Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah Pembelajaran Tatap Muka SMP di Banjarmasin Siap Dibuka, Catat Bulannya VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat

Jemaah Haji Non Prosedural, MUI Kalsel: Pahalanya Hilang!

- Apahabar.com Minggu, 23 Juni 2019 - 13:54 WIB

Jemaah Haji Non Prosedural, MUI Kalsel: Pahalanya Hilang!

Ilustrasi jemaah haji. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan angkat bicara mengenai keberangkatan jemaah ke tanah suci Mekkah melalui pembuatan paspor non-prosedural.

“Jamaah yang melaksanakan ibadah haji dengan melakukan perbuatan menyimpang, maka ibadah haji bisa dikatakan sah, namun pahalanya dinilai hilang,” ucap Wakil Ketua MUI Kalsel Prof Hafiz Anshari kepada apahabar.com belum lama ini.

Namun, apakah jemaah haji non-prosedural itu mendapatkan dosa, maka menurutnya akan dilihat terlebih dahulu apa yang dilakukan jemaah tersebut. Karenanya ia pun, tak berani memvonis secara langsung.

“Misalnya, yang bersangkutan membuat visa dan paspor dengan cara lain. Maka, kita lihat seperti apa membuatnya. Apabila ada unsur dosa, itu yang menyebabkan nilai haji atau haji mabrurnya hilang,” nilainya.

Terkait, jemaah haji yang berangkat ke tanah suci, namun tak balik ke Indonesia atau menjadi TKI di Arab Saudi, guru besar UIN Antasari ini menilai, tak mempengaruhi pahala haji.

Akan tetapi, akan terkendala dari administrasi negara. Artinya, akan diproses secara hukum negara.

Ia mengimbau kepada jamaah haji yang berangkat, yakni pertama, niatkan secara ikhlas untuk menunaikan ibadah haji, jangan niatkan hal lain yang merusak kualitas ibadah.

Kedua, berbekallah dengan yang halal. Termasuk pembayaran Biaya Perjananan Ibadah Haji. Jangan dicampur sedikit pun dengan yang bernuansa haram.

Ketiga, harus mengutamakan ibadah terlebih dahulu, dibandingkan urusan lain.

Kemudian, kerjakan ibadah haji dan umroh sesuai dengan tuntutan manasik haji yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Jangan ikut-ikutan. Jadi, pelajarilah aturan manasik haji sebaiknya dan kuasai ilmu manasik haji sebaik-baiknya, sehingga tak bergantung pada orang lain,” tegasnya.

“Matangkan pengetahuan tentang ibadah haji sebagaimana yang dilaksanakan Rasulullah SAW,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

BMKG Prakirakan Kalsel Siang Ini Diguyur Hujan
apahabar.com

Kalsel

Sandiaga Batal Ziarah ke Sekumpul Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

8 Kelompok di Tabalong Dilatih Mengolah Ikan Asin dari Patin
apahabar.com

Kalsel

Treatment Tim Medis Tangani Pengidap Covid-19 di Kalsel, Dua Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Covid-19 Masih Mewabah, Polres Kotabaru Deklarasi Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri
apahabar.com

Kalsel

Bangun Kepatuhan Berlalulintas, Satlantas Tabalong Kedepankan Edukasi dan Imbauan

Kalsel

Viral Camat Tak Netral di Kotabaru; Kades hingga Bidan Diajak Bergerilya Dukung Bacabup
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com