Nekat, Preman di Pekapuran Todongkan Pisau ke Polisi Lagi, Polisi Kotabaru Endus Dugaan Korupsi Dana Desa Kemenpora Cetak 5 Ribu Pengusaha Muda, Hipmi Siap Berkolaborasi Resmi, Pekapuran Raya-Pemurus Dalam Zona Hitam Covid-19! H2 Juli, Kalsel Tambah Ratusan Kasus Baru Covid-19




Home Kalbar

Rabu, 26 Juni 2019 - 06:15 WIB

Kemendikbud Diminta Kaji Kembali Sistem Zonasi PPDB

Redaksi - Apahabar.com

PPDB sistem zonasi. Foto-Radar Lombok

PPDB sistem zonasi. Foto-Radar Lombok

apahabar.com, PONTIANAK – Desakan agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengkaji kembali sistem zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) kali ini datang dari Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Sutarmidji.

“Seperti yang kita ketahui, saat ini penerapan sistem zonasi dalam PPDB menuai banyak kritikan masyarakat. Untuk itu, kita akan meminta kepada kementerian terkait untuk segara melakukan evaluasi dan mengkaji ulang penerapan sistem ini,” kata Sutarmidji seperti ditulis Antara.

Baca Juga: Ini 5 Warga Negara Terbanyak Ajukan Izin Tinggal di Kalbar

Dia menyatakan, pihaknya sendiri akan melakukan evaluasi dari sistem zonasi PPDB tahun ini. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut akan disampaikan kepada pihak kementerian.

“Dulunya setiap penerimaan siswa baru, kita tidak pernah ribut-ribut, tapi tahun ini memang terkesan dipaksakan sehingga menuai banyak protes dari masyarakat,” katanya.

Sutarmidji menyatakan, penerapan sistem zonasi dalam PPDB memang memiliki tujuan yang baik, namun dalam pengaplikasiannya di lapangan dirasakan belum siap, terutama untuk diterapkan di Kalbar.

“Contohnya di Kabupaten Kapuas Hulu, wilayahnya itu besarnya seperti Jawa Barat plus Banten. Namun, untuk keberadaan SMA negeri, sangat sedikit dan jaraknya sangat jauh sehingga penerapan dengan sistem zonasi ini dirasakan belum tepat,” katanya.

Mantan Wali Kota Pontianak itu juga tidak sependapat jika pemerintah pusat melalui Kemendikbud ingin menghilangkan kesan sekolah favorit.

“Saya tidak sependapat untuk itu, justru sekolah favorit itu harus dipertahankan agar siswa bisa berpacu-pacu meningkatkan prestasinya agar bisa diterima di sekolah favorit, karena kalau itu tidak ada bagaimana siswa mau berkompetisi,” katanya.

Justru sebagai gubernur Kalbar, dirinya ingin membuat SMK unggulan di setiap daerah, agar di SMK tersebut bisa menampung siswa-siswa berprestasi dan ini akan memacu siswa untuk semangat belajar.

Baca Juga: Disdik Janji Awasi Siswa yang Masuk PPDB Jalur Prestasi

Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalbar

Jadi Calo CPNS, Oknum ASN di Pontianak Ditangkap Polisi
apahabar.com

Kalbar

BMKG: Kalbar Waspadai Angin Kencang
apahabar.com

Kalbar

Musim Hujan, Warga Pontianak Waspada ‘Kencing Tikus’
apahabar.com

Kalbar

Meski Sebatang Kara, Nenek Ampan Tolak BST
apahabar.com

Kalbar

Banjir Mulai Rendam Sejumlah Wilayah Sambas
apahabar.com

Kalbar

Ini 5 Warga Negara Terbanyak Ajukan Izin Tinggal di Kalbar
apahabar.com

Kalbar

Kalbar-Kalteng Sepakat Segera Selesaikan Masalah Tapal Batas
apahabar.com

Kalbar

Karolin Tegaskan Tidak Ada Desa ‘Hantu’ di Landak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com