi Praja Banjarbaru, Kamis (13/6/2019).

Didampingi Kepala Balai Pembenihan Tanaman Hutan (BPTH), Ainun Jariah dan Pelaksana Teknis MH2T, A Raihanor, ia berkomitmen terus memantau perkembangan MH2T.

“MH2T adalah kebanggaan kita, karenanya jangan pernah lelah untuk terus memelihara tanaman,” ujar Hanif.

Suntikan semangat seperti ini kerap disampaikan Hanif kepada kru MH2T, baik di lapangan ataupun saat menggelar rapat-rapat intern.

Kunjungannya ini berbekal peta kerja. Ia menginstruksikan di area 2,5 hektare irisan persemaian agar segera ditanam dengan jenis Sengon. Pohon yang sudah ditanam, namun pertumbuhannya kerdil, ia perintahkan segera disulam (ganti). Kemudian, gulma tak luput dari sorotannya.

“Gulma di beberapa area blok terlihat dominan, itu cepat ditebas manual ataupun disemprot herbisida,” ujarnya kepada manager MH2T , Abdul Majid yang selalu siap di lapangan.

Hanif juga menugaskan Majid untuk mengirimkan kru mengambil pupuk organik (cair) di Batulicin. Pupuk jenis ini, terbukti memacu pertumbuhan tanaman di MH2T.

Dengan menggunakan motor trail ia berkeliling memantau tumbuh kembang tanaman. Saat memasuki area tanaman penaung jenis Jabon dan Sengon, ia minta dilakukan pruning (pemangkasan).

“Cabang tanaman yang terlalu tebal ini harus di-pruning, gunanya untuk memberikan ruang masuk cahaya bagi tanaman inti ulin dan meranti,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, MH2T yang dikenalkan saat perhelatan akbar “Diplomatic Tour Kementerian Luar Negeri RI” pada medio Oktober 2018 lalu merupakan area miniatur hutan yang telah ditanami berbagai macam tumbuhan lokal endemik khas Kalimantan. Seperti ulin dan meranti, dengan didahului penanaman jenis Jabon, Mahoni dan Sengon sebagai tanaman penaungnya.

Ditambahkan Hanif, demi keindahan MH2T perlu menata kerapian jalan inspeksi. Karenanya, ia minta alat berat (mini dozer) untuk memperbaiki kembali jalan inspeksi.

“Dahulukan jalan inspeksi utama, dilanjutkan jalan cabang, sehingga nantinya jalan tertata baik,” jelasnya.

Instruksi Hanif terkait pengambilan pupuk cair, di iya kan oleh Majid dengan mengirimkan kru-nya ke Batulicin.

Di akhir inspeksi, Hanif memberikan pekerjaan rumah terkait pembangunan gudang dan toilet yang saat ini dalam proses pembangunan.

“Bangunan gudang dan toilet harus full keramik, sehingga saat digunakan nanti akan memberikan rasa nyaman kepada pemakai,” tutupnya.

Baca Juga: Dinas Kehutanan Kenalkan Ragam Produk Kehutanan Lewat PPHH

Baca Juga: Dishut Gelar Rapat Persiapan Seminar Nasional Penyelamatan DAS

Baca Juga: Hanif Minta Sebaran Lokasi Penghijauan Terpantau Rimbaone

Baca Juga: Dinas Kehutanan Dukung Penuh Geoheritage Provinsi Kalimantan Selatan

Penulis: Ahc06
Editor: Muhammad Bulkini