Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan

Keluhan Gubernur Kaltim Sering Didikte Bangsa Lain

- Apahabar.com Senin, 24 Juni 2019 - 10:02 WIB

Keluhan Gubernur Kaltim Sering Didikte Bangsa Lain

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, SAMARINDA – Sebagai kontributor terbesar oksigen atau paru-paru dunia, peran Kalimantan timur tak bisa dipandang sebelah mata.

Kaltim, kata Gubernur Kaltim Isran Noor, menuntut untuk diperhatikan oleh dunia internasional. Khususnya terkait dengan pembatasan perdagangan CPO (crude palm oil) di kawasan Uni Eropa. Kebijakan yang sangat merugikan Kaltim sebagai salah satu penghasil CPO terbesar di Indonesia.

“Kita dituntut untuk menjaga kelestarian kita, bagaimana kita bisa mengelola lingkungan yang berkelanjutan,” jelas Gubernur Kaltim Isran Noor, dikutip apahabar.com dari laman resmi Humas Pemprov Kaltim.

Mestinya, kata dia, Kaltim juga bisa memperjuangkan hak-hak rakyat Indonesia. Dari negara-negara yang menikmati kontribusi atas lingkungan yang dijaga.

“Bangsa kita harus sederajat kedudukannya dengan bangsa-bangsa lain, ketika kita sudah berkontribusi besar kepada dunia, janganlah kita didikte oleh bangsa lain dalam melaksanakan pembangunan,” jelas Isran Noor.

Isran Noor sadar Bumi Etam tak bisa terus-menerus mengekspor mentah dan tergantung dengan pasar Uni Eropa.

Makanya, diperlukan industri hilir agar sektor kelapa sawit Kaltim benar-benar menjadi unggulan di masa depan.

Pada 2025, ditargetkan produksi CPO Kaltim di atas 5,5 juta ton per tahun dari sekarang yang produksinya 4 juta ton per tahun. Produk perkebunan dan pertanian tidak akan surut dari permintaan masyarakat.

“Untuk meningkatkan nilai jual, Kaltim potensial membangun pabrik-pabrik hilirisasi. Biodiesel bisa menjadi unggulan, karena kebutuhan energi akan semakin banyak,” jelas Isran.

Sejalan dengan itu, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK-MBTK) bisa menjadi tempat pembangunan pabrik biodiesel. “Karena dekat dengan bahan baku (perkebunan kelapa sawit),” tambahnya.

Baca Juga: Kelapa Sawit Indonesia Dilirik Peru, Gapki Kalsel: Pasar Potensial

Baca Juga: Pemerintah Remajakan Belasan Ribu Hektare Sawit Petani di Paser

Baca Juga: Diblokir Uni Eropa, Ekspor Kelapa Sawit ke Wilayah Itu Malah Meningkat

Baca Juga: Kaltim Lirik Potensi Limbah Sawit

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Batasi Pasar di Martapura, Pengelola Klaim Tak Ada Komplain
apahabar.com

Ekbis

Cadangan Devisa Indonesia Meningkat Jadi 130,5 Miliar Dolar AS
apahabar.com

Ekbis

Bahan Makanan Pemicu Utama Deflasi di Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Arus Peti Kemas Turun, Pelindo III Banjarmasin Bantah Imbas Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Minyak Tertekan, Rupiah Terkoreksi Lagi
apahabar.com

Ekbis

Timur Tengah Memanas, Rupiah Berpotensi Melemah Tembus Rp14.000 per Dolar AS
apahabar.com

Ekbis

Jelang Pidato Gubernur The Fed, Rupiah Ditutup Menguat
apahabar.com

Ekbis

Gelaran Pemilu Sukses, Industri Manufaktur Diyakini Bakal Meningkat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com