BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin Nasihat Umar bin Abdul Aziz Tentang Kematian

Jalan Poros Banjarbaru-Tanah Bumbu Bisa Dilewati 2020

- Apahabar.com Sabtu, 22 Juni 2019 - 06:45 WIB

Jalan Poros Banjarbaru-Tanah Bumbu Bisa Dilewati 2020

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor saat membantu pembangunan di jalan poros Banjarbaru-Tanah Bumbu. Foto-Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor memasang target 2020 jalan poros Banjarbaru-Tanah Bumbu sudah bisa dilalui.

“Saya yakin pembangunan jalan poros Banjarbaru-Tanbu pada 2020 sudah bisa tembus. Walaupun saat ini masih dalam pengerasan, tapi hanya pada beberapa titik yang beraspal,” katanya seperti ditulis Antara.

Baca Juga: Bangunan Jadi Biang Kerok Genangan Air di Sentra Antasari

Pada 2019 ini, kata Gubernur, Dinas PUPR Pemprov Kalsel, menargetkan membangun empat jembatan besar dan 10 jembatan kecil, untuk mendukung penyelesaian pembangunan jalan poros tersebut.

Selanjutnya, bila sudah tembus dan selesai pengerasan, pihaknya akan kembali mengusulkan agar pembangunan bisa dilaksanakan oleh pemerintah pusat, terutama untuk proses pengaspalan.

“Kita semua dengar, bahwa Presiden Joko Widodo telah memerintahkan kepada Kementerian PUPR agar memperhatikan pembangunan di seluruh provinsi dan daerah,” katanya.

Melalui pernyataan presiden tersebut, tambah dia, Pemprov Kalsel, akan kembali mengusulkan penyelesaian pembangunan jalan poros tersebut, untuk bisa masuk dalam Proyek Strategis Nasional ( PSN ).

“Kita berharap, hal itu bisa diperhatikan pusat, jangan sampai Kalsel tertinggal,” katanya.
Warga Desa Rantau Bujur Abdul Hakim mengatakan, sangat bahagia dengan adanya pembangunan jalan poros yang mulai bisa dilalui sejak 2017.

Menurut dia, sebelumnya masyarakat kesulitan untuk menjual hasil pertanian, karena harus melalui jalan sungai dengan kelotok, karena tidak ada akses jalan darat.

Kalaupun ada jalan darat, itu adalah jalan setapak, yang justru sulit untuk dilalui dengan beban bawaan yang cukup berat.

Sejak dibukanya jalan poros pada 2017, masyarakat yang rata-rata bermata pencaharian sebagai petani, peternak dan nelayan, masyarakat lebih mudah menjual hasil produksinya.

“Sebelumnya sampai ke kota Martapura diperlukan waktu hingga Enam jam perjalanan, karena harus lewat sungai dengan menggunakan kelotok, kalau sekarang dengan lewat jalan darat, hanya perlu waktu satu jam,” katanya.

Salah seorang warga desa lainnya, Abdullah berharap, pembangunan jalan poros bisa terus dilanjutkan, hingga pada pengaspalan, sehingga masyarakat akan lebih cepat maju dan kesejahteraannya meningkat.

Baca Juga: Paman Birin Sebut Program Listrik 24 Jam Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Desa Terpencil

Editor: Syarif

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

KPK

Kalsel

Disomasi Tim BirinMu, Eks Jubir KPK Bereaksi!
apahabar.com

Kalsel

Cegah Kecurangan, Simak Siasat BPJS Barabai
apahabar.com

Kalsel

Catat Sejarah, ULM Wisuda Ribuan Mahasiswa via Zoom
apahabar.com

Kalsel

Kontraktor Bersihkan Puing Reruntuhan Plafon Gedung Serbaguna ULM
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Tanbu: 2 PDP dari Simpang Empat

Kalsel

Nasib Penyidikan 2 Mahasiswa Kalsel Penolak Omnibus Law Belum Jelas
apahabar.com

Kalsel

Komentar Cuncung H. Maming Setelah Dipastikan Maju di Pilkada Tanbu
apahabar.com

Kalsel

Desa Lok Panginangan Wakili Balangan Lomba Asman Toga Tingkat Provinsi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com