Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru

Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi di Palangkaraya Naik

- Apahabar.com     Senin, 3 Juni 2019 - 14:17 WITA

Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi di Palangkaraya Naik

Warga Palangkaraya membeli daging sapi di Pasar Besar, Senin (3/6/19). Foto – Antara/Rendhik Andika

apahabar.com, PALANGKARAYA – Jelang lebaran atau H-2 Idul Fitri 1440 Hijriah harga daging sapi murni di pasar tradisional di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) terus merangkak naik.

“Harga daging sapi murni normalnya rata-rata Rp 100 ribu per kilogram. Hari ini harga daging sapi murni sudah mencapai Rp 130 ribu per kilogram,” kata Ahmad Nurzaen pedagang daging sapi di Pasar Besar Palangkaraya, seperti dilansir Antara, Senin (3/6/2019).

Dia menerangkan, kenaikan harga daging sapi tersebut mulai terjadi sejak pertengahan Ramadan. Menurut dia kenaikan harga itu terjadi karena banyak permintaan daging untuk kebutuhan Lebaran.

“Biasa setiap tahun mendekati hari raya harga selalu naik. Banyak warga yang mencari daging murni dan kurang minat untuk bagian yang lain. Kenaikan itu juga untuk menutupi bagian lain yang kurang laku dijual,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan harga tak hanya terjadi pada daging sapi murni tetapi juga pada ayam kampung dari harga normal Rp 60-65 ribu menjadi Rp 75 ribu per kilogram.

Kemudian ayam ras dari harga Rp 28-30 ribu menjadi Rp 38 ribu per kilogram, bawang merah dari sekitar Rp 30 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram dan bawang putih yang saat ini juga menyentuh angka Rp 38 ribu per kilogram.

Salah satu warga Palangkaraya, Yuliani yang mengaku tidak mudik di tahun ini mengaku sudah tidak kaget lagi dengan fenomena kenaikan harga daging mendekati Lebaran.

“Sebenarnya cukup memberatkan karena saat ini banyak kebutuhan lain yang juga harus kita penuhi. Namun saya sudah tidak kaget lagi karena ini terjadi setiap tahun. Harapannya ke depan pemerintah bisa menyetabilkan harga,” kata ibu dua anak itu.

Di kawasan Pasar Besar itu, dia mengaku membeli daging sapi dan kebutuhan lainnya untuk membuat pentol guna jamuan open house di waktu Lebaran.

Baca Juga: Sebarkan Ujaran Kebencian, SR Dipanggil Aparat Polres Barito Utara 

Baca Juga: Hari Raya Idul Fitri, 145 Warga Binaan Lapas Muara Teweh Diusulkan Remisi

Baca Juga: Jasa Penitipan Hewan Raup Untung Jelang Lebaran

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Tiga Pekerja PT Telkom Akses Tewas Kesetrum Listrik di Kobar
apahabar.com

Kalteng

Diskominfo Kalteng Akui Masih Ada OPD Belum Cekatan Sediakan Data
Angkasa Pura

Kalteng

Penerbangan Menurun, Angkasa Pura Kurangi Waktu Operasional Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya
apahabar.com

Kalteng

September, Kalteng Bebas dari Covid-19 Asalkan…
Kapuas

Kalteng

Setelah Ketua DPRD, Sekda Kapuas Juga Siap Divaksin
Perawat

Kalteng

Oknum Perawat MR Patok Biaya Surat Rapid Tes Antigen Palsu Rp220 Ribu
apahabar.com

Kalteng

Belum Siap, Palangka Raya Tidak Mau Buru-Buru Terapkan New Normal
Oksigen

Kalteng

Tempat Penjualan Oksigen di Kapuas Sudah Seminggu Kosong
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com