Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1 Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel

Kebijakan Pemimpin Daerah Mendatang Wajib Pro Lingkungan

- Apahabar.com Rabu, 12 Juni 2019 - 18:12 WIB

Kebijakan Pemimpin Daerah Mendatang Wajib Pro Lingkungan

Alam dan lingkungan Kalsel, termasuk Pengunungan Meratus perlu dijaga untuk masa depan. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Memasuki Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 menjadi perhatian banyak kalangan. Salah satunya Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Brigade 08 Kalsel, H Subhan Al Anshari.

Ia mengemukakan, masyarakat harus bisa melihat dan menilai track record calon pemimpin yang akan dipilih. “Kita ingin mendapatkan pemimpin yang dapat mengerti kondisi daerah. Bagi calon kepala daerah mendatang jangan sampai mengorbankan kepentingan masyarakat hanya karena ambisi pribadi,” harapnya.

Calon pemimpin mendatang harus bisa mendengarkan aspirasi masyarakat, terlebih perihal menjaga kondisi alam dan lingkungan.

Kalsel sendiri adalah daerah kaya akan hasil bumi dan dikenal karena pertambangan. Tetapi, masyarakat juga memerlukan alam dan lingkungan untuk bisa hidup, sehingga pemimpin mendatang bisa melihat ini dan menjaga alam dan lingkungan agar tidak rusak.

“Pembangunan daerah memang penting, tetapi jangan mengorbankan masyarakat hanya karena ambisi dan keserakahan untuk memperkaya diri. Masyarakat kita ini memang menginginkan sebuah kemajuan di daerah. Namun, tak lantas merusak lingkungan untuk tujuan tersebut. Mereka juga memerlukan lingkungan untuk hidup,” ujar Subhan.

Bahkan ia menceritakan pengalamannya saat pergi ke salah satu daerah di Kalsel,  ia mengisahkan daerah yang ia maksud sudah mulai banyak tumbuh pertambangan ilegal.

“Dengan kebijakan seorang pemimpin yang bisa mengedepankan kepentingan masyarakat luas, maka alam dan lingkungan di Kalsel akan tetap terjaga,” lanjutnya.

Subhan memberi gambaran, ia menyebut seperti halnya Gunung Meratus saat adanya surat edaran Kementerian ESDM untuk mengijinkan pertambangan, jika pemerintah daerah tidak bersama masyarakat untuk menghentikan ambisi dan hasrat mengeruk untuk pertambangan maka rusak alam dan kita semua hanya bisa gigit jari.

“Kita ini pewaris dari orang tua kita dulu, maka kita juga perlu menjaga dan melestarikan alam dan lingkungan kita untuk anak cucu kita ke depan. Dari sebuah kebijakan dapat menentukan nasib kita semua,” tutupnya.

Baca Juga: Dinsos Bangkitkan Usaha Madu Kelulut dan Lebah Meratus di Balangan

Baca Juga: AMAN dan Pemkab HST Percepat Pengakuan Hak dan Hutan Adat Meratus

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pedagang Setuju Relokasi Di Mitra Plaza
apahabar.com

Kalsel

Upacara Hari Bhayangkara ke-74 Dipimpin Presiden Joko Widodo, Polda Kalsel Gelar Virtual
apahabar.com

Kalsel

Halal Bihalal KNPI Balangan Bersama Ikamaba Dihadiri Bupati
apahabar.com

Kalsel

Di Tengah Pandemi, BNN Banjarmasin Tetap Galakkan Sosialisasi Anti Narkoba
apahabar.com

Kalsel

Gandeng Gojek, Polda Kalsel Gelar Kegiatan Safety Riding
apahabar.com

Kalsel

Ketua DPRD Kotabaru Kecam Ulah Ayah Keji Gauli Anaknya  
apahabar.com

Kalsel

Kabut dan Hujan Terpantau di Kalimantan Selatan
apahabar.com

Kalsel

Dua Titik Api Tertangkap Satelit di Tabalong
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com